Analis Ungkap Siapa Yang Bikin Prabowo Banjir Sentimen Negatif - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Analis Ungkap Siapa Yang Bikin Prabowo Banjir Sentimen Negatif

Analis Ungkap Siapa Yang Bikin Prabowo Banjir Sentimen Negatif

Analis Ungkap Siapa Yang Bikin Prabowo Banjir Sentimen Negatif


DEMOCRAZY.ID - Prabowo subianto, calon presiden (capres) nomor urut 2, jadi yang terbanyak meraih sentimen negatif di antara para capres di debat terakhir imbas kumpulan besar warga Twitter pendukung capres kompetitor.


Capaian tersebut berdasarkan analisis Drone Emprit terhadap percakapan di Twitter atau X pada periode Minggu (4/2) pukul 19.00 sampai dengan 22.00 WIB atau selama debat capres.


Drone Emprit mengungkap Prabowo menjadi capres dengan sentimen negatif terbanyak dari netizen (48 persen), jauh di atas sentimen negatif terhadap capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo (14 persen) dan capres nomor urut 1 Anies baswedan (7 persen).


Sentimen positif buat Prabowo masih di bawah sentimen negatifnya, yakni 43 persen, dengan sentimen netral 9 persen.


Prabowo, yang juga masih menjabat Menteri Pertahanan itu, banyak menuai sentimen negatif terkait sejumlah opini negatif netizen, berikut rinciannya:


+ Dikritik karena selalu sepakat dengan Anies.

+ Dikritik karena sebut otak lamban.

+ Prabowo dinilai lebih buruk dari Sambo.

+ Dikritik dan disindir terkait program makan dan susu gratis.

+ Kritik soal tanggapan penanganan kesehatan dengan jawaban program makan gratis.

+ Sindir soal rencana peningkatan jumlah Fakultas Kedokteran.

+ Soroti dan kritik penanganan stunting yang diatasi dengan program makan gratis.


Lalu siapa yang banyak menyerang Prabowo dengan sentimen negatif ini?


Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi mengungkap, berdasarkan pemetaan medsos, kumpulan besar akun pro Anies di Twitter yang jadi pemicunya.


"Tampak ada satu klaster besar yang mayoritas berwarna merah (sentimen negatif) link antar nodenya. Klaster ini didominasi oleh akun Pro Anies dan yang cenderung Netral. Mereka yang berkontribusi pada tingginya sentimen negatif kepada Prabowo," urai dia, di akun Twitter-nya, Senin (5/2).


Ia melanjutkan di pinggir klaster ini ada klaster pro-Ganjar, "yang juga berwarna merah atau menambah sentimen negatif semakin tinggi."


Pada prinsipnya, kata Ismail, akun pro-Prabowo tak banyak beredar di Twitter.


"Klaster Pro Prabowo terbangun atas beberapa klaster kecil. Satu klaster yang paling besar berinteraksi langsung dengan klaster Pro Anies. Beberapa klaster kecil lain terpisah menyendiri di pinggir."


"Ini memperlihatkan kecilnya pendukung Prabowo di Twitter, sehingga percakapannya didominasi oleh pendukung kubu lain," tandas dia.



Sumber: CNN

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: