HEBOH Warga DKI Dikirimi Surat Berisi Foto Kaesang dan Caleg PSI - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

HEBOH Warga DKI Dikirimi Surat Berisi Foto Kaesang dan Caleg PSI

HEBOH Warga DKI Dikirimi Surat Berisi Foto Kaesang dan Caleg PSI

Ramai Warga DKI Dikirimi Surat Berisi Foto Kaesang dan Caleg PSI


DEMOCRAZY.ID - Warga dihebohkan dengan kiriman surat cinta dari PSI. Surat itu bahkan dikirim langsung ke rumah lengkap dengan nama dan alamat.


Surat itu berisi foto Ketum PSI Kaesang Pangarep dan caleg yang berlaga di Dapil itu. Ada pula tulisan program-program PSI.


Terkait hal itu, Ketua DPW PSI DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina mengakui surat itu memang dikirim oleh PSI. 


Itu merupakan salah satu platform kampanye yang dipilih PSI agar lebih dekat dengan masyarakat.


"Memang benar surat untuk masyarakat DKI Jakarta tersebut kami dari DPW PSI Jakarta yang membuat dan mengirimkan. Surat tersebut berupa platform kampanye kami untuk warga Jakarta, dan juga berisi rekam jejak wakil legislatif kami di DPRD," kata Elva saat dikonfirmasi, Jumat (2/2).


"Harapan kami, dengan surat tersebut, warga Jakarta mendapatkan informasi apa saja yang sudah dilakukan oleh wakil rakyat mereka di DPRD selama 5 tahun ini," tambah dia.


Kiriman surat cinta PSI ini sempat membuat warga takut. Sebab, mereka khawatir dengan data pribadi mereka. Elva menyebut mereka mendapat data itu dari dengan cara yang sah.


"Terkait dengan data kependudukan, kami menegaskan bahwa data tersebut dapat diakses oleh seluruh partai politik peserta Pemilu dan data tersebut merupakan data DPT 2019 yang hanya berupa nama dan alamat saja. Data-data kami peroleh resmi dari KPU sesuai dengan ketentuan yang berlaku," jelas dia.


Elva menyadari cara PSI dekat dengan warga memang tidak biasa. Karena itu, dia meminta maaf bila cara ini membuat warga tak nyaman. 


"Surat-surat yang kami kirim adalah bentuk dari keinginan kami secara tulus menyapa para pemilih dan mengenalkan platform dan para caleg kami sehingga bisa dikenal lebih dekat oleh pemilih. Kami memohon maaf jika kegiatan literasi politik ini menimbulkan ketidaknyamanan," ucap dia.



Sumber: Kumparan

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: