Ungkap Peluang Paslon 01 dan 03 Bergabung, JK: Apa Bisa Persatukan Bu Mega dan Pak Jokowi Sekarang? - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Ungkap Peluang Paslon 01 dan 03 Bergabung, JK: Apa Bisa Persatukan Bu Mega dan Pak Jokowi Sekarang?

Ungkap Peluang Paslon 01 dan 03 Bergabung, JK: Apa Bisa Persatukan Bu Mega dan Pak Jokowi Sekarang?

Ungkap Peluang Paslon 01 dan 03 Bergabung, JK: Apa Bisa Persatukan Bu Mega dan Pak Jokowi Sekarang?


DEMOCRAZY.ID - Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla atau JK membuka kemungkinan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 dan nomor urut 3, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD bergabung jika Pilpres 2024 dilakukan dua putaran.


Adapun JK mendukung Anies-Muhaimin pada Pilpres 2024.


Menurut Kalla, paslon nomor urut 3 lebih mungkin merapat ke kubu paslon nomor urut 1 mengingat hubungan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Joko Widodo yang renggang.


Jokowi kini berseberangan dengan PDI-P yang mengusung Ganjar-Mahfud.


"Kalau tidak ke sini (01) berarti ke 02 kan? Apa mungkin kita persatukan Bu Mega dengan Pak Jokowi sekarang? Iya kan? Di situ juga ada Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Iya. Apa bisa?" kata JK dalam acara Gaspol! Kompas.com, dikutip Rabu (24/1/2024).


JK berpandangan, dalam posisi sulit, kubu paslon nomor urut 3 akan memilih mana yang paling mungkin untuk bekerja sama.


Ia mengungkapkan bahwa tidak ada pihak partai politik yang ingin berada di luar pemerintahan.


"Kan tidak mungkin abstain, buat apa abstain, artinya tidak mengambil kesempatan turut dalam pemerintahan kan?" ucap politikus senior Partai Golkar itu.


JK juga menilai, peluang lebih besar terbuka jika menyatukan PDI-P dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ketimbang bersatu dengan kubu paslon nomor urut 2.


"Iya bukan soal bahwa akan ke sini (01), tapi yang mana paling mungkin," ucap JK.


Kalla juga bercerita soal komunikasinya dengan Megawati. Menurut Kalla, komunikasi itu terus berjalan ketika keduanya bertemu dalam satu acara.


Namun, belum mengarah pada kemungkinan bekerja sama pada putaran kedua Pilpres.


"Karena ini sebenarnya kewenangan partai. Ya kan? Kan namanya ini nanti membangun koalisi lebih besar," ucap JK.


Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengatakan, kemesraan yang belakangan muncul antara kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan kubu Ganjar Pranowo-Mahfud MD terjadi karena kesamaan nasib.


Jazilul mengatakan, sejauh ini memang belum ada komunikasi formil antara kubu pasangan calon nomor urut 1 dan nomor urut 3 tersebut


Meski demikian, ia mengakui saat ini kedua kubu sudah menunjukan sinyal kemesraan di publik.


“Belum bisa disimpulkan (bakal bekerja sama). Tapi biarlah (komunikasi) itu milik publik, jadi makin tahu lah publik, oh ternyata satu nasib ini,” ujar Jazilul, Jumat (12/1/2024).


Sumber: Kompas

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: