Mengejutkan! Sekjen PSPPI Sebut Anies Siapkan Sudirman Said Jadi Menko Untuk Bubarkan BUMN - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Mengejutkan! Sekjen PSPPI Sebut Anies Siapkan Sudirman Said Jadi Menko Untuk Bubarkan BUMN

Mengejutkan! Sekjen PSPPI Sebut Anies Siapkan Sudirman Said Jadi Menko Untuk Bubarkan BUMN

Mengejutkan! Sekjen PSPPI Sebut Anies Siapkan Sudirman Said Jadi Menko Untuk Bubarkan BUMN


DEMOCRAZY.ID - Sekretaris Jenderal Pusat Studi dan Pengembangan Perkoperasian Indonesia (PSPPI) Rio Chaniado Anggara menilai ide paslon Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang ingin mengubah BUMN menjadi koperasi berbahaya bagi perekonomian nasional.


Rio menilai ide ini selaras dengan sikap yang tidak pro pada kepentingan nasional.


Rio merujuk ide ini muncul dari markas Timses Amin di Brawijaya yg dikomandani oleh Sudirman Said Co Captain TImnas Amin.


Pembubaran BUMN dengan kedok BUMN diganti jadi koperasi berkembang dari ide Suroro yg dikenal dekat dengan Sudirman Said yang liberal dalam pemikiran ekonomi.


"Ide membubarkan BUMN sebagai perusahaan ini sangat liberal. Ingin menarik garis pemisah antara negara dan ekonomi. Saya merasa konsep ekonomi liberal ini sejalan dengan pemikiran tokoh utama di tim Anies seperti Sudirman Said yang kabarnya telah disiapkan sebagai Menko Perekonomian jika Anies menang pemilu," kata Rio dalam keterangannya, Senin (5/2/2024).


Rio mengatakan rekam jejak Sudirman Said selama ini memang lebih pro asing. Menurutnya berbahaya jika ekonomi negara dipercayakan kepada seorang yang punya nasionalisme rendah.


"Karena itu kita tidak heran muncul ide untuk membubarkan BUMN. Sekali lagi ini adalah ide yang berbahaya bagi ketahanan ekonomi nasional," kata Rio.


Langkah membubarkan BUMN, lanjut dia, berkebalikan dengan sikap pemerintah Jokowi yang ingin mendorong BUMN jadi pemain global.


Misi ini, kata Rio, sejatinya sudah menunjukkan perkembangan positif.


"Kita baru mendengar beberapa pekan lalu, BUMN kita menggarap proyek di sejumlah negara di luar Indonesia, seperti di Filipina. Di tengah perkembangan BUMN yang semakin mengglobal ini tiba-tiba muncul ide kontraproduktif ingin mengubah BUMN jadi koperasi," pungkas Rio.


Timnas AMIN Bantah Usulkan BUMN Diubah Jadi Koperasi


Juru Bicara Timnas Pemenangan Anies-Muhaimin (AMIN) Said Didu membantah pihaknya mengusulkan BUMN akan diubah jadi koperasi jika pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menang Pilpres 2024.


Ia mengatakan usulan itu awalnya datang dari pakar koperasi bernama Suroto yang diundang dalam sebuah diskusi yang digelar Timnas AMIN.


"Padahal Timnas AMIN undang pakar koperasi eksternal dan salah satu pakar koperasi Suroto yang mengatakan BUMN sebaiknya dimiliki oleh koperasi," kata Said Didu dalam video yang diterima, Minggu (4/2).


"Jadi sama sekali tidak ada sikap pasangan AMIN yang ingin mengubah BUMN," tambah dia.


Said Didu memahami dasar hukum pembentukan BUMN sudah diatur dalam Pasal 33 UUD 1945 dan UU Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN.


Ia turut mengkritik pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir yang dianggapnya naif sampai angkat suara merespons isu tersebut.


"Saya berharap Pak Erick Thohir berhentilah menggunakan jabatannya sebagai alat untuk bermain politik demi kepentingan politik," ujarnya.


Saidu curiga isu ini digunakan untuk kepentingan politik tertentu. Padahal, ia mengatakan isu itu awalnya bukan berasal dari pasangan atau Timnas AMIN.


"Dan kami curiga ahli koperasi yang bicara tersebut adalah selundupan yang melakukan hal demikian untuk digoreng," kata dia.


Sebelumnya beredar kabar Timnas AMIN menyatakan akan mendorong BUMN menjadi badan usaha koperasi.


Isu itu kemudian membuat Menteri BUMN Erick Thohir angkat suara. Erick menilai pembubaran BUMN akan memunculkan pengangguran baru di Indonesia.


Erick menyebut pegawai BUMN kini mencapai 1,6 juta orang.


Erick juga menilai seluruh korporasi milik negara tahun 2023 lalu menghasilkan dividen terbesar dalam sejarah di Indonesia, yakni sebesar Rp82,1 triliun. Keuntungan yang didapat dari BUMN telah menjadi pondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.


"Sungguh ironis pandangan seperti itu. Jika ingin dibubarkan dan diganti dengan koperasi, maka sama saja memunculkan pengangguran baru di saat semua orang butuh lapangan pekerjaan," kata Erick dalam keterangan tertulis yang dikutip Antara, Minggu (4/2).


Sumber: PojokSatu

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: