WALHI Sebut Pernyataan Gibran Tak Sesuai Fakta: Food Estate Singkong Gagal, Tidak Pernah Panen! - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

WALHI Sebut Pernyataan Gibran Tak Sesuai Fakta: Food Estate Singkong Gagal, Tidak Pernah Panen!

WALHI Sebut Pernyataan Gibran Tak Sesuai Fakta: Food Estate Singkong Gagal, Tidak Pernah Panen!

WALHI Sebut Pernyataan Gibran Tak Sesuai Fakta: Food Estate Singkong Gagal, Tidak Pernah Panen!


DEMOCRAZY.ID - Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Tengah Bayu Herinata membantah klaim calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka yang mengklaim food estate di Gunung Mas berhasil. 


Ia menyebut, hingga hari ini belum ada panen di food estate yang telah dikerjakan pemerintah di sana. 


"Food estate gagal, terlebih yang food estate singkong di Gunung Mas. Singkong di sana gagal tumbuh. Lalu diganti jagung, itu juga maksimal tumbuhnya dan belum ada panen sampai hari ini," ujar Bayu dalam keterangannya kepada Tempo pada Senin, 22 Januari 2024. 


Food estate di Gunung Mas awalnya ditanami singkong oleh Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. 


Namun, tanah di sana ternyata tidak cocok dengan singkong, sehingga singkong yang ditanam di sana tidak bisa tumbuh sehingga gagal panen. 


Padahal, hutan sudah terlanjur dibabat yang menyebabkan kerusakan lingkungan serta bencana banjir di daerah sekitar lahan food estate. 


Belakangan, kata Bayu, lahan yang sempat mangkrak itu lantas ditanami jagung. Penanaman jagung di sana pun terkesan dipaksakan karena ditaman dalam polybag sehingga membutuhkan biaya tambahan. 


"Karena gagal maka dibuat justifikasi, mengganti dengan jagung yang ditanam dalam polybag, supaya terlihat berhasil,” ujarnya.


Menurut Bayu, Gibran mengelak kegagal itu dengan menggunakan informasi yang tidak jelas kebenarannya dan tidak sesuai fakta di lapangan. 


Manajer Kampanye Hutan dan Kebun Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nasional, Uli Arta Siagian, program food estate yang digagas pemerintahan Jokowi jelas-jelas gagal. 


“Kami tidak pernah menemukan fakta keberhasilan food estate," katanya. 


Maka, jika dilanjutkan, proyek food estate ini hanya akan menambah pemborosan anggaran serta kerusakan lingkungan. 


Sebelumnya, dalam debat Cawapres Ahad, 21 Januari 2024, calon wakil presiden nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka menanggapi kritik Mahfud Md dan Muhaimin Iskandar terkait program food estate alias lumbung pangan yang dianggap gagal dan merusak lingkungan.


"Saya tegaskan sekali lagi Pak, (food estate) memang ada yang gagal, tapi ada yang berhasil, juga yang sudah panen," ujar Gibran. 


Gibran lantas mengklaim food estate di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah sudah panen jagung dan singkong. 


“Intinya adalah warga jangan diberikan narasi-narasi yang menakutkan, kita harus optimis Pak! Bapak-bapak ini adalah calon-calon pemimpin, harus optimis," tutur Gibran. 


Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini menyampaikan bahwa food estate adalah program jangka panjang. 


Sehingga tidak bisa dinilai keberhasilannya lewat sekali, dua kali, atau bahkan tiga kali panen.


Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan tiga peserta Pilpres 2024, yakni pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD nomor urut 3.


Masa kampanye Pemilu 2024 berlangsung mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari. Setelah masa kampanye, ada masa tenang pada 11-13 Februari. Kemudian, jadwal pemungutan suara berlangsung serentak pada 14 Februari 2024.


Sumber: Tempo

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: