Beberkan Sejumlah Kejanggalan Ini, Podcast Prabowo-Deddy Corbuzier Cuma Settingan Belaka? | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 17 Juni 2021

Beberkan Sejumlah Kejanggalan Ini, Podcast Prabowo-Deddy Corbuzier Cuma Settingan Belaka?

Beberkan Sejumlah Kejanggalan Ini, Podcast Prabowo-Deddy Corbuzier Cuma Settingan Belaka?

Beberkan-Sejumlah-Kejanggalan-Ini-Podcast-Prabowo-Deddy-Corbuzier-Cuma-Settingan-Belaka

DEMOCRAZY.ID - Kedatangan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke podcast Deddy Corbuzier diduga cuma settingan belaka. 


Bukan cuma itu, Prabowo diduga kuat membayar iklan atas siaran tersebut. Kok bisa?


Setidaknya itu merupakan analisa dari seorang pegiat media sosial Alifurrahman. 


Dia begitu heran dan merasa menemukan banyak kejanggalan atas apa yang disampaikan pada podcast Deddy bersama Prabowo tersebut.


Kecurigaan pertama datang setelah Prabowo nampak begitu santai menjawab pertanyaan Deddy. 


Dia menduga, pertanyaan itu sudah lebih dulu dikirim ke Prabowo untuk selanjutnya dicari jawaban yang tepat.


Kecurigaan Ali menjadi berdasar. Sebab tempo hari ada seorang penjual panci yang datang ke podcast Deddy Corbuzier. 


Penjual panci mengaku bisa menghasilkan Rp2,5 miliar dalam sehari, dari sekadar menjual panci.


“Saya sampai terinspirasi ingin menjual panci,” kata Ali seraya meledek, dikutip saluran Youtube 2045, Kamis 17 Juni 2021.


Tetapi belakangan, akhirnya diketahui kalau penjual panci itu berbohong. 


Penjual panci itu bahkan sudah mengajukan penurunan konten ke Deddy. 


“Jadi kemungkinan konten itu (Prabowo) iklan,” kata Ali.


Podcast Prabowo dan Deddy Iklan?


Dari kasus di atas, Ali lantas menaruh curiga kalau podcast Deddy dan Prabowo hanya sekadar iklan biasa. 


Tak lain iklan itu adalah cara Prabowo untuk menatap 2024. 


Apalagi dalam tiap survei elektabilitas, namanya masih terus bertengger di papan atas.


“Nah, kalau lihat podcast Deddy dan Prabowo kemarin saya curiga itu iklan juga. Iklan jelang 2024. Karena apa, pertanyaan-pertanyaan itu diduga sudah ditanyakan lebih dulu. Sehingga Prabowo terlihat lebih siap, sangat enjoy, dan bijak sekali dalam setiap jawaban,” katanya.


Salah satu pertanyaan yang agak menggelitiknya adalah saat Deddy bertanya pada Prabowo kenapa mau jadi menterinya Jokowi. 


Saat itu, Prabowo nampak menjawab dengan luar biasa.


“Ya dulu di Tiongkok ada dua kubu berseteru, berperang, kemudian batal berperang dan bersatu membangun negeri. Di Amerika juga pernah ada dua kubu berseteru lalu bersatu untuk negeri.”


“Dan di Indonesia juga begitu, yang penting sama-sama ingin mengabdi untuk negeri. Lalu ada banyak komentar yang kemudian menyimpulkan bahwa Prabowo adalah orang yang rendah hati,” kata Ali.


Deddy lantas menyebut Prabowo sebagai sesosok yang mengalah. Kata-kata itu langsung diprotes Ali. 


Sebab sebenarnya yang mengalah atas pertarungan Jokowi dan Prabowo adalah presiden saat ini.


Dialah sosok pengalah sejatinya. Sebab kalau Prabowo benar pengalah, tidak mungkin beliau sampai dua kali mengklaim kemenangan sebagai presiden, sampai ada upacara ‘Siap Presiden’ yang viral di sosial media.


Bahkan, karena pidato-pidatonya yang penuh amarah, banyak pendemo turun ke jalan, dan mengakibatkan banyak korban jiwa.


“Video Podcast Deddy dan Prabowo sama seperti kita lagi mabuk, happy, bahagia, lupa dengan fakta di dunia nyata. Setelah kita bangun kita sadar, ternyata terlalu buruk kenyataan untuk dibantah.”


Yang jadi pengalah ditegaskannya ialah Jokowi. Sejak 2014, Jokowi lebih dulu mengalah dengan datang ke rumah Prabowo. 


Di 2019, Jokowi pulalah yang memberikan hadiah menteri pada Prabowo.


“Masa enggak sadar, Jokowi senang karena Prabowo mudah dikalahkan. Makanya dikasih hadiah menteri,” kata dia. [Democrazy/hps]