Waduh! Faisal Basri Tuding Program Kebanggaan Jokowi Sesat - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Waduh! Faisal Basri Tuding Program Kebanggaan Jokowi Sesat

Waduh! Faisal Basri Tuding Program Kebanggaan Jokowi Sesat

Waduh! Faisal Basri Tuding Program Kebanggaan Jokowi Sesat


DEMOCRAZY.ID - Ekonom senior Faisal Basri menyebut program andalan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni hilirisasi sesat. 


Hal ini diungkapkan dalam Diskusi INDEF "Tanggapan Terhadap Debat Pemilu Kelima", Senin (5/2/2024).


"Saya sedih tidak dibicarakan industrial policy, pokoknya hilirisasi. Dan hilirisasi itu konsep sesat," kata Faisal.


Dia bahkan mengajak debat terbuka kepada Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk melakukan debat secara terbuka. Terkait dengan hilirisasi.


"Saya bisa debat dengan Luhut Pandjaitan secara terbuka, anda organisir saja, saya sama Tom Lembong (Thomas Lembong) berdua. Luhut dengan Seto (Septian Hario Seto)," jelas Faisal.


Lantas apa alasan Faisal menyebut program hilirisasi 'Jokowi' sesat?


Faisal bercerita dirinya sudah berbicara dengan Luhut mengenai hilirisasi. Namun ia mengaku tidak puas dengan diskusi yang dilakukan. 


Menurutnya jika hilirisasi atau penyetopan ekspor bahan mentah dilakukan maka negara lain akan mencari alternatif.


"Kalau nikel ini dilarang ekspor maka nikel di pasar dunia jadi berkurang, harga akan naik makan Elon Musk dan lain-lain niscaya akan mencari alternatif yang lebih murah. Nah itu tahu lithium ferro phosphate. Ada lagi yang dapat lebih murah sodium phosphate," kata Faisal.


Faisal takut jika hubungan Indonesia rusak dengan negara lain imbas pelarangan ekspor, maka akan ada dampak yang dapat merugikan negara. 


"larang melarang itu adalah kebijakan paling biadab," katanya.


Selain itu menurutnya guna mendatangkan investor pemerintah pada program hilirisasi, pemerintah memberikan kemudahan memberikan harga bahan baku nikel di bawah harga pasaran. Sehingga subsidi yang diberikan itu juga merugikan negara.


"Harga bijih nikel tahun lalu US$ 80 dollar pemerintah mengenakan harga resmi HPM hanya US$ 40 jadi 'Eh China lu kalau beli bahan baku US$ 80 kan, datang ke Indonesia gw cuma kasih 40'," kata Faisal.


"(Investor) itu welcome dari Indonesia di China gak bisa polusi-polusian di Indonesia welcome anda rusak tuh Indonesia dari polusi segala macem. Karena anda sudah saya cap Proyek Strategis Nasional (PSN)," jelasnya.


Faisal juga mengatakan karena adanya kebijakan hilirisasi membuat komoditas nikel bakal dieksploitasi habis-habisan.


"Jadi adinda (peserta) itu gak bukan generasi emas, tapi generasi cemas karena kekayaan alamnya sudah habis," jelasnya.


Adapun menurutnya keuntungan dari hilirisasi hanya dinikmati oleh negara asing seperti China. 


Melihat banyaknya investasi dari perusahaan asing yang mengolah sumber daya alam ini.


"Siapa yang nikmati pengusaha 100% Tiongkok, labanya ya 100% ke Tiongkok, teknologi 100% Tiongkok, paten fee lari ke Tiongkok, modalnya dari Bank di China 100% bunganya lari ke China. Tinggal PBB, tanya PBB berapa? hanya Rp 1 - 2 miliar," katanya.


Sumber: CNBC

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: