AS Ketar-Ketir, 3 Negara Musuhnya Akan Latihan Militer Bareng - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

AS Ketar-Ketir, 3 Negara Musuhnya Akan Latihan Militer Bareng

AS Ketar-Ketir, 3 Negara Musuhnya Akan Latihan Militer Bareng

AS Ketar-Ketir, 3 Negara Musuhnya Akan Latihan Militer Bareng


DEMOCRAZY.ID - Republik Islam Iran baru-baru ini mengatakan pihaknya akan mengadakan latihan angkatan laut gabungan dengan Rusia dan China pada akhir tahun ini, dimana ketegangan di kawasan itu meningkat akibat serangan pasukan Houthi yang berbasis di Yaman terhadap lalu lintas kapal komersial dan serangan AS terhadap pasukan milisi sekutu Teheran yang bermusuhan di Irak dan China serta Suriah pada akhir pekan.


Pada hari Senin, kepala angkatan laut Iran mengatakan negara-negara lain juga telah diundang untuk bergabung dalam manuver angkatan laut tersebut.


Iran mengutuk serangan AS, beberapa di antaranya menargetkan situs yang digunakan oleh operasi Korps Garda Revolusi Islam Teheran.


“Latihan ini akan dilakukan dengan tujuan melindungi keamanan kawasan dan kepentingan bersama,” kata Laksamana Muda Shahram Irani, menurut Kantor Berita Republik Islam milik negara, melansir The Washington Post, Rabu, 7 Februari 2024.


Pengumuman ini muncul setelah pasukan Komando Pusat AS pada hari Minggu pekan lalu melakukan serangan terhadap situs rudal jelajah serangan darat Houthi di Yaman. 


Para pejabat mengatakan mereka siap meluncurkan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan menimbulkan “ancaman besar terhadap kapal Angkatan Laut AS dan kapal dagang di wilayah tersebut.”


Kelompok Houthi, yang memiliki sejarah panjang hubungan militer dan diplomatik dengan Iran, mengatakan mereka melancarkan serangan terhadap kapal-kapal tersebut sebagai bentuk solidaritas dengan pasukan Hamas Palestina yang kini tengah berperang dengan Israel di Jalur Gaza.


“Tindakan ini akan melindungi kebebasan navigasi dan menjadikan perairan internasional lebih aman dan terjamin bagi kapal Angkatan Laut AS dan kapal dagang,” kata Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan setelahnya.


Para pejabat Iran menyebut serangan yang dilancarkan terhadap pasukan Houthi merupakan “pelanggaran berulang terhadap integritas wilayah Yaman dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.”


“Terus berlanjutnya tindakan sewenang-wenang seperti itu akan menjadi sebuah petualangan terang-terangan dan ancaman yang mengkhawatirkan terhadap perdamaian dan keamanan internasional,” kata Nasser Kanaani, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.


Dia menuduh Washington dan London memicu kekacauan dan ketidakstabilan untuk menciptakan “ruang bernapas” bagi Israel, yang dia sebut sebagai ‘rezim kriminal Zionis’. 


“Komunitas internasional mempunyai tanggung jawab untuk meminta pertanggungjawaban Amerika Serikat dan Inggris,” kata Kanaani.


Ini bukan pertama kalinya ketiga negara mengadakan latihan gabungan. Pada bulan Maret 2023, kapal perang dari Rusia, China, dan Iran melakukan “Security Bond 2023”, sebuah latihan angkatan laut gabungan di Laut Oman.


Sumber: VIVA

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: