Ngamuk di SPBU! Panglima Pajaji Dicari Dewan Adat Dayak, Ini Ancamannya Jika Mangkir - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Ngamuk di SPBU! Panglima Pajaji Dicari Dewan Adat Dayak, Ini Ancamannya Jika Mangkir

Ngamuk di SPBU! Panglima Pajaji Dicari Dewan Adat Dayak, Ini Ancamannya Jika Mangkir

Ngamuk di SPBU! Panglima Pajaji Dicari Dewan Adat Dayak, Ini Ancamannya Jika Mangkir


DEMOCRAZY.ID - Jagat dunia maya digegerkan dengan kasus dugaan pengeroyokan yang dilakukan Panglima Pajaji bersama beberapa rekannya terhadap operator SPBU bernama Andre di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. 


Belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun diduga Panglima Pajaji merasa tersinggung dengan omongan operator SPBU tersebut. Beruntung pertikaian itu dapat dilerai oleh masing-masing pihak.


Terkait kejadian tersebut, Panglima Pajaji juga menegaskan, bahwa persoalannya dengan operator SPBU telah selesai. 


Pemimpin Pasukan Pantak Padagi Borneo itu juga membantah soal tuduhan yang menyebut pihaknya tak membayar bensin.


"Yang mengatakan kita tidak membayar bensin saya pertegaskan pada anda dan kalian semua, jika anda tidak tahu pokok permasalahannya lebih baik anda diam," tegasnya dalam tayangan video yang beredar di YouTube.


Ia juga memastikan, masalahnya dengan pihak SPBU tersebut telah selesai.


"Masalah kami di Pertamina di SPBU Palangkaraya sudah selesai. Jika ada yang menyebarkan hoax, memfitnah kita tidak benar, maka saya Pemimpin Pasukan Pantak Padagi Borneo akan menindak tegas anda." 


"Saya peringatkan baik-baik, saya akan proses secara hukum adat dan hukum negara, tidak main-main dengan tindakan saya," sambungnya.


Terpisah, Kepala Biro Pertahanan Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah, Inggit BS Djaper menegaskan, bahwa pihaknya pun tak akan tinggal diam dengan tindakan Pajaji pada operator SPBU yang merupakan warga asli Dayak.


"Intinya kami terbuka, cuma seperti itu terkait salah satu benar ya kan bicara kan baik-baik."


Inggit juga menegaskan, bahwa pihaknya akan memanggil Pajaji secara adat untuk dimintai keterangan. Namun jika tidak digubris, maka akan ada tindakan susulan.


"Kalau beliau tidak mau datang dari rekan-rekan tokoh masyarakat dan ormas ini langkah pertama adalah melakukan pemanggilan paksa terhadap yang bersangkutan," tuturnya.


Kemudian yang kedua melakukan swiping terhadap plat KB yang terindikasi di situ ada Pajaji dan rekan-rekannya. 


"Nah ini sebenarnya bisa menjadi pelajaran bagi saudara Pajaji, ayo kita buktikan hadirlah saudara di sini," ujarnya.



Sumber: VIVA

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: