7 Kriteria Pemimpin Menurut Muhammadiyah, Bukan Mementingkan Pribadi dan Golongan - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

7 Kriteria Pemimpin Menurut Muhammadiyah, Bukan Mementingkan Pribadi dan Golongan

7 Kriteria Pemimpin Menurut Muhammadiyah, Bukan Mementingkan Pribadi dan Golongan

7 Kriteria Pemimpin Menurut Muhammadiyah, Bukan Mementingkan Pribadi dan Golongan


DEMOCRAZY.ID - Pemimpin dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai orang yang memimpin. 


Berdasarkan definisi ini, pemimpin tidak harus menjadi seorang ketua dalam suatu organisasi/kelompok. 


Dalam Islam, seorang muslim adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadis bahwa sesungguhnya setiap orang adalah khalifatullah fil ardi, manusia penanggung jawab kehidupan di bumi.


Sadar bahwa setiap orang adalah pemimpin itu penting. Hal ini agar kita bisa membawa diri ke jalan yang benar dan dapat mempertanggungjawabkannya di akhirat kelak.


Menjadi seorang pemimpin setidaknya harus mencontoh akhlak dan perilaku Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah pemimpin terbaik yang menjadi teladan seluruh umat.


Soal pemimpin, organisasi Islam Muhammadiyah telah merumuskan tujuh kriteria yang harus dimiliki seorang pemimpin. Kriteria ini pemimpin sebagian besar tercermin dalam sifat-sifat rasul. 


Kriteria pemimpin menurut Muhammadiyah ini harus dimiliki setiap orang. Bukan hanya pemimpin yang punya kedudukan, tapi juga mereka yang memimpin untuk dirinya sendiri.


Kriteria pemimpin ini bisa menjadi salah satu rujukan untuk memilih pemimpin Indonesia untuk lima tahun mendatang pada 14 Februari 2024, baik presiden dan wakilnya maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat/Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Kriteria pemimpin ini bisa juga sekadar renungan untuk diri sendiri.


Kriteria Pemimpin Menurut Muhammadiyah


Mengutip Instagram resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah @Lensamu, berikut ini tujuh kriteria pemimpin menurut organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu.


1. Pemimpin harus memiliki integritas, di dalam agama disebut sidiq.


2. Pemimpin harus memiliki kapabilitas atau kemampuan untuk memimpin Indonesia, yang juga disebut dengan amanah.


3. Seorang pemimpin harus memiliki sifat tablig, yang disebut juga memiliki jiwa kerakyatan dan mengutamakan kepentingan rakyat untuk kesejahteraan, kemakmuran, dan kemajuan rakyat.


4. Harus visioner, memiliki visi strategis untuk kepentingan bangsa, yang juga disebut fatanah.


5. Berjiwa negarawan, dia harus menomorsatukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, di atas kepentingan golongan, di atas kepentingan suku, agama, dan sebagainya.


6. Mampu menjalin hubungan internasional juga dibutuhkan sebagai seorang pemimpin bangsa.


7. Dalam pandangan Muhammadiyah, seorang pemimpin harus berjiwa reformis, yang senantiasa melakukan pembaruan dalam kehidupan bangsa dan negara.



Sumber: Liputan6

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: