CATATAN POLITIK TRENDING

'Setelah Merusak UGM Dengan Ijazah Palsu, Lanjut Merusak ITB Dengan Sirekap KPU?'

DEMOCRAZY.ID
Maret 19, 2024
0 Komentar
Beranda
CATATAN
POLITIK
TRENDING
'Setelah Merusak UGM Dengan Ijazah Palsu, Lanjut Merusak ITB Dengan Sirekap KPU?'
'Setelah Merusak UGM Dengan Ijazah Palsu, Lanjut Merusak ITB Dengan Sirekap KPU?'


'Setelah Merusak UGM Dengan Ijazah Palsu, Lanjut Merusak ITB Dengan Sirekap KPU?'


Oleh: Muslim Arbi

Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu


Joko Widodo, presiden yang merusak dunia Kampus.


Dua universitas terkemuka, UGM dan ITB menjadi sasaran kritik publik. UGM di paksa harus mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Berkali-kali untuk membuktikan keaslian Ijazah Joko Widodo.


Meski sampai saat ini UGM belum dapat membuktikan Ijazah Asli Joko Widodo, di mana mantan walikota Solo itu klaim sebagai alumni UGM jurusan kehutanan. 


Suami Iriana itu pun menyandang gelar Insinyur (Ir) saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI. Padahal semasa jadi Walikota Solo bergelar doktorandus (Drs).


Pada persidangan Pidana Bambang Tri Mulyono yang semula menggugat Perdata Ijazah Palsu Joko Widodo, lalu di sidang kan di PN Solo, PT Semarang dan MA terbukti secara sah. Joko Widodo mantan Gubernur DKI itu tidak memiliki Ijazah Asli.


Artinya Ijazah yang digunakan saat maju sebagai Walikota Solo, Gubernur DKI dan Presiden RI menggunakan Ijazah Palsu.


Pihak UGM yang turut tergugat dalam gugatan di PN Jakarta sampai sekarang pun tak dapat membuktikan keaslian Ijazah Joko Widodo.


Sejumlah civitas Akademika UGM yang pernah sebutkan Joko Widodo alumni UGM pun tak dapat membuktikan, apakah benar Joko Widodo alumni UGM?


Kalau memang benar alumni UGM, persoalan ini telah klir. Bahkan Senat Mahasiswa Fisip UGM yang kirim surat cinta ke Mantan Rektor nya yang sekarang jabat Mensesneg, Prof Pratikno dan Ari Dwipayana yang di sebut sebagai Alumni UGM, para mahasiswa itu tidak lagi menyebut Joko Widodo sebagai alumni UGM.


Kalau Joko Widodo memang bukan alumni UGM, mengapa harus membohongi dan menipu Publik dan Negara selama ini?


Tindakan Joko Widodo ini dapat di katakan mencoreng nama besar Universitas Gajah Mada selama ini.


Setelah nama UGM terpuruk di mata publik, kini giliran nya Institut Teknologi Bandung (ITB).


Nama besar ITB yang pernah melahirkan Tokoh-Tokoh Besar Bangsa, Ir Soekarno, Ir Sutami, Prof Habibie, Rooseno, Kang Imad, dan sejumlah tokoh dan Guru Besar Indonesia itu turut tercemar oleh tindakan KPU yang mengandeng ITB yang mendesain Sirekap Pemilu yang bermasalah hingga saat ini.


Sejumlah alumni saat mendatang Rektor ITB , puteri mantan wapres Umar Wirahadikusuma itu pun susah di temui.


Menjadi pertanyaan, saat DR KMRT Roy Suryo, Ahli Telematika, dan mantan Mentri Pemuda dan Olahraga di Era SBY itu membongkar Sirekap yang berada di Singapura, RRC dan Prancis. ITB yang bekerjasama dengan KPU yang mendesain Sirekap itu pun diam seribu bahasa.


Padahal KPU sendiri sudah mengakui di depan Sidang KPI, Komisi penyiaran Indonesia. 


KPU bekerjasama dengan Alibaba, raksasa IT milik Jack Ma yang diangkat oleh Joko Widodo sebagai penasehat ekonomi nya.


Jelas Alibaba diangkat oleh Joko Widodo dalam persoalan e-commerce. Alibaba pula yang di tunjuk oleh KPU tanpa minta pendapat Rakyat Indonesia.


Alibaba.com di gunakan oleh KPU, mengapa harus Alibaba? Tidak mungkin hal ini tidak diketahui oleh Joko Widodo. Atau bisa saja jika di usut lebih jauh. 


Kerjasama dengan Alibaba yang saat ini telah di ambil alih pemerintah China setelah Jack Ma bermasalah di dalam negeri nya. 


Tidakkah ini dapat di katakan Joko Widodo harus mengikuti arahan Xi Jinping sebagai imbalan dalam hutang dan investasi China selama dia berkuasa?


Di sini dapat di katakan, penggunaan Alibaba.com bisa saja ini adalah bentuk intervensi langsung oleh RRC terhadap RI di bawah Joko Widodo yang telah berhutang dan mendapatkan Investasi China, bukan?


Jika hari ini publik meributkan KPU dan ITB. Itu bisa jadi campuran tangan langsung oleh Joko Widodo di bawah kendali Xi Jinping dan PKC-RRC.


Ya. UGM dan ITB saat ini sedang di sorot publik akibat rezim Joko Widodo. Pakah UGM dan ITB dapat kembali memperbaiki namanya dan meraih simpati publik dengan berkata yang benar dan jujur tentang Joko Widodo selama ini?


Atau UGM dan ITB turut terpuruk dan tercemar oleh tekanan Masyarakat yang menolak Pemilu Curang, Diskualifikasi 02 dan Mendesak agar Joko Widodo Mundur dari jabatan nya.


Akhirnya. Di Bulan Ramadhan yang mulia ini, setiap insan yang sedang berpuasa di tuntut berlaku jujur dan adil.


Secara pribadi tidak rela, kampus saya ITB di rusak oleh Joko Widodo.


Dari rangkaian kejadian demi kejadian selama Joko Widodo, yang menimbulkan kegaduhan dan keributan, yang terus menerus, lalu muncul pertanyaan: SIAPA SEBENARNYA JOKO WIDODO INI?


Sawangan, 17 Maret 2024

Penulis blog