Update Gencatan Senjata Baru di Gaza, Israel-Hamas Damai Permanen? - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Update Gencatan Senjata Baru di Gaza, Israel-Hamas Damai Permanen?

Update Gencatan Senjata Baru di Gaza, Israel-Hamas Damai Permanen?

Update Gencatan Senjata Baru di Gaza, Israel-Hamas Damai Permanen?


DEMOCRAZY.ID - Pembicaraan intensif gencatan senjata antara Israel dan Hamas kembali digelar. 


Menurut tiga sumber yang mengetahui hal tersebut, baik Israel dan Hamas pada prinsipnya sepakat melakukan pertukaran sandera Israel dengan tahanan Palestina saat gencatan senjata selama sebulan.


Namun, rencana kerangka kerja tersebut terhambat oleh perbedaan pendapat antara kedua belah pihak. Ini mengenai cara mengakhiri perang Gaza secara permanen.


"Putaran terakhir diplomasi dimulai pada 28 Desember dan telah mempersempit perbedaan pendapat mengenai lamanya gencatan senjata awal menjadi sekitar 30 hari, setelah Hamas pertama kali mengusulkan jeda beberapa bulan," kata salah satu sumber, seorang pejabat yang menjelaskan perundingan tersebut, seperti dikutip Reuters pada Rabu (24/1/2024).


Menurut sumber lain, Hamas menolak untuk melanjutkan rencana tersebut sampai kondisi gencatan senjata permanen di masa depan disepakati. 


Kata salah satu sumber, seorang pejabat Palestina yang dekat dengan upaya mediasi "Israel berusaha melakukan perundingan secara bertahap, sementara Hamas sedang mengupayakan paket kesepakatan"yang menyetujui gencatan senjata permanen sebelum para sandera dibebaskan pada tahap awal".


Dilaporkan pula bahwa baik pihak Israel dan Hamas berbicara melalui mediator. Keduanya tidak berbicara secara langsung selama perundingan tersebut.


Ketika ditanya tentang perundingan tersebut, pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan bahwa organisasi tersebut terbuka untuk mendiskusikan gagasan. Namun belum ada kesepakatan yang dicapai.


"Kami terbuka terhadap semua inisiatif dan proposal, namun perjanjian apa pun harus didasarkan pada penghentian agresi dan penarikan penuh pendudukan dari Jalur Gaza," kata Abu Zuhri dimuat laman yang sama.


"Salah satu tawaran Israel adalah mengakhiri perang jika Hamas menyingkirkan enam pemimpin senior dari Gaza," kata sumber lain yang merupakan seorang pejabat senior Hamas.


"Hamas secara mutlak menolak usulan tersebut," tegasnya.


Sumber tersebut mengatakan daftar tersebut juga menyangkut Yahya Sinwar dan Mohamed al-Deif, yang merupakan target utama Israel untuk dibunuh atau ditangkap dalam perang. 


Mereka diperkirakan bersembunyi jauh di dalam jaringan terowongan Hamas yang luas di bawah Gaza.


Sebelumnya upaya mediasi intensif yang dipimpin oleh Qatar, Amerika Serikat (AS) dan Mesir dalam beberapa pekan terakhir berfokus pada pendekatan bertahap untuk membebaskan berbagai kategori sandera Israel. 


Dimulai dengan warga sipil dan diakhiri dengan tentara, dengan imbalan penghentian permusuhan, pembebasan tahanan Palestina dan bantuan ke Gaza.


Sumber: CNBC

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: