Airlangga Bantah Anies Soal Bansos: Tidak Pernah Ada Pemberi Yang Mengklaim - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Airlangga Bantah Anies Soal Bansos: Tidak Pernah Ada Pemberi Yang Mengklaim

Airlangga Bantah Anies Soal Bansos: Tidak Pernah Ada Pemberi Yang Mengklaim

Airlangga Bantah Anies Soal Bansos: Tidak Pernah Ada Pemberi Yang Mengklaim


DEMOCRAZY.ID - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membantah pernyataan capres nomor urut 01 Anies Baswedan soal bantuan sosial (bansos). 


Airlangga menegaskan, hingga saat ini tidak pernah ada yang mengeklaim sebagai pemberi bansos. 


"Tidak pernah ada pemberi yang mengeklaim, semua dilakukan rakyat oleh pemerintah sejak sebelum COVID, PKH kemudian KIS, KIP. Jadi tidak," ucap Airlangga saat ditemui awak media di JCC Senayan, Minggu (4/2). 


Dia menegaskan, bansos sepenuhnya untuk rakyat. Anggarannya juga dari rakyat. Semua dilaksanakan sesuai dengan data yang ada.


"Kalau data belum lengkap itu dilengkapi lagi," ucapnya.


Penerimanya pun, klaim Airlangga, telah tepat sasaran. Data penerima juga pernah diperbaiki saat pandemi COVID-19.


"Tepat sasaran, ada yang belum terima diperbaiki pada saat COVID kita bikin PKLWN (Program Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung) untuk yang tidak mendapatkan dana sasaran," ucapnya.


Dalam debat pamungkas Pilpres 2024, Anies sempat mengkritik soal bansos. Menurut Anies, bansos mestinya diberikan sesuai kebutuhan yang diberi, bukan kepentingan pemberi.


"Kita ingin memastikan hidup sehat. Bila sakit ada pertolongan cepat. Tumbuh cerdas dengan biaya terjangkau, keluarga sejahtera karena upahnya layak, dan bila membutuhkan diberikan bansos sesuai kebutuhannya. Bansos plus, bukan memberikan bansos untuk kepentingan yang memberi, tapi untuk kepentingan yang diberi. Dan warga negara yang bangga dengan negaranya karena dijaga budayanya dan etikanya dijaga tinggi," kata Anies.


Soal bansos ini juga sempat disinggung oleh capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo. 


Dia menilai, masalah saat ini, bansos dibagikan ke rakyat seolah-olah itu bantuan kelompok atau perorangan. 


"Kita punya problem, karena banyak klaim yang diberikan seolah-olah ini bantuan orang per orang atau kelompok, padahal kita masih punya ada data yang tidak valid, ada cara penyampaian tidak benar, ada protes yang kemudian tidak terverifikasi atau terespons dengan baik," ucap Ganjar dalam sesi debat dengan Anies. Mereka kompak mengkritisi pembagian bansos.


Sumber: Kumparan

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: