POLITIK

Rocky Gerung: Gagal Rampok Demokrat Lewat Moeldoko, Kini Jokowi Incar Golkar

DEMOCRAZY.ID
Maret 20, 2024
0 Komentar
Beranda
POLITIK
Rocky Gerung: Gagal Rampok Demokrat Lewat Moeldoko, Kini Jokowi Incar Golkar

Rocky Gerung: Gagal Rampok Demokrat Lewat Moeldoko, Kini Jokowi Incar Golkar


DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik Rocky Gerung menilai publik berpikir bahwa dulu Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko diperintahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengambil alih Partai Demokrat dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).


Rocky Gerung menilai hal tersebut terlihat dari situasi sekarang ini dimana Jokowi ingin merampok Partai Golkar dengan menjadi ketua umum, namun partai berwarna kuning itu terlihat menentang dengan aklamasi Airlangga Hartarto.


“Jadi kelihatannya Golkar juga akan, baru dua hari lalu sikap itu diucapkan tetapi dia akan berlanjut, dan setiap upaya Jokowi untuk menengelamkan Golkar itu akan dianggap sebagai upaya untuk menenggelamkan demokrasi,” ujar Rocky,  di akun YouTube Rocky Gerung Official, Selasa 19/3/2024.


“Jadi konstruksi itu yang sekarang sedang dibaca oleh kalangan demonstran, bahwa jangankan mahasiswa, Golkar aja mau dirampok oleh Jokowi kan, nah itu sebetulnya sikap yang sama yang kemudian orang mengaitkan bahwa dulu juga Moeldoko itu disuruh Jokowi untuk merampok Partai Demokrat,” imbuhnya.


Diketahui Partai Golkar kini dilanda isu untuk segera menggantikan posisi Airlangga Hartarto sebagai ketua umum di musyawarah luar biasa (munaslub), dan beberapa nama telah senter beredar.


Dan dikabarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), cawapres Gibran Rakabuming Raka anak Presiden Joko Widodo masuk dalam calon ketua umum, bahkan disebut potensial menduduki posisi tersebut.


Namun rumor tersebut dicoba ditepis pengurus DPP Golkar dengan menggelar buka bersama dan silaturahmi Partai Golkar Se-Indonesia yang mendukung Airlangga Hartarto di The Mulia Hotel, Nusa Dua. 


Dalam acara tesebut Dewan Penasehat Golkar Luhut Binsar Panjaitan turut hadir dan Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie. Jumat malam (15/3/2204).


Peluang Joko Widodo Jadi Ketum Golkar Muncul Melalui Perubahan AD/ART di Munas


Peluang Joko Widodo Jadi Ketum Golkar Muncul Melalui Perubahan AD/ART di Munas


Partai Golkar memiliki mekanisme pemilihan ketua umum yang dilakukan lewat forum Musyawarah Nasional (Munas).


Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika berambisi menjadi ketua umum partai berlambang pohon beringin itu harus melalui persetujuan forum Musyawarah Nasional (Munas) yang dijadwalkan akhir tahun ini.


Syarat untuk maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar tertuang dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai. 


Namun, Munas dapat menjadi forum untuk mengubah AD/ART yang dirancang unruk mengakomodasi Joko Widodo agar memenuhi syarat jadi calon Ketua Umum.


“Ini semua bisa dibicarakan, pengambil keputusan tertinggi ada di Munas. Jangankan itu, masalah ketua umum, jangankan itu, AD/ART saja bisa diubah,” ujar Idrus di kediamannya kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (29/2/2024).


“Artinya tertinggi, betul itu (Munas), bagaimana Golkar ke depan, nasibnya ada di Munas sebagai lembaga tertinggi tertentu,” sambungnya.


Dalam AD/ART Partai Golkar, terdapat tujuh syarat menjadi calon ketua umum. 


Pertama, aktif terus-menerus menjadi anggota Partai Golkar sekurang-kurangnya lima tahun dan tidak pernah menjadi anggota partai politik lain.


Kedua, pernah menjadi pengurus Partai Golkar tingkat pusat dan/atau sekurang-kurangnya pernah menjadi pengurus di tingkat provinsi. 


Ketiga, pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan kader Partai Golkar.


Keempat, memiliki prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas, dan tidak tercela (PD2LT). 


Kelima, memiliki kapabilitas dan akseptabilitas. 


Keenam, tidak pernah terlibat Gerakan 30 S/PKI. Terakhir, bersedia meluangkan waktu dan sanggup bekerja sama secara kolektif dalam Partai Golkar.


Perlu diketahui terpilih jadi ketua umum melalui Munas pada awal Desember 2019. Musyawarah Nasional (Munas) merupakan forum tertinggi partai yang memilih Ketua Umum Golkar saat ini Airlangga Hartarto menjadi ketua umum Partai Golkar periode 2019-2024.


Artinya, Partai Golkar akan kembali menggelar Munas untuk memilih ketua umum pada Desember 2024. 


Jika merujuk pada waktu diselenggarakannya Munas penunjukkan Airlangga pada Desember 2019.


“Jadi kalau misalkan ada proses itu, semua bisa dibicarakan pada institusi tertinggi, pengambilan keputusan di mana itu Munas. Setelah Munas itu, di bawahnya setingkat itu adalah ada namanya rapim, rapim juga mengambil keputusan tertinggi di bawah Munas,” kata Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham.


“Jadi ini semua ada (tahapannya),” kata Idrus yang saat ini menjabat Ketua Dewan Pembina Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar.


Saat Jokowi Berkelakar soal Isu Gabung Golkar


Presiden Joko Widodo (Jokowi) diisukan bakal bergabung dengan Partai Golkar. Jokowi merespons kabar dirinya akan bergabung dengan Partai Golkar dengan kelakar.


Jokowi diketahui diisukan bergabung ke partai Golkar usai Pilpres 2024. Ketum Golkar Airlangga Hartarto juga sempat buka suara terkait kabar tersebut.


"Saya tiap hari masuk Istana," kata Jokowi kepada wartawan, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/2). Jokowi menjawab saat ditanya soal tanggapan terkait kabar dirinya akan gabung Golkar.


Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, tidak banyak komentar terkait kabar ayahnya bakal gabung Golkar. Gibran meminta untuk menanyakan langsung kepada yang menggulirkan isu itu.


"Ya yang menjawab biar yang menyebarkan isu dong," kata Gibran dilansir detikJateng, Selasa (26/2).


Gibran juga menampik dirinya bergabung dengan partai berlambang pohon beringin itu. Sejak dicalonkan sebagai cawapres Prabowo, Gibran sering diisukan bergabung dengan Golkar.


"Itu lho, saya katakan saya masih fokus sama pekerjaan yang ada di balai kota," pungkasnya.


Kedekatan Jokowi dan Golkar


Salah satu partai pendukung pemerintah Presiden Jokowi adalah Partai Golkar. Akun media sosial Partai Golkar sempat mengunggah video dengan keterangan 'Golkar disetir Presiden Jokowi?'.


Video yang diunggah Golkar memperlihatkan momen kebersamaan Presiden Jokowi dengan Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Video ini diunggah Golkar di akun media sosial resmi mereka seperti dilihat pada Selasa (27/2).


Rupanya, video ini merupakan guyonan akun TikTok Golkar semata. Video ini menampilkan momen Airlangga dan Jokowi naik mobil golf warna putih.


"Golkar disetir Presiden Jokowi? Begini maksudnya? Kalo gini, bener sih," tulis akun resmi Partai Golkar.


Jokowi yang mengenakan baju warna putih dan celana warna hitam, mengemudikan mobil golf dengan pelat nomor RI 1. Sementara Airlangga mengenakan baju warna kuning duduk sisi sebelah kanan.


Jokowi mengemudikan mobil golf bersama Airlangga di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Sejumlah Paspampres terlihat ikut mengamankan dalam momen itu. Airlangga sendiri saat ini menjabat Menko Perekonomian.


Elite Partai Golkar bicara maksud unggahan 'Golkar disetir Jokowi?'. Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyebut Jokowi sebagai presiden merupakan 'pengemudi' seluruh rakyat.


"Kan memang Pak Jokowi itu Presiden Republik Indonesia yang merupakan 'sopir' rakyat Indonesia di mana Partai Golkar menjadi pendukung Presiden Jokowi," kata Ace kepada wartawan, Selasa (27/2).


Sumber: JakartaSatu

Penulis blog