Kritik Situasi Nasional, Rocky Gerung: Solusinya Makzulkan Jokowi! - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Kritik Situasi Nasional, Rocky Gerung: Solusinya Makzulkan Jokowi!

Kritik Situasi Nasional, Rocky Gerung: Solusinya Makzulkan Jokowi!

Kritik Situasi Nasional, Rocky Gerung: Solusinya Makzulkan Jokowi!


DEMOCRAZY.ID - Solusi akademis atas sejumlah persoalan yang terjadi belakangan ini adalah pemakzulan atau impeachment Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari tampuk kekuasaan.  


Hal itu disampaikan Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung saat menjadi pembicara dalam sebuah seminar di hadapan Mahasiswa Indonesia yang berada di Istanbul, Turki, pada Selasa (23/1).


“Tapi okelah menurut kajian akademis solusinya adalah makzulkan Jokowi atau impeachment turunkan Jokowi ganti kabinet. Lho jangan begitu dong? Lho kalau begitu apa yang anda mau?” kata Rocky.


Rocky mengurai bahwa fungsi dari pikiran adalah memberikan kritik. Sehingga, jika ada yang mempersoalkan kritik harus disertai solusi adalah keliru.


“Kritik artinya membangun membongkar mengurai. Apa fungsi pikiran? Fungsi pikiran adalah memberikan kritik, dasarnya itu,” bebernya.


Atas dasar itu, sebagai insan akademik, Rocky mempunyai solusi untuk menyelesaikan persoalan yang menimpa bangsa Indonesia saat ini. 


Yaitu tumbangkan pucuk pimpinan negara dalam hal ini Presiden Jokowi dan copot para menterinya di kabinet.


“Kita sebagai intelektual, saya sebagai dosen mengkritik untuk menerangkan ada yang gak beres. Pak Rocky punya solusi dong? Kurang ajar saya gaji menteri-menteri dan presiden saya suruh nyari solusi lagi. Kan kita bayar pajak suruh nyari solusi?” ungkap dia.


“Justru kita bayar pajak supaya kita bisa ongkang-ongkang kaki dan kabinet itu yang bekerja dengan kita, bukan kita yang mengasih mereka terus ya,” tegasnya.


“Menurut kajian akademis solusinya adalah makzulkan Jokowi atau impeachment turunkan Jokowi ganti kabinet,” tandas Rocky.


Syahganda: Mahfud dan Muhaimin Kompak Bongkar Kebobrokan Jokowi


Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 1, Muhaimin Iskandar dan Cawapres Nomor Urut 3, Mahfud MD dianggap kompak saat membongkar seluruh kebobrokan rezim Joko Widodo saat debat Cawapres terakhir yang diselenggarakan KPU RI pada Minggu kemarin (21/1).


"Yang paling menarik menurut saya debat cawapres kemarin adalah pengungkapan oleh dua orang pendukung Jokowi, yaitu Mahfud MD dan Muhaimin dalam kabinetnya rezim yang sekarang, yang membongkar seluruh kebobrokan-kebobrokan rezim Jokowi ini," kata pengamat politik, Syahganda Nainggolan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Realita TV berjudul "Debat Cawapres, Faizal Assegaf, Syahganda Nainggolan, Rahma Sarita: Gibran Bakul Sampah Politik" yang diunggah pada Senin (22/1).


Kebobrokan rezim Jokowi, lanjut Syahganda, yakni dari sisi ugal-ugalan dalam pengeluaran sumber daya alam, deforestasi yang ugal-ugalan sampai 12 juta hektare hutan hancur selama 10 tahun terakhir, hingga terkait hancurnya aparatur dan pemerintahan dalam konteks mafia tambang.


"Kemudian negara melindungi mafia-mafia, karena menutup informasi berdasarkan keterbukaan informasi publik. Dan berbagai hal lainnya ya, ketahanan pangan yang hancur, food estate yang konspirasi dengan Prabowo, dan pengusaha pengusaha besar lainnya menghancurkan hutan-hutan di Kalimantan dan lain lain," jelas Syahganda.


Menurut Jubir Timnas Amin ini, apa yang disampaikan Mahfud MD saat debat diyakini kredibel karena saat ini masih menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) yang dipastikan mempunyai informasi yang kredibel.


"Makanya usul saya, Jokowi cepat-cepat saja mecat si Mahfud MD ini. Jadi itu kombinasi antara Wakil Ketua DPR Muhaimin dan Mahfud MD, Menko Polhukamnya Jokowi membongkar itu,” ungkapnya.


“Itu sudah menunjukkan kepada rakyat, bahwa Jokowi ini sebenarnya presiden buruk dan terburuk dalam sejarah Republik Indonesia. Nah itu jadi saya senang, saya bangga dengan Muhaimin dan Mahfud MD yang bisa membongkar itu," pungkas Syahganda.


Sumber: RMOL

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: