Terjun Kampanye, Moral dan Etika Jokowi Dipertanyakan: Bikin Malu Bangsa! - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Terjun Kampanye, Moral dan Etika Jokowi Dipertanyakan: Bikin Malu Bangsa!

Terjun Kampanye, Moral dan Etika Jokowi Dipertanyakan: Bikin Malu Bangsa!
Terjun Kampanye, Moral dan Etika Jokowi Dipertanyakan: Bikin Malu Bangsa!


Terjun Kampanye, Moral dan Etika Jokowi Dipertanyakan: Bikin Malu Bangsa!


Ucapan Presiden Jokowi yang menyebut pejabat setingkat presiden maupun menteri boleh berkampanye selama tidak menggunakan fasilitas negara, langsung dihujani kritik keras. 


Bukan apa-apa, Jokowi sebagai kepala negara dinilai semakin melewati batas-batas kepatutan yang cenderung mencoreng nama baik bangsa dan negara Indonesia.


Dengan kata lain, jika nanti Presiden Jokowi betul-betul berkampanye untuk capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo-Gibran, itu sama saja mempermalukan Indonesia di mata dunia.


Hal ini ditegaskan Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun yang menyoroti etik moral berbangsa Presiden Jokowi usai menyebut presiden dan menteri boleh memihak dan berkampanye. 


"Ini kan saya bicara soal etik, dan moral bernegara, ya, etik itu di atas hukum, di atas pengaturan perundang-undangan, etik itu soal kepatutan, kepantasan, pantas patut kita lakukan," ujar Komarudin, Rabu (24/1/2024).


Bahkan, sambung Komarudin, ini sejarah pertama kalinya ada seorang presiden aktif yang mengkampanyekan anaknya dalam kontestasi Pemilu. 


"Kan anaknya dicalonkan jadi wapres. Jadi, kalau bapaknya presiden aktif, mengkampanyekan anaknya menjadi presiden, itu baru pertama kali terjadi di dunia, itu yang harus dihindari. Ini soal etik moral berbangsa itu," katanya lagi.


Komarudin kemudian menegaskan bahwa etika berbangsa merupakan hal yang penting. Meskipun memang tidak ada UU yang melarang presiden berkampanye. 


"Kita berbangsa, etik itu penting dalam berbangsa dan bernegara," ucap dia.


Sebelumnya, Jokowi mengatakan presiden boleh berkampanye. Presiden, kata Jokowi, boleh juga memihak. 


"Presiden tuh boleh lho kampanye, Presiden boleh memihak, boleh," ujar Jokowi di Pangkalan TNI AU Halim, Jakarta, Rabu (24/1/2024). 


Habib Abubakar: Paksakan Gibran Jadi Cawapres, Jokowi Bakal Menuai Badai


Penasihat spiritual Presiden Jokowi, Habib Abubakar Alatas yang telah mendukungnya selama dua periode, kini menarik diri. 


Ia kecewa lantaran Jokowi tidak mendengarkan nasihatnya agar tidak memaksakan Gibran sebagai cawapres, sebab akan menimbulkan bahaya yang besar. 


Dikutip dari Channel YouTube Babe Aldo Aje, Habib membeberkan bahwa semua orang-orang politik saat ini tersandera oleh Jokowi. 


Mereka takut karena punya kesalahan, tetapi mereka menunggu saatnya Jokowi tumbang, mereka akan balas dendam. 


"Tolong Pak Jokowi, dengarkan nasihat saya, jangan memaksa Gibran," tegas Habib.


Habib juga menyoroti Anwar Usman, Hakim Mahkamah Konstitusi yang diduga kuat ikut memuluskan Gibran maju menjadi cawapres lewat putusan kontroversial di Mahkamah Konstitusi. 


"Tapi tolong jangan korbankan Gibran meski saya ngerti alasan Jokowi memajukan Gibran karena ingin melanjutkan pembangunan IKN, tapi sekali lagi jangan tumbalkan Gibran," kata Habib yang juga diviralkan dalam sebuah tayangan akun TikTok @chokba24.


Dengan semakin masifnya upaya memenangkan Gibran, seperti diduga kuat menggerakkan aparat dari tingkat kecamatan hingga provinsi, Habib mewanti-wanti Jokowi agar tidak mendengarkan suara yang menggembosi. 


"Tapi ingat hati mereka tidak sama Pak Jokowi. Saya tahu, belajarlah dari sejarah pendahulu," ujar Habib lagi.


Habib pun kembali mengulangi agar tidak menjadikan Gibran menjadi tumbal. 


"Saya juga sesali Habib Luthfi tidak memberikan nasehat. Semestinya Habib Luthfi sebagai ahli tarikat itu bicara, jangan takut. Demi bangsa dan negara."


Menurut Habib, peringatan kerasnya kepada Jokowi semata-mata karena kecintaannya. 


"Dulu saya membela Jokowi, hari ini saya mengingatkan Pak Jokowi. Buktikan omongan saya, kalau Pak Jokowi memaksakan Gibran, Indonesia akan menjadi negara yang tidak kondusif. Hari ini saya kecewa banget, tolong Pak Jokowi dan Ibu Iriana dengarkan saya," katanya.


Perlu digarisbawahi, sambung Habib, peringatan keras kepada Jokowi sama sekali tidak berdampak apapun bagi dirinya. 


"Karena saya ikhlas, saya tidak pernah mendapat apapun dari Pak Jokowi," demikian Habib.


Sumber: FNN

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: