POLITIK

Habib Rizieq Tak Sudi Terima Hasil Pilpres Curang, Kobarkan Api Perlawanan: Kita Hormati Kalau Prosesnya Jujur!

DEMOCRAZY.ID
Maret 21, 2024
0 Komentar
Beranda
POLITIK
Habib Rizieq Tak Sudi Terima Hasil Pilpres Curang, Kobarkan Api Perlawanan: Kita Hormati Kalau Prosesnya Jujur!

Habib Rizieq Tak Sudi Terima Hasil Pilpres Curang, Kobarkan Api Perlawanan: Kita Hormati Kalau Prosesnya Jujur!


DEMOCRAZY.ID - Eks pentolan FPI, Habib Rizieq Shihab mengomentari Pilpres 2024. Habib Rizieq yang mendukung Anies-Muhaimin meminta umat Muslim untuk menghormati siapa saja yang menang di Pilpres 2024.


Dengan catatan, kemenangan itu terjadi dengan proses pemilihan yang jujur dan adil. 


Namun, jika kemenangan diraih dengan kecurangan dan kezaliman, maka api perlawanan akan terus dikobarkan.


Pernyataan itu disampaikan Habib Rizieq dalam video Youtube berjudul "HABIB RIZIEQ SYIHAB - MENOLAK KECURANGAN | IBTV" yang diunggah akun Islamic Brotherhood Television, dikutip Kamis (21/3/2024).


Habib mengatakan bahwa umat Islam harus rida kelak. Namun, kecurangan dan kezaliman harus terus dilawan. Paling penting, kata Habib, umat muslim tetap bersatu.


"Kita siap menerima hasil Pilpres. Kita siap rida, kita siap menghormati siapapun yang menang tapi harus jujur, tapi harus adil," katanya.


"Satu karena jujur adil itu ajaran agama, khususnya agama Islam. Yang kedua, karena itu amanat konstitusi dalam undang-undang dasar 1945 disebutkan bahwa negara itu harus menyelenggarakan pemilu luber dan jurdil," katanya lagi.


Habib Rizieq Siap Pasang Badan Lindungi Aksi Mahasiswa dari Preman: Dipikir Kita Takut Kali


Eks Pentolan Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq menyatakan siap membantu mahasiswa melawan aksi premanisme yang belakangan kerap mengganggu jalannya penyampaian aspirasi.


Pernyataan tersebut diutarakan Habib Rizieq dalam ceramah yang disiarkan oleh YouTube Islamic Brotherhood Television (IBTV), Kamis, 21 Maret 2024.


“Sekarang sudah mulai ada yang berani mengerahkan preman. Preman dikerahkan, mahasiswa dibubarkan. Dipikir kita takut kali sama preman,” ucap Habib Rizieq.



Sebagai informasi, pada 3 Februari lalu, gerombolan laki-laki diduga preman membubarkan kegiatan konsolidasi mahasiswa di Kalibata, Jakarta Selatan.


Aksi gerombolan preman itu lantas viral di media sosial. Salah satunya dibagikan akun Instagram @blokpolitikpelajar.


Dalam video itu terlihat seorang mahasiswa sedang terlibat cekcok dengan preman di lokasi. 


Preman kulit hitam dan rambut keriting itu mencoba mencoba melarang perekam video menyorotnya. Dalam keributan tersebut satu mahasiswa jadi korban.


Terkait hal tersebut, Habib Rizieq mengungkap bahwa aksi premanisme memang sudah ada sejak dahulu. 


Menurutnya, gerombolan preman itu sengaja dipesan untuk mengganggu penyaluran aspirasi dari masyarakat maupun mahasiswa.


“Saya mau kasih tahu dulu kita bertempur. Peristiwa Ketapang, Tambora, kita lawan preman. Preman-preman mau ngacak-ngacak Jakarta, kita turun. Laskar-laskar, santri-santri melawan. Terjadi pertempuran. 15 menit. Begitu ada yang mati, yang lain lari preman itu,” ungkapnya.


Ke depan, laki-laki 58 tahun ini berharap aksi premanisme tak lagi digunakan di Indonesia, sehingga masyarakat maupun mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi dengan nyaman tanpa diintimidasi.


“Sudahlah jangan macam-macam preman di Jakarta. Kita siap lawan preman, siap hantam preman,” pungkasnya.


Sumber: Suara

Penulis blog