5 Hal Soal Dugaan Korupsi Kontrak Pembelian Jet Tempur Bekas Mirage 2000-5 - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

5 Hal Soal Dugaan Korupsi Kontrak Pembelian Jet Tempur Bekas Mirage 2000-5

5 Hal Soal Dugaan Korupsi Kontrak Pembelian Jet Tempur Bekas Mirage 2000-5

5 Hal Soal Dugaan Korupsi Kontrak Pembelian Jet Tempur Bekas Mirage 2000-5


DEMOCRAZY.ID - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sekaligus calon presiden nomor urut 2 diterpa kabar tak sedap mengenai dugaan korupsi pembelian pesawat jet tempur Mirage 2000-5 bekas dari Qatar. 


Kabar tersebut pertama kali dihembuskan oleh media asing, Meta Nex dalam artikel bertajuk "Indonesia Prabowo Subianto EU Corruption Investigation" pada Jumat, 9 Februari 2024.


Fakta Kisruh Pembelian Jet Tempur Mirage 2000-5


1. KPK diminta usut dugaan kasus korupsi pembelian pesawat jet tempur Mirage 2000-5


Diketahui artikel itu menulis adanya kesepakatan dengan Qatar untuk pembelian 12 jet tempur Mirage bekas senilai 792 juta dolar AS atau setara sekitar Rp 12,4 triliun, atau dengan harga 66 juta dolar AS tiap jetnya. 


The Group of States Against Corruption (GRECO) atau Komisi Antikorupsi Uni Eropa disebut sedang menyelidiki skandal ini.


Menanggapi hal itu, Koalisi Masyarakat Sipil menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan atas laporan dugaan korupsi Pembelian Pesawat Mirage 2000-5 Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.


Koalisi Sipil mengatakan KPK harus membangun komunikasi dan kerja sama dengan badan-badan antikorupsi internasional, khususnya dari Uni Eropa (GRECO) demi mengusut tuntas skandal pembelian Mirage 2000-5. 


Kelompok yang mencakup Imparsial hingga YLBHI ini mengatakan, berbagai kasus korupsi yang pernah ditangani KPK dapat diproses lebih lanjut karena adanya kerjasama internasional yang baik.


"KPK perlu menjadi garda terdepan dari upaya penegakan hukum untuk kasus-kasus korupsi kelas kakap, yang melibatkan pejabat publik dan politik," kata Koalisi.


Koalisi juga meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk berkoordinasi dengan PPATK dalam rangka mencari informasi dan bukti yang lebih kuat atas indikasi pembayaran kick-back 7 persen atau USD 55,4juta kepada Prabowo oleh pejabat Qatar. Skema ini diduga untuk pendanaan politik pada Pilpres 2024.


2. Jubir Menhan membantah


Juru Bicara Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut informasi tersebut hoaks. 


"Itu berita fitnah. Faktanya tidak ada pembelian sama sekali sampai saat ini dan tidak ada di waktu yang akan datang," ujar Dahnil saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jumat, 9 Februari 2024.


3. Proses Borong Mirage 2000-5 ditunda


Sebelumnya, Kementerian Pertahanan atau Kemenhan menyatakan menunda rencana pembelian 12 jet tempur Mirage 2000-5. 


Juru Bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan hal itu karena kapasitas fiskal yang terbatas. 


Menurut dia, penundataan itu diputuskan oleh dua kementerian yakni Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan. 


"Pemerintah telah menunda pembelian jet Mirage karena kapasitas fiskal kami, untuk saat ini, tidak dapat mendukung pembelian," ujar Dahnil dalam sebuah acara di stasiun TV swasta dikutip Reuters pada Kamis, 4 Januari 2024.


Namun, kata Dahnil, sebagai gantinya pihaknya akan melakukan retrofit, penambahan teknologi atau fitur baru pada sistem lama untuk pesawat Sukhoi dan F16 yang ada sebagai gantinya. 


4. Alasan beli jet tempur Mirage 2000-5


Menurut Prabowo, pembelian Mirage 2000-5 disebabkan pesawat milik TNI Angkatan Udara sudah tua. 


Mirage 2000-5 adalah jet tempur generasi keempat bermesin tunggal dari Dassault Aviation dan ditingkatkan oleh Thales Group, dua perusahaan asal Prancis.


Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI, Edwin Adrian Sumantha, menyatakan bahwa pembelian itu dilakukan karena adanya penurunan kesiapan tempur TNI AU. 


Sebab, sejumlah pesawat tempur TNI AU yang akan habis masa pakainya, menjalani peremajaan (upgrade) atau pun perbaikan (overhaul/repair). 


“Pelaksanaan upgrade dan overhaul/repair pesawat tersebut di atas akan menyebabkan penurunan kesiapan pesawat tempur TNI AU,” kata Edwin melalui keterangan tertulisnya.


5. Indonesia negara ketiga di Asia


Indonesia akan jadi negara ketiga di Asia yang mengoperasikan Mirage 2000-5. Sebelumnya, India dan Taiwan sudah memiliki masing-masing sekitar 50 jet tempur Mirage 2000.


Sumber: Tempo

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: