Closing Statement Debat, Suara Anies Bergetar Saat Nyatakan Lawan Ketimpangan - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Closing Statement Debat, Suara Anies Bergetar Saat Nyatakan Lawan Ketimpangan

Closing Statement Debat, Suara Anies Bergetar Saat Nyatakan Lawan Ketimpangan

Closing Statement Debat, Suara Anies Bergetar Saat Nyatakan Lawan Ketimpangan


DEMOCRAZY.ID - Momen menarik tersaji saat Anies Baswedan membacakan closing statement dalam debat pamungkas Pilpres 2024 semalam. Suara capres 01 itu bergetar, termasuk saat menyatakan perlawanan terhadap ketimpangan.


Potongan closing statement Anies ini pun viral di media sosial X. Banyak yang membahasnya.


Dalam pernyataan penutup tersebut, Anies bicara soal kegiatannya keliling Indonesia untuk menghadapi Pilpres 2024. Anies menyerap aspirasi mereka yang menginginkan perubahan. 


Anies menyebut Pilpres 2024 ini merupakan perjalanan spiritual dia dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), sang cawapres. 


Setiap jabat tangan dan pelukan dengan rakyat, membawa pesan ingin Indonesia yang lebih baik.


Kemudian, momen suara Anies mulai bergetar saat menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam perjuangan di Pilpres 2024 selama ini.


"Kami menemukan orang-orang yang bertugas di lapangan bersama kami. TNI, polisi, ASN, kepada mereka kami sampaikan rasa terima kasih yang luar biasa," kata Anies yang suaranya mulai bergetar.


"Kita juga menyaksikan ada yang menolak ini. Yang hidup dari ketimpangan ini. Yang justru merasakan kekuasaan dari ketimpangan ini. Itu yang akan kami lawan," lanjut Anies.


"Tapi kami tidak melawan dengan kebencian, kami tidak melawan dengan rasa ketidaksukaan, kami akan membawa ini dengan spirit, Surodiro Joyoningrat, Lebur Dening Pangastuti, segala ankara murka akan kalah oleh kebaikan," ucap Anies masih dengan suara bergetar. 


Dalam momen itu, Anies menyatakan Merah Putih di atas segalanya. Dia menyampaikan penghormatan kepada kebinekaan. 


Menurutnya, persatuan akan membawa Indonesia menjadi cerdas, sejahtera, dan sehat.


"Kesetaraan kesempatan bagi semua itulah yang kami akan bawa. Setara bagi siapa? Laki perempuan, kaya miskin, kota desa, mereka yang berpendidikan umum madrasah pesantren, agama apa pun, suku apa pun. Dan kami akan tegaskan negara tidak berdagang dengan rakyat, negara tidak pelit dengan rakyat," ucapnya.



Sumber: Kumparan

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: