Sebut Anies Kurang Ajar ke Prabowo, Fahri Hamzah Ungkit Jasa: Kayak Nggak Kenal dan Nyerang Pribadi - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Sebut Anies Kurang Ajar ke Prabowo, Fahri Hamzah Ungkit Jasa: Kayak Nggak Kenal dan Nyerang Pribadi

Sebut Anies Kurang Ajar ke Prabowo, Fahri Hamzah Ungkit Jasa: Kayak Nggak Kenal dan Nyerang Pribadi

Sebut Anies Kurang Ajar ke Prabowo, Fahri Hamzah Ungkit Jasa: Kayak Nggak Kenal dan Nyerang Pribadi


DEMOCRAZY.ID - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Fahri Hamzah melontarkan sindiran keras kepada Anies Baswedan.


Fahri Hamzah menilai Anies Baswedan telah bersikap kurang ajar kepada Prabowo Subianto dengan cara tidak balas budi dan justru menyerang pribadi.


Padahal, ia menilai Prabowo Subianto telah berjasa banyak dalam karier politik Anies Baswedan, khususnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.


Hal ini disampaikan Fahri Hamzah ketika ditanya soal Anies Baswedan yang dinilai melakukan serangan personal kepada Prabowo Subianto dalam Debat Cawapres 2024.


Dalam wawancaranya dengan dr. Richard Lee, Fahri Hamzah awalnya menyinggung bagaimana etika yang semestinya dipegang dalam memperlakukan orang yang berjasa kepada kita.


Menurutnya, orang yang berutang budi semestinya bisa berkomunikasi secara baik dengan orang yang telah berjasa, utamanya dalam politik.


“Karena dalam politik itu kan ada jabatan-jabatan yang dipertandingkan gitu. Apalagi kalau dia pernah berjasa pada kita ya untuk satu tujuan tertentu,” kata Fahri Hamzah, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube dr. Richard Lee, MARS pada Selasa, 23 Januari 2024.


Fahri Hamzah lalu menyinggung jasa Prabowo Subianto yang mendukung Anies Baswedan dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.


Sebagaimana diketahui, Partai Gerindra yang diketuai Prabowo Subianto memang mengusung Anies Baswedan saat Pilkada tersebut.


Menurut Fahri Hamzah, Anies Baswedan semestinya balas budi dengan cara mendukung balik Prabowo Subianto di Pilpres 2024, bukan malah menjadi lawan.


“Kalau Anda enggak punya partai, diberi partai sama beliau, diberi ongkos sama beliau, diatur supaya urus DKI dulu, nanti jadi tim beliau dan kemudian sama-sama memperkuat beliau, kan tentu ekspektasinya begitu,” katanya.


Fahri Hamzah melanjutkan bahwa jikapun Anies Baswedan memang akhirnya memutuskan menjadi lawan Prabowo Subianto sebagai Capres, maka semestinya ada etika yang dipegang.


Ia menilai Anies Baswedan semestinya menemui Prabowo Subianto untuk memohon maaf sekaligus minta izin untuk ikut bertarung dalam Pilpres 2024.


Bahkan, menurut mantan Wakil Ketua DPR ini, permintaan maaf dan izin Anies Baswedan semestinya diperlihatkan kepada publik.


“Okelah, kita bertarungnya idelah, minta maaf dulu, ‘Pak, saya mohon maaf nih saya terpaksa berada di sini, saya kan dibesarkan oleh Bapak, jadi saya izin ya pak ya saya mau bertarung’,” ujarnya.


Sayangnya, menurut Fahri Hamzah, Anies Baswedan sama sekali tidak melakukan etika di atas.


Bahkan, ia menilai Anies Baswedan justru bersikap seolah tidak mengenal Prabowo Subianto dan melakukan serangan pribadi.


“Ini enggak. Kayak enggak kenal dan nyerang pribadi, kan kurang ajar kalau kayak gitu. Kalau menurut saya ya. Mohon maaf ya, ini standar etika saya ya, orang Timur ya,” katanya.


Sumber: Hops

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: