VIRAL Ucapan Luhut: Kalau Bukan Jawa, Jangan Maksakan Diri Jadi Presiden, Netizen Singgung Sosok Ini - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

VIRAL Ucapan Luhut: Kalau Bukan Jawa, Jangan Maksakan Diri Jadi Presiden, Netizen Singgung Sosok Ini

VIRAL Ucapan Luhut: Kalau Bukan Jawa, Jangan Maksakan Diri Jadi Presiden, Netizen Singgung Sosok Ini

VIRAL Ucapan Luhut: Kalau Bukan Jawa, Jangan Maksakan Diri Jadi Presiden, Netizen Singgung Sosok Ini


DEMOCRAZY.ID - Baru-baru ini viral kembali potongan pernyataan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan di media sosial instagram. Mirisnya, potongan itu viral kembali jelang Pilpres 2024. 


Dalam potongan vidoe yang diunggah akun instagram @86.kerjanyata, ia bersama Rocky Gerung sedang berbincang-bincang soal politik identitas. 


Kemudian, Luhut mengutarakan pendapatnya bahwa orang bukan Jawa harus sadar diri jika berniat mencalonkan diri sebagai Presiden.


"Apa hanya jadi presiden aja kau bisa ngabdi? Kan nggak juga. Harus tahu diri juga lah, kalau kau bukan orang Jawa. Kalau Anda bukan orang Jawa, pemilihan langsung hari ini, saya nggak tahu 25 tahun lagi. Udah lupain deh. Enggak usah kita memaksakan diri kita, sakit hati," ujar Luhut, seperti yang dikutip dari akun tersebut, Jumat (2/2/2024).


Untuk diketahui, potongan video tersebut menampilkan perbincangan Luhut dengan pengamat politik tersohor Indonesia, Rocky Gerung. 


Di mana sebelumnya sudah diunggah di kanal YouTube RGTV Channel ID pada 2022 lalu.


Selain itu, dari pantauan tvOnenews dari potongan video itu, Rocky Gerung yang menjadi lawan bicaranya juga tampak tak membantah pernyataan Menko Marves, Luhut itu. 


Ia juga menilai bahwa hal tersebut memang menjadi aspek penting bagi pemilihan calon Presiden.


”Oh ini poin bagus, jadi terimalah fakta itu, fakta antropologi kita. Fakta antropologi kita itu basisnya adalah etnisity. Dan faktualitas itu yang kadangkala membatalkan ambisi orang untuk jadi Presiden,” kata Rocky Gerung.


Luhut juga akui bahwa dirinya kehilangan ambisi dan tak mungkin menjadi seorang Presiden karena termasuk kaum minoritas.


“Termasuk saya (hilang ambisi). Saya double minoritas, sudah Batak, Kristen lagi. Jadi saya bilang sudah cukup itu, kita harus tau. Ngapain saya menyakiti diri, hati saya,” imbuh Luhut.


Sontak warganet kembali membicarakan unggahan tersebut, yang hingga kini sudah dilihat oleh 70 ribu lebih pengguna. 


Banyak yang setuju dengan Luhut, namun tak sedikit pula yang menentang pernyataannya.


“Eh bener lho ini, aku nanya tetangga org Jawa ya yg ga main medsos aku tanya pilih siapa dia jawab pilih Ganjar alasannya karena sama2 org Jawa. Terus nie yg jd presiden pertama sampe ke 7 kan org Jawa semua ya yg lewat pemilu ni,” tulis salah satu netizen.


“Untuk mengabdi nggak harus jadi presiden.. jangan memaksakan dirilah kalau orang keturunan minoritas... tahu dirillah kaya opung ya opung,” imbuh lainnya.


Di sisi lain, ada pula yang menentang dengan turut menyinggung identitas budaya dari Calon Presiden Nomor Urut 1, Anies Baswedan.


“Buktinya Anies, bukan orang Jawa... Dukungan masyarakat besar. Karena yang dipilih bukan karena rasnya tapi kepeduliannya terhadap rakyat,” ujar lainnya.


“Walaupun aku orang JAWA untuk presiden 2024.. aku memilih Pak Anies.. yang saya pilih itu menang atau bukan urusan saya penting, saya suka sama Pak Anies,” tambah pengguna lainnya.



Sumber: TvOne

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: