Media Asing Sorot Debat Cawapres, Bukan Cak Imin-Gibran-Mahfud Tapi... - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Media Asing Sorot Debat Cawapres, Bukan Cak Imin-Gibran-Mahfud Tapi...

Media Asing Sorot Debat Cawapres, Bukan Cak Imin-Gibran-Mahfud Tapi...

Media Asing Sorot Debat Cawapres, Bukan Cak Imin-Gibran-Mahfud Tapi...


DEMOCRAZY.ID - Media asing kembali menyoroti pemilihan presiden (pilpres) RI. Kali ini debat calon wakil presiden (cawapres) yang berlangsung Minggu malam.


Namun bukan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Gibran Rakabuming Raka, atau Mahfud MD. Ini terkait hilirisasi nikel.


Media Nikkei misalnya. Laman itu membuat artikel "Indonesia election race heats up over Jokowi's nickel strategy Gibran defends father's industrialization push that rival slams as 'reckless'".


"Calon wakil presiden Indonesia yang mewakili pasangan mereka memusatkan perhatian pada strategi industri nikel Presiden Joko "Jokowi" Widodo dalam debat pada Minggu malam menjelang pemilihan presiden mendatang pada 14 Februari," muatnya dikutip Selasa (23/1/2024).


"Debat resmi tersebut, yang merupakan seri keempat dari lima bagian, menyoroti topik-topik pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam dan ketahanan pangan," tulisnya lagi.


"Menampilkan calon Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Mohammad Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar. Mereka adalah pasangan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan," jelas media itu.


Dikatakan Nikke bahwa Jokowi telah menerapkan apa yang disebutnya sebagai "hilirisasi" nikel sebagai sebuah inisiatif untuk membangun rantai nilai pengolahan mineral dalam negeri seiring dengan meningkatnya permintaan bahan baterai kendaraan listrik. 


Pabrik peleburan nikel yang dikendalikan oleh perusahaan China, tambah media tersebut, telah menjamur di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.


"Namun operasi mereka telah menarik perhatian karena dampaknya terhadap lingkungan dan baru-baru ini juga terhadap keselamatan pekerja, karena ledakan pabrik peleburan di sebuah kompleks industri nikel besar di Pulau Sulawesi pada bulan Desember dilaporkan menewaskan 21 orang, sebagian besar adalah penduduk setempat," muatnya lagi.


Dituliskan pula bagaimana hilirisasi ini dijadikan "senjata" Cak Imin dalam menyerang Gibran. 


Dikatakannya bahwa "hilirisasi dilakukan secara serampangan dalam bisnis pertambangan, merusak lingkungan, menimbulkan kecelakaan, dan didominasi oleh tenaga kerja asing".


"Gibran, putra sulung Jokowi yang dianggap akan melanjutkan kebijakan petahana, menanggapinya dengan mengatakan ia tidak akan pernah bosan mengadvokasi industrialisasi di sektor pertambangan dan pertanian," tambah media itu lagi.


Bukan hanya hilirisasi, ketahanan pangan yang dikritik Cak Imin juga disorot. Ini terkait food estate yang jadi salah satu program unggulan pemerintah.


"Kami sangat prihatin. Upaya pengadaan pangan nasional melalui food estate terbukti mengecualikan petani kita [dan] masyarakat adat, menimbulkan konflik agraria bahkan merusak lingkungan kita," muat Nikkei mengutip ucapan Cak Imin.


"Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud juga mengkritik kebijakan tersebut dengan menyebutnya sebagai kegagalan dan merugikan masyarakat," tambah Nikkei lagi menyebut Mahfud MD yang juga mengkritik hal sama walau masih berada di kabinet Jokowi.


Sementara itu, South China Morning Post (SCMP) yang memuat Bloomberg juga menulis hal sama. 


Artikel tersebut juga memiliki judul serupa "Indonesia presidential election: Anies' running mate, Iskandar slams Jokowi's 'reckless' nickel investment policy".


Salah satu dari tiga kandidat terdepan "untuk menjadi wakil presiden Indonesia menyerang kebijakan Joko Widodo yang memaksa perusahaan asing untuk berinvestasi dalam pengolahan mineral melalui larangan ekspor, sehingga meningkatkan kritik terhadap rekam jejak ekonomi kepala negara tersebut," tulisnya pada lead.


'Muhaimin Iskandar, calon wakil presiden Anies Baswedan, mengatakan apa yang disebut kebijakan hilirisasi pemerintah telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang besar tanpa memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat setempat," tambah laman itu.


"Meskipun langkah-langkah tersebut membantu menciptakan lapangan kerja yang sangat dibutuhkan di pulau-pulau terpencil, khususnya di Sulawesi, pekerja asing mendominasi peran baru tersebut, kata Iskandar," merujuk Cak Imin.


Sumber: CNBC

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: