EKBIS GLOBAL

Boikot-Anti Israel Menyebar ke Lembaga Keuangan, Bank Ini Kena!

DEMOCRAZY.ID
Maret 28, 2024
0 Komentar
Beranda
EKBIS
GLOBAL
Boikot-Anti Israel Menyebar ke Lembaga Keuangan, Bank Ini Kena!

Boikot-Anti Israel Menyebar ke Lembaga Keuangan, Bank Ini Kena!


DEMOCRAZY.ID - Boikot untuk mendukung Palestina telah membuat pendapatan McDonald's dan Starbucks terjun bebas pada kuartal terakhir tahun 2023. 


Kini, beberapa bank juga menjadi sasaran boikot karena dianggap memiliki hubungan dengan Israel.


Mengutip CNBC International, raksasa perbankan Inggris Barclays misalnya. Sejak Februari, lebih dari 1.500 orang menutup rekening mereka di bank tersebut sebagai protes atas dukungan pendanaan bank atas serangan genosida Israel terhadap warga Palestina.


"Kampanye Solidaritas Palestina (PSC) melaporkan bahwa ribuan orang lainnya telah menandatangani perjanjian untuk tidak pernah melakukan transaksi perbankan dengan Barclays selama mereka tetap terlibat dalam sistem apartheid Israel," muat Middle East Monitor (MEMO) Kamis (28/3/2024).


Barclays Bank diyakini memberikan lebih dari £3 miliar dalam bentuk pinjaman dan penjaminan kepada sembilan perusahaan pro Israel.


Mereka membuat senjata, komponen, dan teknologi militer yang digunakan oleh Israel untuk melakukan genosida ke warga Palestina.


Ini termasuk General Dynamics, yang memproduksi sistem senjata jet tempur Israel yang membombardir Gaza. 


Ada pula Elbit Systems, yang memproduksi drone lapis baja, amunisi dan senjata artileri yang digunakan oleh militer Israel.


"Dengan menyediakan investasi dan layanan keuangan kepada perusahaan-perusahaan senjata ini, Barclays memfasilitasi penyediaan senjata dan teknologi untuk serangan Israel terhadap warga Palestina," kata PSC.


"Penutupan rekening massal adalah bagian dari kampanye yang bertujuan untuk menyoroti kebijakan perbankan beracun Barclays yang menjadikannya terlibat dalam kejahatan perang Israel. Barclays akan menjadi target kampanye media sosial, aksi protes dan aksi duduk hingga mereka terpaksa memprioritaskan kemanusiaan daripada keuntungan," ujarnya.


Sebelumnya, seruan boikot awalnya dimulai dari hal kecil. Namun kini beberapa postingan media sosial mendorong masyarakat untuk menarik sejumlah kecil uang dari rekening yang terdaftar di bank-bank yang masuk "daftar hitam".


Seruan itu memberi alternatif yang menyarankan warga mentransfer dana ke bank-bank kecil atau lembaga keuangan yang tidak memiliki hubungan dengan penyedia senjata Israel. 


Secara luas, boikot ini merupakan bagian dari gerakan desentralisasi yang lebih luas yang disebut BDS (Boikot, Divestasi, Sanksi).


Meskipun para analis mengatakan dampaknya terhadap perekonomian Israel sulit diukur dan mungkin minimal, tetapi hal ini tetap akan berdampak pada bank itu sendiri. 


Bank Dunia sebelumnya juga sempat menghadapi kampanye boikot serupa atas dukungan keuangannya terhadap apartheid Afrika Selatan sebelum akhirnya terpaksa melakukan divestasi pada tahun 1986.


Sumber: CNBC

Penulis blog