Refly Harun Sindir Jokowi: Sosok Pemimpin Terbatas Narasi dan Wawasan Tidak Luas! - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Refly Harun Sindir Jokowi: Sosok Pemimpin Terbatas Narasi dan Wawasan Tidak Luas!

Refly Harun Sindir Jokowi: Sosok Pemimpin Terbatas Narasi dan Wawasan Tidak Luas!

Refly Harun Sindir Jokowi: Sosok Pemimpin Terbatas Narasi dan Wawasan Tidak Luas!


DEMOCRAZY.ID - Berbeda dari tokoh lainnya, pakar hukum tata negara, Refly Harun ternyata tidak betah berada di lingkaran kekuasaan Presiden Joko Widodo.


Refly yang dipilih menjadi staf khusus Menteri Sekretaris Negara Pratikno pada Januari 2015, cuma mampu bertahan selama empat bulan berkantor di Sekretariat Negara.


"Saya mencoba masuk untuk menjadi kekuasaan tersebut dan hanya mampu bertahan empat bulan," kata Refly yang dikutip dari Refly Harun Podcast berjudul "Tenggelam di Istana?! Pratikno dan Ari Dwipayana Dapat Surat Cinta!" yang dilihat redaksi, Selasa (13/2).


Refly mengaku tidak betah berada lingkaran kekuasaan karena tidak bisa bekerja secara reguler.


"Saya juga ingin bebas, saya tidak ingin terikat," kata Refly.


"Terlebih saya tidak punya chemistry dengan Pratikno," sambungnya.


Alasan tidak betah bekerja di Istana itu disampaikan Refly usai membacakan 'surat cinta' sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) yang ditujukan kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Koordinator Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Ari Dwipayana.


Dalam pernyataan sikapnya, para mahasiswa UGM tersebut mengaku kecewa dengan Pratikno dan Ari Dwipayana yang pernah menjadi dosen mereka dan mengajarkan tentang demokrasi.


Refly melanjutkan bahwa pengunduran diri dari Sekretariat Negara tersebut berhasil menyelamatkan akal sehatnya.


"Jabatan Komut (Komisaris Utama Pelindo I) tidak menghalangi saya untuk kritis," kata Refly.


Refly mengaku sudah rajin mengkritik pemerintahan Jokowi sejak tiga tahun berkuasa, tepatnya tahun 2017.


"Saya lihat pemerintahan (Jokowi) ini kok nggak canggih. (Pemerintahan) dipimpin sosok dengan keterbatasan narasi dan jalan pikirannya tidak luas," demikian Refly.


Refly Harun Soal Rezim Jokowi: Sebenarnya Apa Prestasi Pemerintahan Negara Ini?


Pemerintah kepemimpinan Presiden Joko Widodo alias Jokowi secara resmi akan berakhir pada 2024 mendatang. 


Tahun tersebut, Jokowi akan digantikan oleh presiden baru yang saat ini, tengah berjuang memenangkan suara rakyat untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.


Meskipun akan segera berakhir, tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat masih merasa skeptis terhadap apa yang Presiden Jokowi beserta anak buahnya capai selama menjabat. 


Salah satunya datang dari pengamat politik sekaligus akademisi Refly Harun.


Dalam kanal YouTube pribadinya, dilansir pada Jumat (2/6/2023), Refly Harun mempertanyakan apa sebenarnya yang sudah negara capai selama rezim Jokowi. Dirinya tidak merasa ada yang bisa sepenuhnya dibanggakan.


“Sebenarnya, apa prestasi pemerintahan negara ini yang patut kita banggakan? Paling bicara pembangunan infrastruktur. 


The question is, apakah pembangunan infrastruktur itu sudah membawa kemakmuran dan keadilan bagi seluruh masyarakat?” kata Refly Harun.


Di sini, Refly Harun meminta orang-orang yang mendukung Jokowi untuk mengaku jujur kalau di rezim Jokowi, masih banyak kekurangan yang dimiliki pemerintahan. 


Misalnya, dalam pembangunan infrastruktur, muncul juga fakta kalau utang Indonesia “menggila”.


“Presiden Jokowi memulai untuk menegakkan kemakmuran dan kesejahteraan tersebut. Tapi jangan lupa, membangun infrastruktur ini juga dengan utang luar negeri gila-gilaan. Jadi, kita harus balance ya,” terang Refly Harun.


Refly Harun sendiri sebenarnya tidak masalah mengakui beberapa aspek dalam pemerintahan Jokowi yang terbilang bagus. 


Contohnya ketika International Monetary Fund (IMF) menyebut kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia di tangan Jokowi lebih baik dibanding negara lain.


Ini merupakan salah satu pencapaian yang bagus bagi Indonesia, meskipun Refly Harun menyebut kalau ini bisa saja merupakan basa-basi diplomasi. 


Terlebih, ada juga data yang mengatakan kalau pertumbuhan ekonomi di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih tinggi dibanding Jokowi.


“Jika dibandingkan pertumbuhan era Presiden SBY, maka pertumbuhan ekonomi era Presiden SBY itu dua poin lebih baik dibandingkan era pertumbuhan di Presiden Jokowi. Pertumbuhan Jokowi Kalau tidak salah 4 persen sampai 6 persen, sementara SBY 6 persen sampai 8 persen,” ucap Refly Harun.


Sumber: RMOL

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: