GLOBAL

Presiden Ini Terjerat Skandal 'Rolexgate', 6 Menteri Resign Berjemaah

DEMOCRAZY.ID
April 02, 2024
0 Komentar
Beranda
GLOBAL
Presiden Ini Terjerat Skandal 'Rolexgate', 6 Menteri Resign Berjemaah

Presiden Ini Terjerat Skandal 'Rolexgate', 6 Menteri Resign Berjemaah


DEMOCRAZY.ID - Menteri Dalam Negeri Peru, Victor Torres mengundurkan diri pada Senin (1/4/2024), dua hari setelah polisi di bawah komandonya menggerebek rumah dan kantor Presiden Dina Boluarte atas dari penyelidikan terkait jam tangan Rolex yang ia kenakan.


Ketika Peru terlibat dalam skandal yang dijuluki 'Rolexgate', Torres mengatakan setelah rapat kabinet bahwa ia mengundurkan diri karena alasan pribadi. Ia juga telah mengoordinasikan pengunduran dirinya dengan Boluarte.


"Saya akan pergi dengan damai dan tangan saya bersih," kata Torres kepada wartawan, seperti dikutip dari Reuters.


Namun kepergiannya dipandang secara luas sebagai hukuman atas penggerebekan akhir pekan yang menargetkan presiden. 


Dia juga mendapat banyak sorotan di kongres atas peningkatan tajam kejahatan di jalanan.


Selain Torres, lima menteri lainnya juga mengundurkan diri, termasuk menteri pendidikan, menteri perempuan, menteri produksi, dan menteri perdagangan, serta menteri pertanian.


Pengunduran diri ini terjadi setelah skandal Rolexgate yang muncul pada pertengahan Maret lalu. 


Saat itu sebuah program berita mengungkapkan bahwa Boluarte, memiliki beberapa jam tangan Rolex yang mahal.


Tidak jelas bagaimana dia memperoleh jam tangah mewah tersebut dengan gaji pemerintah sekitar US$55.000 atau sekitar Rp876 juta.


Boluarte, yang berusia 61 tahun, belum menjelaskan semuanya selain mengatakan bahwa jam tangan adalah buah dari kerja keras dalam hidup.


Dia kini menjadi sasaran penyelidikan korupsi untuk menentukan apakah dia telah memperkaya dirinya sendiri secara ilegal sejak mengambil alih kekuasaan pada Desember 2022 dan karena tidak melaporkan jam tangan tersebut sebagai bagian dari asetnya.


Boluarte dijadwalkan memberikan pernyataan resmi kepada penyelidik pada Jumat dan telah diinstruksikan untuk menunjukkan jam tangan Rolex miliknya saat dia menghadiri pertemuan tersebut.


Boluarte berkuasa pada Desember 2022 setelah presiden saat itu Pedro Castillo mencoba membubarkan Kongres dan memerintah melalui dekrit, yang menyebabkan penangkapannya dan protes dengan kekerasan yang menuntut dia mundur, dan pemilihan umum baru diadakan.


Dia juga menghadapi tuntutan konstitusional atas tindakan keras terhadap protes yang menyebabkan kematian lebih dari 50 orang.


Menurut konstitusi, jika dia didakwa dalam kasus Rolex, persidangan tidak dapat dilakukan sampai masa jabatannya berakhir pada Juli 2026 atau dia dimakzulkan.


Sumber: CNBC

Penulis blog