POLITIK

Pemerhati Politik dan Kebangsaan: Gibran Itu Penyakit Politik yang Merusak Sistem Ketahanan Bangsa!

DEMOCRAZY.ID
Maret 31, 2024
0 Komentar
Beranda
POLITIK
Pemerhati Politik dan Kebangsaan: Gibran Itu Penyakit Politik yang Merusak Sistem Ketahanan Bangsa!

Pemerhati Politik dan Kebangsaan: Gibran Itu Penyakit Politik yang Merusak Sistem Ketahanan Bangsa!


DEMOCRAZY.ID - Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka (Gibran) yang diloloskan menjadi cawapres dan dinyatakan KPU sebagai pemenang Pilpres 2024 bersama Prabowo Subianto telah merusak konstitusi Bangsa Indonesia.


“Gibran itu penyakit politik yang merusak sistem ketahanan bangsa,” kata pemerhati politik dan kebangsaan M Rizal Fadillah kepada redaksi SuaraNasional, Ahad (31/3/2024).


Kata Rizal, skandal Gibran ternyata menjadi obyek pembicaraan Komisi HAM PBB. 


Setelah dipertanyakan dalam Sidang berbasis ICCPR maka Office on United Nations High Commissioner Human Rights (OHCHR) mencatat pelanggaran HAM beberapa negara dunia.


“Indonesia mendapat perhatian terkait Pemilu 2024. Adalah “Skandal Gibran” yang disorot yakni lolosnya anak Presiden Jokowi melalui Mahkamah Konstitusi (MK),” paparnya.


Gibran akan menjadi penyakit yang berkepanjangan (kronis) jika tidak segera dibatalkan atau mundur dari jabatan sebagai Wapres. 


Rakyat sulit menerima keberadaan Gibran akibat kelahirannya yang tidak normal.


“Andai pelantikan juga terjadi, maka itu bukan berakhir penyakit. Penyakit baru dimulai. Gibran akan terus menerus ditolak keberadaannya. Foto diri yang terpampang dipastikan banyak yang diturunkan,” jelasnya.


Mungkinkah bangsa tiba-tiba sembuh dari penyakit berkepanjangan ? Mungkin saja tetapi sembuh hanya sesaat karena setelah itu bencana. Dalam ilmu medis dikenal dengan nama “terminal lucidity”. 


Seseorang yang berpenyakit lama (kronis) tanpa diduga, tiba-tiba sembuh normal, namun kesembuhan itu bersifat sementara kemudian meninggal.


Prabowo yang menggandeng Gibran, kata Rizal bakal turut mengalami penyakit kronis. Bangsa dipastikan mengulangi musibah setelah 10 tahun menderita di bawah kepemimpinan Jokowi. 


Bagaimana akan tenang mengelola negara jika rakyat terus mempersoalkan keabsahan sebagai Presiden/Wakil Presiden?


“Jabatan yang didapat dengan cara tidak halal pasti membuat semua susah. Akhirnya si doi akan dilengserkan juga. Lalu, yang semula jumawa atau “delusion of grandeur”, esoknya merengek minta ampun,” pungkasnya.


Media Asing Soroti Kontroversi Gibran jadi Cawapres Prabowo dan Suksesor Jokowi


Media asing menyoroti kontroversi Gibran Rakabuming Raka yang menjadi calon wakil presiden Prabowo Subianto dan merupakan anak dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Media Bloomberg pada Jumat (16/2/2024) menyoroti sosok Gibran dan kontroversinya, yang menjadi pasangan dari Prabowo Subianto untuk maju bersama sebagai Calon Presiden dan Wakil Presiden. 


Dalam laporannya, Bloomberg menyebutkan bahwa kemunculan Gibran secara luas dianggap diatur oleh Jokowi untuk memperkuat warisan dan memastikan kebijakannya tetap berlanjut, setelah jabatan sebagai presiden berakhir pada Oktober 2024. 


Kemudian, disebutkan bahwa kampanye pemilu Gibran diwarnai oleh kontroversi yang ditanggapi dengan acuh atau bercanda. 


Hal ini dinilai dengan sikap Jokowi dengan suara lembut dan menggambarkan sifat “Legowo”.


Permasalahan Mahkamah Konstitusi pada Oktober 2023 lalu juga dicantumkan, dimana mengecualikan mereka yang memiliki pengalaman politik regional dari persyaratan usia 40 tahun ke atas untuk mencalonkan diri. 


Adapun, respon Gibran ketika para kritikus mencemooh langkah pada hari putusan tersebut juga ditampilkan. 



Seminggu kemudian, Gibran kemudian ditunjuk sebagai cawapres Prabowo. Dituliskan juga informasi mengenai saudara ipar Jokowi, yang menjadi ketua hakim dalam memimpin putusan tersebut. Ia kemudian diberhentikan karena pelanggaran etika. 


Diperkirakan bahwa dengan menambahkan sosok Gibran sebagai putra seorang presiden yang populer, hal ini memberikan dukungan besar bagi Prabowo dalam survei, dan mungkin menjadi kunci kemenangannya pada putaran pertama. 


“Pada saat yang sama, hal ini menambah rasa frustrasi atas apa yang dianggap sebagai upaya Jokowi membangun dinasti politik,” tulis media tersebut.


Kemudian, Setelah Prabowo mengumumkan Gibran sebagai cawapres, Jokowi menuturkan bahwa satu-satunya perannya di sana adalah merestui aspirasi putranya. 


Namun, menurut sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, menginformasikan kepada Bloomberg bahwa dalam pertemuan makan siang tertutup dengan para aktivis pada bulan yang sama, Presiden mengakui bahwa ia ingin memasangkan Gibran dengan Prabowo, yang popularitasnya semakin meningkat. 


Lanjutnya, sang sumber yang akrab dalam diskusi tersebut mengatakan bahwa hal tersebut untuk memastikan bahwa ia dapat terus mempengaruhi pembuatan kebijakan. 


Perwakilan Jokowi tidak segera menanggapi permintaan komentar Bloomberg. 


Sumber: SuaraNasional

Penulis blog