Media Inggris Tiba-Tiba Sorot Prabowo, Ada Apa? - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Media Inggris Tiba-Tiba Sorot Prabowo, Ada Apa?

Media Inggris Tiba-Tiba Sorot Prabowo, Ada Apa?

Media Inggris Tiba-Tiba Sorot Prabowo, Ada Apa?


DEMOCRAZY.ID - Calon Presiden (capres) RI yang juga Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, kembali disorot media asing. Terbaru, media asal Inggris, BBC, memberitakan soal mantan Danjen Kopassus itu.


Prabowo mencalonkan diri untuk menggantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan presiden (pilpres) pada tanggal 14 Februari. 


Menurut BBC, ia menjanjikan lebih banyak stabilitas dan keberlanjutan pembangunan ekonomi ala Jokowi.


Sejauh ini jajak pendapat menempatkan Prabowo di depan pesaingnya yang lebih muda, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. 


Kedua figur tersebut berusia 50-an tahun dan memiliki pengalaman memimpin provinsi-provinsi penting di Indonesia sebagai gubernur.


Pasangan calon wakil presiden Prabowo adalah putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. 


Ini dianggap sebagai bentuk dukungan Jokowi untuk Prabowo, sekaligus penanda bahwa Jokowi merestui Prabowo menjadi suksesornya.


Namun pencalonan Prabowo juga mengkhawatirkan banyak orang. Beberapa mengatakan bahwa ia tidak pernah dimintai pertanggungjawaban atas dugaan penculikan dan pembunuhan aktivis mahasiswa pro-demokrasi beberapa dekade lalu.


Selain itu, Prabowo yang saat ini tampil dengan persona menggemaskan atau yang biasa disebut 'gemoy' dipandang sejumlah kalangan sebagai sesuatu yang seharusnya tidak menjadi indikator pemilih dalam mencoblos Prabowo.


"Kelucuan sulit membuat seorang pemimpin memenuhi syarat. Jika menurutmu seorang pemimpin seharusnya seperti itu, maka Anda harus memilih kucing," papar seorang pemuda yang tidak menyebutkan namanya yang dikutip BBC News dalam artikel berjudul 'Prabowo Subianto: The 'cuddly grandpa' with a bloody past', Rabu (7/2/2024).


Kucing juga menjadi bagian dari kampanye media sosial Prabowo. Kucing liarnya yang berwarna coklat dan putih, Bobby, memiliki akun Instagram yang dikurasi dengan baik yang menggambarkan seorang Prabowo sebagai seorang "patriot".


Media sosial telah menjadi landasan penjangkauannya. Generasi Milenial dan Gen Z merupakan lebih dari separuh dari 205 juta pemilih yang memenuhi syarat di Indonesia.


Menurut data Meta, akun resmi Facebook dan afiliasi milik Prabowo menghabiskan US$ 144.000 (Rp 2,25 miliar) untuk iklan selama tiga bulan terakhir. 


Jumlah tersebut hampir dua kali lipat pembelanjaan Ganjar Pranowo dan tiga kali lipat pembelanjaan Anies Baswedan.


"Saya sudah jarang melihat gambaran nyata Prabowo lagi," tulis BBC memuat peneliti di Universitas Atma Jaya, Yoes C Kenawas.


"Sebaliknya, internet, ruang tamu, dan jalan-jalan dipenuhi dengan poster-poster Prabowo sebagai tokoh kartun yang gemuk. Itulah cara mereka memperhalus citranya. Dan sejauh ini, hal itu cukup berhasil."


Juru bicara tim kampanye Prabowo mengatakan mereka hanya berusaha menarik generasi muda melalui kampanye yang menyenangkan. Menurut tim Prabowo, ini bukanlah sesuatu yang buruk,


"Politik dapat disampaikan melalui metode yang berbeda... itu bukan hal yang buruk," kata juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Dedek Prayudi.


Prabowo mencalonkan diri sebagai presiden, tetapi kalah pada tahun 2014 dan 2019. Walau begitu, saat ini kampanyenya sangat berbeda, dengan para pemilih muda mengatakan bahwa mereka lebih suka menilai Prabowo berdasarkan cara ia mengatasi pengangguran dan biaya hidup.


"Logikanya adalah kekalahan Prabowo, setidaknya sebagian, karena citranya yang kuat dan gaya penghasutnya mengasingkan sebagian pemilih," tambah BBC memuat Dr Eve Warburton, direktur Institut Indonesia di Australia National University.


Sumber: CNBC

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: