Naik Pitam Gegara Dituding Partisan, Ini Momen Ketika Harkristuti Harkrisnowo 'Skakmat' Noel - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Naik Pitam Gegara Dituding Partisan, Ini Momen Ketika Harkristuti Harkrisnowo 'Skakmat' Noel

Naik Pitam Gegara Dituding Partisan, Ini Momen Ketika Harkristuti Harkrisnowo 'Skakmat' Noel

Naik Pitam Gegara Dituding Partisan, Ini Momen Ketika Harkristuti Harkrisnowo 'Skakmat' Noel


DEMOCRAZY.ID - Ketua Dewan Guru besar Universitas Indonesia (UI) Prof Harkristuti Harkrisnowo memberi jawaban menohok ketika Wakil Komandan Relawan TKN Prabowo Gibran, Immanuel Ebenezer Gerungan atau yang lebih dikenal dengan nama Noel setelah disebut sebagai partisan lantaran menyampaikan kritik kepada Jokowi.


Momen tersebut terjadi ketika Harkristuti menjadi narasumber sebuah acara di televisi swasta yang berbarengan dengan Noel.


Saat itu, Noel menyoroti gerakan sejumlah guru besar yang mengkritik Jokowi, menuding kecenderungan partisan dalam kritik tersebut.


Mendengar pernyataan tersebut, Prof Harkristuti Harkrisnowo langsung naik pitam lantaran merasa tersinggung dan menegaskan bahwa tudingan itu tak berdasar.


"Itu pertanyaan yang sangat insulting alias menghina buat kami. Kami tidak ada kepentingan untuk mendukung paslon tertentu," tegasnya.


Prof Harkristuti Harkrisnowo juga menantang untuk membuktikan jika mereka suara partisan.  


"Kami ingin Indonesia ini bangsanya menjalani proses demokrasi yang adil dan jujur, jadi saya tersinggung sekali klo ada orang Istana yang menuding kami suara partisan. Tunjukkan! buktikan kalo kami suara partisan," ungkapnya.


Dalam momen tersebut, Prof Harkristuti Harkrisnowon juga menyinggung sikap menteri Jokowi yang terang-terangan berpihak pada paslon tertentu, sementara guru besar diminta untuk netral.


"Apalagi kami ini ASN diminta untuk netral walaupun menteri dan pejabatnya tidak netral. Yang partisan siapa coba?" ujarnya.


Pernyataan sikap dari civitas akademika UI, yang mendorong kebebasan berpendapat dan menjaga demokrasi, terjadi setelah sejumlah kritik serupa dari perguruan tinggi lain, seperti UGM dan UII Yogyakarta. 


Sebagai bentuk keprihatinan, mereka mengajak seluruh perguruan tinggi untuk merapatkan barisan mengawal pelaksanaan pemilu 2024 dan kembali pada jalur demokrasi yang baik dan beretika sesuai konstitusi.


"Saya tersinggung sekali klo ada orang Istana yang menuding kami suara partisan. Tunjukkan! buktikan kalo kami suara partisan, kalo orang istana mau sembarangan kami akademisi bisa marah." tandasnya.



Sumber: VIVA

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: