Pilpres 2024: Habib Rizieq Shihab Serukan Dukung Anies-Imin, Alasannya Diungkap - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Pilpres 2024: Habib Rizieq Shihab Serukan Dukung Anies-Imin, Alasannya Diungkap

Pilpres 2024: Habib Rizieq Shihab Serukan Dukung Anies-Imin, Alasannya Diungkap

Pilpres 2024: Habib Rizieq Shihab Serukan Dukung Anies-Imin, Alasannya Diungkap


DEMOCRAZY.ID - Pemimpin Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab menyatakan dukungan untuk Anies-Imin pada Pilpres 2024 ini.


Iapun menyerukan kepada seluruh umat Islam agar mendukung pasangan calon presiden (capes) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1 tersebut.


Alasan dukungan terhadap Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dalam Pilpres 2024, disebutnya, merupakan keputusan atau hasil ijtima ulama dan tokoh nasional.


"Ijtima ulama sebagai forum musyawarah dalam mengambil keputusan tentang permasalahan bangsa. Bahwa perlunya umat Islam berperan aktif memberikan usulan calon pemimpin nasional," jelasnya pada acara Istigasah Kubro Persaudaraan Alumni (PA) 212, di Lapangan Parkir Jalan Benyamin Sueb Blok C3, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (8/2/2024) malam.


Menurutnya, untuk menjamin program pembangunan sebagaimana yang direkomendasikan oleh para ulama dan tokoh dalam ijtima, maka perlu dinyatakan secara tertulis komitmen para pejabat publik dan pimpinan nasional dalam pakta integeritas.


Anies - Imin ditetapkan sebagai sosok capres cawapres 2024-2029, telah memerhatikan saran dan fakta yang berkembang dalam sidang pleno 2 ulama dan tokoh nasional tersebut.


Sedangkan sidang pleno Ijtima Ulama telah dilaksanakan pada 18 November 2023 di Masjelis Az-Zikra, Sentul, Bogor.


"Memutuskan, menetapkan. Satu, merekomendasikan Dr. H. Anies Rasyid Baswedan dan Dr. Abdul Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden dan wakil presiden RI periode 2024-2029, untuk didukung dalam konstestasi Pemilu 2024," ungkap Habib Rizieq.


Kedua, lanjut dia, mengikat seluruh peserta ijtima ulama dan tokoh nasional 2023 untuk memberikan dukungan pada capres cawapres 2024-2029, yang direkomendasikan sesuai dengan keputusan tersebut.


"(Kemudian) menyosialisasikan keputusan ini kepada umat Islam seluruh Indonesia setelah ditandatanganinya pakta integritas," ujar Habib Rizieq.


Dikatakannya, Anies dan Muhaimin sudah menandatangai pakta integritas dengan ijtima ulama.


Habib Rizieq juga meminta agar umat Islam tidak hanya mendukung capres dan cawapres yang disetujui ijtima ulama, melainkan juga calon legislatif (caleg) uang mendukung pasangan 01.


"PKS, PKB, Partai Ummat, Nasdem. Tolong jangan pilih di luar itu. Dukung caleg yang dukung ijtima ulama," katanya.


Di lain kesempatan, Habib Rizieq Shihab menekankan perlunya tetap menjaga persaudaraan dalam Pemilu 2024.


Melansir unggahan akun @anakbaik1997 di Twitter, Habib Rizieq menyampaikan pesan persaudaraan itu kepada jamaah ibu-ibu.


Kepada jamaahnya Habib Rizieq mempersilakan untuk memilih sesuai hati nuraninya.


"Kalau ibu umpamanya punya pilihan hati nurani, saya nggak cocok dengan yang 4 (NesDem, PKS, PKB dan Ummat), mau pilih partai lain, itu hak Ibu," ujar Habib Rizieq dikutip Senin, 29 Januari 2024.


Habib Rizieq menegaskan tidak boleh ada memaksa bahkan sampai mencela hingga mengkafir-kafirkan.


"Nggak boleh ada yang maksa Ibu, nggak boleh ada yang mencaci maki Ibu, 'Wah, kamu ini nggak betul, kamu ini sesat, kamu ini kafir karena kamu tidak memilih partai yang sudah didukung Ijma Ulama'. Nggak boleh!" tegasnya.


Habib Rizieq Shihab juga menjelaskan, dalam Islam urusan pemilihan umum (Pemilu) bukan urusan ushuluddin.


Akan tetapi, kata Habib Rizieq, urusan pemilu adalah urusan furu'iyyah yang bisa saja terjadi perbedaan pilihan.


Termasuk dalam urusan dalam memilih calon presiden yang, apakah cocok atau sesuai hati nurani.


"Urusan Pemilu ini urusan furu', bukan urusan ushul, ini bukan urusan ushuluddin, tapi urusan furuddin, bisa jadi kita berbeda, mungkin orang lain punya pandangan berbeda," jelasnya.


Habib Rizieq kembali menekankan agar umat Islam tidak saling mencela, bahkan sampai mengkafirkan.


"Makanya jangan kaget, di pasangan yang lain juga ada Kiai juga, di pasangan lain juga ada Habib juga, di pasangan lain ada santri juga. Jadi jangan saling mengkafirkan," bebernya.


Sumber: Disway

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: