'Anies Cerdas, Prabowo Tulus, Ganjar Bangs*t' - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

'Anies Cerdas, Prabowo Tulus, Ganjar Bangs*t'

'Anies Cerdas, Prabowo Tulus, Ganjar Bangs*t'

'Anies Cerdas, Prabowo Tulus, Ganjar Bangs*t'


DEMOCRAZY.ID - Perfoma tiga capres dalam debat tak luput dari penilaian Rocky Gerung. 


Pengamat politik yang terkenal dengan ciri khas lontarannya tanpa babibu itu menyimpulkan Anies Baswedan sosok yang cerdas sementara Prabowo Subianto sosok yang tulus.


"Saya ikuti lima (kali) debat itu, panggung itu dimenangkan Anies, ok. Ada kesejukan di situ selama lima kali debat ini. Tetapi di debat terakhir ini di closing statemen ketulusan ada di Prabowo," kata Rocky Gerung dikutip dari kanal YouTube Hersubeno Point, Senin (5/2).


"Yes Anda boleh hina tetapi seseorang yang angkuh dan tiba-tiba menundukkan kepala serius mengatakan saya minta maaf kepada Pak Anies, itu soalnya kesejukan ada pada Prabowo, kecerdasan ada pada Anies," tambahnya.


Bagaimana dengan Ganjar Pranowo? Rocky menilai Ganjar sangat angkuh. Penilaian disampaikan Rocky merujuk closing statement atau pernyataan penutup yang disampaikan Ganjar pada debat terakhir kemarin.


"Apa yang dia (Ganjar) bilang ditujukan khusus kepada Prabowo. Jangan pilih seseorang yang pernah membunuh, melanggar hak asasi manusia. Nggak ada hak sedikit pun Ganjar bicara itu," kata Rocky.


Menurut Rocky yang boleh bicara soal itu adalah mahasiswa bukan Ganjar selaku capres 2024. 


Seharusnya juga, kata dia, Ganjar mengucapkan terima kasih dan tidak mengomentari soal HAM sebab Ganjar sendiri melakukan pelanggaran HAM.


"Apa hak Ganjar. Ganjar bagian dari orang yang mengelukan Prabowo ketika Megawati mengangkat Prabowo sebagai (calon) wakil presiden. Ini orang ini bangs*t, dia nggak punya hak mengatakan itu. Artinya dia berbohong pada partainya,” ujar Rocky Gerung.


"Dia menunggangi kemarahan publik padahal dia tidak ngerti. Dia itu pelaku pelanggaran HAM di Wadas, Gendeng. Kita mesti fair bilang itu," tukasnya.


Ganjar Pranowo Bicara Soal HAM di Closing Statement Debat Capres, Rocky Gerung : Dia Tidak Berhak Bicara Itu!


Pada sesi closing statement di debat capres terakhir, Ganjar Pranowo menyinggung masalah HAM.


Ganjar Pranowo tegas mengatakan bahwa dirinya bersama Mahfud MD, tak memiliki rekam jejak sebagai pelanggar HAM.


Hal itu kemudian menjadi sorotan oleh salah satu pengamat politik terkemuka, Rocky Gerung.


Rocky Gerung menilai bahwa kata-kata itu tak pantas diungkapkan oleh Ganjar Pranowo.


Hal tersebut dikatakan Rocky saat hadir dalam acara nobar debat capres bersama Deputi AMIN atau tim pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, sebagai salah satu pembicara.


Rocky juga menilai bahwa closing statement dari Ganjar dalam debat capres kelima tersebut, ditujukan kepada Prabowo.


“Apa dia (Ganjar) pada Prabowo tadi? Ditujukan khusus kepada Prabowo. Jangan pilih seseorang pernah melanggar Hak Asasi Manusia. Gak ada hak sedikitpun Ganjar bicara itu,” kata Rocky Gerung dalam nobar debat capres bersama Deputi AMIN, yang juga disiarkan secara langsung di YouTube Hersubeno Point, Minggu 4 Februari 2024.


“Yang boleh bicara itu Gibran di UGM, mahasiswa (yang) boleh bicara itu,” sambungnya.


Ia mengatakan demikian, atas dasar rekam jejak Ganjar Pranowo yang sebagai kader PDIP pernah mendukung Prabowo Subianto, sebagai wakil presiden dari Megawati, pada Pilpres 2009 silam.


“Ganjar bagian dari orang yang mengelukan Prabowo ketika Megawati mengangkat Prabowo jadi wakil presiden,” ujarnya.


Rocky Gerung menilai seharusnya Ganjar Pranowo mengucapkan terima kasih, dan tak perlu berkomentar soal HAM.


“Mestinya Ganjar bilang terima kasih, selesai. Saya tidak akan komentari soal HAM. Biarkan mahasiswa dan guru-guru besar yang komentari,” tuturnya.


Dalam closing statement debat kelima tersebut, Ganjar Pranowo mengatakan bahwa ia sebenarnya hanya mengutip dari apa yang dikatakan Jokowi di tahun 2019 lalu.


Ganjar Pranowo juga salah satu tim kampanye nasional Jokowi pada Pilpres 2019.


“Lima tahun yang lalu, dalam debat capres 2019, saya tim Kampanye Joko Widodo. Beliau menyampaikan dan kita diingatkan untuk tidak memilih pemimpin calon yang memiliki potongan diktator dan otoriter. Dan yang punya rekam jejak pelanggar HAM,” kata Ganjar dalam closing statement debat capres kelima, di JCC Senayan, Jakarta, Minggu 4 Februari 2024.


“Yang punya rekam jejak untuk melakukan kekerasan. Yang punya rekam jejak masalah korupsi. Saya sangat setuju apa yang beliau (Jokowi) sampaikan,” lanjutnya.


Sumber: RMOL

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: