SBY: Pilih Pemimpin, Kalau Tak Ada Perubahan Berarti Tidak Berhasil - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

SBY: Pilih Pemimpin, Kalau Tak Ada Perubahan Berarti Tidak Berhasil

SBY: Pilih Pemimpin, Kalau Tak Ada Perubahan Berarti Tidak Berhasil

SBY: Pilih Pemimpin, Kalau Tak Ada Perubahan Berarti Tidak Berhasil


DEMOCRAZY.ID - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut Pemilu 2024 harus menjadi tonggak kesejahteraan rakyat dimulai. 


Ia menginginkan dalam lima tahun ke depan rakyat Indonesia mampu hidup secara layak dengan prinsip keadilan.


Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu menilai harus ada perubahan yang lebih baik dari Indonesia kini, apabila kondisi lima tahun ke depan masih sama, berarti rakyat tidak berhasil memilih seorang kepala negara.


Wejangan itu SBY sampaikan saat mengisi kuliah umum di Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan, Jawa Timur, Rabu (24/1).


"Mestinya lima tahun mendatang, hidup rakyat kita harus semakin layak. Itulah tujuannya, itulah sasarannya. Itulah mengapa kita memilih pemimpin, memilih wakil-wakil rakyat," kata SBY sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube Tremas TV, Rabu (24/1).


"Kalau tidak ada perubahan, berarti kita tidak berhasil. Kalau tidak semakin baik, berarti kita tidak berhasil. Intinya di situ," imbuhnya.


SBY menyebut tantangan Indonesia ke depan semakin kompleks, terutama di tengah globalisasi dan situasi keamanan global. Ia menyebut pemimpin di masa depan harus menguasai tiga hal.


Seorang pemimpin, lanjut SBY, wajib memikirkan dan mencarikan solusi bagi Indonesia di tengah dampak keamanan global, dampak ekonomi global, dan Indonesia ikut serta menyelamatkan bumi pertiwi.


Oleh sebab itu, SBY berharap agar masyarakat Indonesia benar-benar memilih pemimpin yang memiliki tujuan ke arah sana. 


Ia menginginkan agar Indonesia berubah menjadi negara maju dan semakin dikenal serta diakui dunia.


"Hanya Allah tahu siapa yang akan menjadi presiden dan wakil presiden serta wakil rakyat, hanya Allah. Tetapi siapapun yang ada di situ, tolong pikirkan kita semua rakyat Indonesia, termasuk saya," ujar SBY.


Demokrat kini berada di Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan mengusung paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024. 


Selain Demokrat, Prabowo-Gibran juga didukung oleh Gerindra, Golkar, PAN, PBB, Gelora, dan PSI.


Sebelum berlabuh ke KIM, Demokrat sempat berada di Koalisi Perubahan bersama PKS dan NasDem, sebelum kemudian PKB masuk ke Koalisi Perubahan dan kini resmi mengusung paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. 


Sumber: CNN

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: