Media Asing Sorot 'Detik-Detik' Pemilu RI, Sebut Sosok Ini Jadi Kunci - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Media Asing Sorot 'Detik-Detik' Pemilu RI, Sebut Sosok Ini Jadi Kunci

Media Asing Sorot 'Detik-Detik' Pemilu RI, Sebut Sosok Ini Jadi Kunci

Media Asing Sorot 'Detik-Detik' Pemilu RI, Sebut Sosok Ini Jadi Kunci


DEMOCRAZY.ID - Pengaruh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan presiden (pilpres) RI telah mendapat sorotan media internasional. Salah satunya adalah media Singapura, Channel News Asia (CNA).


Dalam pemberitaan CNA, Selasa (13/2/2024), media itu menuliskan bagaimana Jokowi mendapatkan angka kepuasan mencapai 80%. 


Pengamat yang diwawancarai CNA menjelaskan bahwa popularitas dan pengikut setianya memberinya modal politik bagi kandidat yang terafiliasi kepadanya dalam pemilu.


Kandidat yang telah mendapatkan suara mayoritas pendukung dan penggemar Jokowi adalah Prabowo Subianto. 


Prabowo diketahui telah menarik putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon wakil presiden (cawapres).


Sejak penambahan Gibran ke dalam daftar calon presiden diumumkan, peringkat Prabowo telah melonjak hingga unggul dua digit dibandingkan dua calon presiden lainnya, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.


Meskipun Jokowi tidak secara resmi mendukung siapapun dalam pencalonan untuk menggantikannya, status putranya sebagai pasangan calon wakil presiden Prabowo secara luas dianggap sebagai tanda persetujuan presiden.


"Dengan Gibran dipasangkan sebagai calon wakil presiden dari Prabowo, ini memperjelas posisi Jokowi," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) relawan pendukung Jokowi, Projo, Handoko.


Dengan dukungan dari petahana, jaringan tersebut kini memberikan dukungannya kepada kubu Prabowo-Gibran dalam sebuah fenomena yang oleh sebagian orang disebut sebagai "efek Jokowi".


"Bukan Projo atau Gibran yang berpengaruh besar (terhadap elektabilitas Prabowo). Jokowi lah yang berpengaruh besar. Masyarakat kini tidak lagi mempertanyakan bagaimana posisi Jokowi. Semuanya sudah jelas sekarang," tambah Handoko.


Namun pencalonan Gibran disebutkan memicu kontroversi. Pasalnya, Mahkamah Konstitusi (MK) pada bulan Oktober lalu memutuskan bahwa usia minimum 40 tahun bagi calon presiden dan wakil presiden Indonesia tidak berlaku bagi pemimpin daerah terpilih.


MK pada saat itu dipimpin oleh Anwar Usman, yang juga paman Gibran dan ipar Jokowi. Anwar diketahui telah dijatuhi sanksi oleh Mahkamah Kehormatan MK lantaran diyakini telah melakukan pelanggaran etik atas putusan ini.


"Dengan adanya putusan ini secara langsung akan memunculkan nilai-nilai Orde Baru yang selama ini kita tolak," kata mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, Muhamad Kholi, merujuk pada rezim otoriter mantan Presiden Indonesia Soeharto.


"Ini awal dari nepotisme dan kita semua menentang kebijakan ini karena menodai demokrasi di Indonesia," tambahnya.


Masa Kampanye


Walaupun Jokowi akan mengundurkan diri pada bulan Oktober setelah menjabat maksimal dua periode jabatan, wajahnya juga terpampang jelas di poster kampanye yang mendukung pasangan Prabowo-Gibran.


"Presiden bisa berkampanye, presiden bisa memihak. Tapi yang terpenting saat berkampanye tidak boleh menggunakan fasilitas negara," ujarnya.


Presiden telah melakukan perjalanan ke Jawa Tengah setidaknya tiga kali dalam sebulan terakhir untuk mendistribusikan bantuan pupuk, beras dan uang tunai. Cara Jokowi ini dikenal luas sebagai blusukan.


Namun, manuver ini menimbulkan pertanyaan mengenai klaim netralitasnya. Diketahui, Jawa Tengah merupakan lumbung suara besar bagi Ganjar Pranowo berkat posisinya dahulu sebagai gubernur provinsi itu.


"Blusukan merupakan salah satu cara Jokowi yang paling efektif dalam menjaga kedekatannya dengan pemilih. Lewat blusukan, dia bisa menyalurkan bantuan sosial dan lain sebagainya," kata Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia.


"Salah satu alasan masyarakat begitu mengapresiasi kinerja Jokowi adalah karena pemerintah, melalui presiden, dinilai selalu memberikan bantuan sosial kepada masyarakat."


Sumber: CNBC

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: