GLOBAL POLITIK

Heboh Pemilu di Negara Gagal, Oposisi 'Dibungkam'-Tak Bisa Nyapres

DEMOCRAZY.ID
Maret 31, 2024
0 Komentar
Beranda
GLOBAL
POLITIK
Heboh Pemilu di Negara Gagal, Oposisi 'Dibungkam'-Tak Bisa Nyapres

Heboh Pemilu di Negara Gagal, Oposisi 'Dibungkam'-Tak Bisa Nyapres


DEMOCRAZY.ID - Venezuela direncanakan akan menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) pada tahun ini. Namun seiring dekatnya hari pelaksanaan, muncul bola panas dari kelompok oposisi.


Mengutip AFP, kelompok oposisi Platform Kesatuan Demokratik (PUD) menyatakan belum bisa mendaftarkan kandidatnya secara resmi. 


Mereka menduga dilarang mendaftarkan calon presidennya untuk mencalonkan diri melawan Presiden Nicolas Maduro.


"Kami telah bekerja sepanjang hari... mencoba menggunakan hak konstitusional kami untuk mencalonkan kandidat kami. Ini tidak mungkin dilakukan," kata pejabat koalisi Omar Barboza dalam video yang dirilis PUD pekan ini, dilansir AFP.


Maduro, 61 tahun, meresmikan pencalonannya sebagai presiden dengan meriah pada Senin, dengan ribuan orang berkumpul di belakangnya dan Partai Sosialis Bersatu Venezuela yang berkuasa.


"Saya tersentuh oleh begitu banyak kemurahan hati dan pengakuan masyarakat terhadap pria sederhana dari lingkungan Caracas, pekerja yang rendah hati ini," kata Maduro, sambil membawa ilustrasi mentornya, pemimpin revolusioner Hugo Chavez.


Mantan sopir bus ini berupaya untuk memperpanjang masa jabatannya yang penuh gejolak dengan masa jabatan enam tahun yang ketiga, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kejatuhannya ke dalam otoritarianisme dan tindakan keras terhadap oposisi.


Karut Marut Oposisi


Sebelumnya, hak oposisi untuk memilih kandidatnya sendiri dimasukkan dalam kesepakatan pemilu yang ditandatangani dengan pemerintah pada bulan Oktober. 


Kesepakatan ini pun mendorong Amerika Serikat untuk meringankan sanksi minyak terhadap negara itu.


Sebagai permulaan, oposisi mengadakan pemilihan pendahuluan multi-partai pada Oktober 2023 untuk memilih satu kandidat untuk menghadapi Maduro.


Maria Corina Machado, seorang insinyur industri berusia 56 tahun yang mendukung privatisasi perusahaan minyak negara PDVSA, memenangkan pemilihan pendahuluan pada bulan Oktober dengan telak, memperoleh 93% suara, meskipun ia dilarang.


Meskipun ia mengajukan banding atas tindakan tersebut, Mahkamah Agung justru membuatnya kalah pada bulan Januari atas tudingan dukungannya terhadap sanksi dan tuduhan korupsi. Machado membantahnya.


Sebagai tanggapan, AS menerapkan kembali beberapa sanksi dan mengatakan pembatasan minyak akan kembali berlaku pada bulan April kecuali jika kebijakan tersebut diizinkan untuk dijalankan.


Machado terus berkampanye, meskipun ada penangkapan terhadap beberapa sekutu dan aktivisnya, yang menurut sumber-sumber yang dekat dengan partai berkuasa kemungkinan merupakan reaksi pemerintah terhadap menurunnya dukungan terhadap Maduro.


Sejumlah jajak pendapat memperkirakan Machado akan memperoleh setidaknya 50% suara. Di sisi lain, Maduro diperkirakan memperoleh sekitar 20%.


Sementara itu, pihak oposisi telah menekan Machado untuk menunjuk kandidat pengganti, dan dia akhirnya menunjuk akademisi Corina Yoris. 


Namun Yoris tidak dapat mendaftar pada sistem online dewan pemilihan hingga batas waktu 25 Maret.


Dua kelompok oposisi yang merupakan bagian dari koalisi luas yang mendukung Machado mendaftarkan kandidat lain sebelum batas waktu. 


Kelompok Persatuan Demokratik mendaftarkan Edmundo Gonzalez, mantan duta besar.


Di sisi lain, partai A New Time mendaftarkan Manuel Rosales, gubernur provinsi Zulia. Rosales, yang menurut beberapa pihak oposisi terlalu dekat dengan partai yang berkuasa selama masa jabatannya sebagai gubernur, mengatakan dia mendaftar untuk memastikan ada kandidat dari oposisi dan mencegah kekosongan calon.


Kandidat pengganti dapat ditunjuk hingga 20 April, sehingga pihak oposisi mempunyai waktu beberapa minggu untuk mengadakan negosiasi internal mengenai apakah akan mendukung Rosales atau Gonzalez atau menggantikan yang lain.


Ketika ditanya Pekan ini apakah ia akan mempertimbangkan aliansi dengan Rosales, Machado mengatakan dia mengambil keputusan "hari demi hari". 


Dia sebelumnya menegaskan kandidat koalisi tetap Yoris.


Di sisi lain, Rosales mengatakan pada hari Selasa bahwa dia bersedia menyerahkan posisinya kepada kandidat persatuan jika oposisi dapat memilih salah satunya.


Sejumlah oposisi mengatakan mereka khawatir kandidat atau penggantinya akan terkena larangan menduduki jabatan publik sebelum pemilu tanggal 28 Juli.


Sumber: CNBC

Penulis blog