Nyaris Seminggu Jokowi 'Ngantor' di Jateng-DIY, 'Ganggu' Kandang Banteng? - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Nyaris Seminggu Jokowi 'Ngantor' di Jateng-DIY, 'Ganggu' Kandang Banteng?

Nyaris Seminggu Jokowi 'Ngantor' di Jateng-DIY, 'Ganggu' Kandang Banteng?

Nyaris Seminggu Jokowi 'Ngantor' di Jateng-DIY, 'Ganggu' Kandang Banteng?


DEMOCRAZY.ID - Presiden Jokowi di minggu ini berkegiatan di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Agenda Jokowi di dua provinsi itu dimulai sejak Sabtu (27/1).


Pada Sabtu (27/1), Jokowi bermain bola bersama warga di sana bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni di Sleman.


Kemudian pada Minggu (28/1), Jokowi bersepeda dan sarapan gudeg bersama Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 


Setelah bertemu AHY, Jokowi bertemu Sri Sultan Hamengkubuwono X.


Pada Senin (29/1), Jokowi meninjau harga kebutuhan pokok di pasar. Setelahnya, Jokowi didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meresmikan Graha Utama Akademi Militer Magelang.


Usai meresmikan Graha Utama Akmil, Jokowi membagikan bantuan beras hingga bertemu masyarakat pelaku UMKM.


Demikian pula hari ini, Selasa (30/1), Jokowi bertemu warga untuk membagikan bantuan beras dan bertemu masyarakat pelaku UMKM di Jateng.


Jokowi dijadwalkan akan berada di Yogyakarta sampai Kamis (1/2). Dengan demikian, Jokowi hampir seminggu 'ngantor' di Yogyakarta dan Jateng.


Jateng diketahui sebagai 'kandang banteng' alias lumbung suara PDIP. 


Kegiatan kunker Jokowi ini bahkan disebut sebagai langkah Jokowi untuk 'turun gunung' membantu mendongkrak elektabilitas Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Jateng.


Apalagi, Jokowi pernah menyatakan presiden bisa berkampanye dan memihak. 


Pernyataan itu pun dianggap sebagai kode Jokowi akan berkampanye untuk Prabowo dan Gibran.


Namun, Istana memastikan Jokowi belum akan berkampanye untuk paslon mana pun.


"Sampai saat ini, kan, belum ada rencana kampanye," kata Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana.


Dalam aturan perundang-undangan, pejabat negara harus mengajukan cuti kepada presiden jika ingin berkampanye atau ikut dalam kegiatan kampanye. 


Artinya, Jokowi harus mengajukan cuti kepada dirinya sendiri.


Menurut Ari, apa yang disampaikan Jokowi soal kampanye dan memihak dalam konteks menjawab pertanyaan wartawan terkait menteri yang ikut kampanye. Jawaban Jokowi juga disampaikan secara normatif.


"Jadi mengenai apakah beliau pada saat itu menyatakan kampanye, kan, beliau tidak. Beliau pada saat itu justru menyatakan ini aturannya dan mengenai kampanye sampai saat ini belum ada rencana untuk berkampanye," tuturnya.


Sumber: Kumparan

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: