Rekaman Netanyahu Soal Perundingan Bocor, Isinya Bikin Qatar Ngamuk! - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Rekaman Netanyahu Soal Perundingan Bocor, Isinya Bikin Qatar Ngamuk!

Rekaman Netanyahu Soal Perundingan Bocor, Isinya Bikin Qatar Ngamuk!

Rekaman Netanyahu Soal Perundingan Bocor, Isinya Bikin Qatar Ngamuk!


DEMOCRAZY.ID - Qatar mengecam keras dan menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sengaja menghalangi perundingan gencatan senjata serta pembebasan sandera dengan Hamas demi keuntungan politik pribadi.


Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari mengatakan pemerintahannya "terkejut" dengan bocoran pernyataan yang diduga dibuat oleh Netanyahu. 


Dalam pernyataan tersebut, Netanyahu disebut mengkritik upaya mediasi Qatar atas perang di Gaza.


Ansari juga menambahkan bahwa komentar pemimpin Israel tersebut adalah "tidak bertanggung jawab dan merusak" tetapi "tidak mengherankan".


"Jika pernyataan yang dilaporkan itu benar, PM Israel hanya akan menghalangi dan melemahkan proses mediasi, dengan alasan yang tampaknya menguntungkan karier politiknya alih-alih memprioritaskan penyelamatan nyawa tak berdosa, termasuk sandera Israel," tulis Ansari di X, sebelumnya Twitter, dikutip Jumat (26/1/2024).


Pernyataan Ansari muncul sebagai tanggapan atas rekaman pertemuan tertutup Netanyahu dengan anggota keluarga sandera awal pekan ini yang diperoleh Channel 12 Israel, di mana ia dilaporkan mengatakan peran Qatar dalam proses mediasi "bermasalah".


PM Israel tersebut diduga mengatakan kepada kerabatnya bahwa dia sengaja tidak berterima kasih kepada Doha atas upayanya hingga saat ini. 


Ia juga telah menyatakan kemarahannya terhadap Amerika Serikat (AS), sekutu terpenting Israel, karena memutuskan untuk mempertahankan pangkalan militer di negara minyak semi-demokratis tersebut.


"Qatar menurut saya pada hakikatnya tidak berbeda dengan PBB. Pada dasarnya, hal ini tidak berbeda dengan Palang Merah, dan dalam beberapa hal bahkan lebih bermasalah," katanya. 


"Saya siap menggunakan aktor mana pun saat ini yang akan membantu saya membawa pulang (para sandera). Saya tidak punya ilusi apa pun tentang (Qatar). Mereka punya pengaruh."


Pada Kamis (25/1/2024), menteri keuangan sayap kanan Israel Bezalel Smotrich, melalui unggahan di X, juga menuduh Qatar bertanggung jawab atas serangan Hamas pada 7 Oktober. 


Ia menyebut negara Teluk itu sebagai "pelindung Hamas" dan "negara yang mendukung dan mendanai terorisme".


Kantor Netanyahu belum memberikan tanggapan atas pertikaian publik tersebut. 


Israel sebelumnya mengancam akan mempersulit perundingan mengenai bantuan, gencatan senjata, serta pembebasan sekitar 130 sandera yang diyakini masih disandera di Jalur Gaza.


Setidaknya 20 orang tewas dan 150 lainnya luka-luka saat menunggu distribusi bantuan di Kota Gaza, kata pemerintah setempat pada Kamis, ketika pertempuran sengit terus berkobar di wilayah pesisir yang terkepung. 


Hamas menyalahkan Israel atas serangan itu. Pasukan Pertahanan Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar.


Qatar, bersama dengan Mesir dan AS, telah berperan sebagai mediator utama dalam serangan selama tiga bulan di Gaza. 


Doha sebelumnya berhasil mengamankan gencatan senjata selama seminggu pada November 2023. 


Ini membebaskan lebih dari 100 sandera sebagai ganti 240 wanita dan anak-anak yang ditahan di penjara-penjara Israel.


Sumber: CNBC

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: