EKBIS

Duh! Baru Beroperasi 2 Bulan, Proyek Atasi Kemacetan Jakarta Era Anies Ini Alami 'Pembengkakan' Biaya hingga Rp2 Triliun

DEMOCRAZY.ID
Maret 28, 2024
0 Komentar
Beranda
EKBIS
Duh! Baru Beroperasi 2 Bulan, Proyek Atasi Kemacetan Jakarta Era Anies Ini Alami 'Pembengkakan' Biaya hingga Rp2 Triliun

Duh! Baru Beroperasi 2 Bulan, Proyek Atasi Kemacetan Jakarta Era Anies Ini Alami 'Pembengkakan' Biaya hingga Rp2 Triliun


DEMOCRAZY.ID - Belum banyak yang tahu jika terdapat megaproyek di Era Anies Baswedan yang sedang menjadi sorotan.


Pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, dengan investasi mencapai Rp32,5 triliun, telah menghadapi serangkaian masalah sejak diluncurkan.


Meskipun baru beroperasi selama 2 bulan, LRT Jabodebek sudah mengalami kendala yang mengganggu pelayanan.


Berbagai pertanyaan pun muncul, termasuk perbandingan biaya proyek ini dengan LRT di negara lain.


Menurut Manajer Humas KAI Divisi LRT Jabodebek, Kuswardojo, saat ini hanya 9 rangkaian kereta dari total 27 yang beroperasi, dengan frekuensi layanan sebanyak 131 perjalanan per hari.


Hal ini dikarenakan sebagian besar kereta masuk bengkel untuk perbaikan roda aus.


Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah berupaya untuk mempercepat proses perbaikan roda aus pada LRT Jabodebek.


Targetnya, waktu antar kereta atau headway diharapkan kembali normal, yakni 15 menit, pada akhir November 2023.


Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, mengungkapkan bahwa sedang dilakukan kajian menyeluruh terkait operasional LRT Jabodebek, termasuk mengenai sarana dan prasarana.


Proyek LRT Jabodebek, yang dimulai pada 2015, awalnya diestimasi akan menghabiskan biaya sekitar Rp29,9 triliun.


Namun, angka tersebut melonjak menjadi Rp32,5 triliun akibat pembengkakan biaya (cost overrun).


Meskipun demikian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan harapannya bahwa masyarakat dapat beralih menggunakan transportasi umum dengan adanya LRT.


Jokowi menyatakan harapannya ini saat meresmikan LRT Jabodebek di Stasiun Cawang, Jakarta Timur. 


Dia menyoroti pentingnya terintegrasi dalam sistem transportasi publik Jakarta.


Namun, dia juga menyadari bahwa tidaklah mudah untuk membuat masyarakat sepenuhnya beralih ke transportasi umum, mengingat kapasitas yang belum optimal dari moda transportasi lain seperti MRT.


Dengan penambahan fasilitas transportasi umum seperti LRT, Jokowi berharap bahwa masyarakat Jakarta akan semakin tertarik untuk menggunakan transportasi umum secara lebih luas, sehingga membantu mengurangi kemacetan dan memperbaiki kualitas hidup kota.


Sumber: AyoBandung

Penulis blog