Oligarki Panik, Rocky Gerung Sebut Strategi Palsu Bantahan Dukung Prabowo Terungkap - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Oligarki Panik, Rocky Gerung Sebut Strategi Palsu Bantahan Dukung Prabowo Terungkap

Oligarki Panik, Rocky Gerung Sebut Strategi Palsu Bantahan Dukung Prabowo Terungkap

Oligarki Panik, Rocky Gerung Sebut Strategi Palsu Bantahan Dukung Prabowo Terungkap


DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik Rocky Gerung menilai bahwa pernyataan CEO Djarum dan Adaro dan Boy Thohir, yang mengaku mendukung penuh pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka Sebuah Strategi palsu merupakan tanda bahwa oligarki telah meninggalkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


"Ini tanda akhir," kata Rocky Gerung dalam kanal YouTube Rocky Gerung Official, Kamis 25 Januari 2024


Menurut Rocky, pernyataan Boy Thohir tersebut merupakan taktik untuk membingungkan Jokowi. 


Boy Thohir, yang merupakan kakak kandung erick Thohir diketahui merupakan salah satu pengusaha yang dekat dengan Jokowi.


"Itu taktik atau strategi hasil rapat komisaris itu dengan ceo-nya itu dan menganggap bahwa oke oke silakan Pak boy untuk ucapkan itu tapi nanti kita akan bantah ya kira-kira begitu," kata Rocky.


Rocky juga menilai bahwa pernyataan Boy Thohir tersebut merupakan upaya untuk menanggapi pernyataan PT Adaro Energy Tbk. yang membantah mendukung Jokowi.


"Ini bukan cuma soal Jokowi itu presiden baru juga harus kita pertimbangkan demikian juga aliran modal jaringan modal internasionalnya kan Global Capital yang dia kuasai itu juga akan memaksa djarum untuk melihat Indonesia sebagai bagian yang meragukan kalau belum ada kepasihan politik kan djarum ini juga pegang beberapa saham luar negeri kan jadi saya kira itu intinya tuh kenapa djarum akhirnya bukan akhirnya sebelumnya nya diatur sedemikian rupa djarum akan katakan tidak itu urusan memang urusan pribadi kan enggak mungkin satu korporasi itu terang-terangan mengatakan kami mendukung 02 enggak di belakang layar bisa tetapi justru yang di belakang layar itu yang diduga oleh Jokowi," kata Rocky.


Rocky menilai bahwa tekanan dari oligarki terhadap Jokowi semakin meningkat.


Hal ini dapat dilihat dari pernyataan Mahfud MD yang mengkritik Jokowi terkait rekam jejak buruknya dalam menangani kasus-kasus korupsi.


"Mahfud MD membuka Kotak Pandora pada akhirnya dan itu penanda bahwa Kotak Pandora yang sudah dibuka enggak mungkin ditutup lagi," kata Rocky.


Rocky menilai bahwa tekanan dari oligarki dan masyarakat akan semakin meningkat menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2024.


 Hal ini dapat menjadi peluang bagi para calon presiden yang menawarkan perubahan.


"Orang akan lihat hope-nya siapa, orang akan lihat perubahan ini akan dibawa oleh capres yang mana," kata Rocky.



Sumber: VIVA

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: