'Presiden Jokowi Yang Kehilangan Harga Diri' - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

'Presiden Jokowi Yang Kehilangan Harga Diri'

'Presiden Jokowi Yang Kehilangan Harga Diri'
'Presiden Jokowi Yang Kehilangan Harga Diri'


'Presiden Jokowi Yang Kehilangan Harga Diri'


Oleh: Sholihin MS

Pemerhati Sosial dan Politik


Sangat sulit memahami karakter Jokowi jika menggunakan teropong hati nurani dan akal sehat. Apa saja yang diperbuatnya hampir selalu kontradiksi dengan segala hal yang bersifat, keseimbangan, kemapanan, keselarasan, kepatutan, harga diri, kehormatan, dan kemuliaan.


Adakah Jokowi ini lahir dari “alam lain” sehingga perilakunya selalu aneh?


Memang aneh, orang seperti Jokowi yang asal usulnya tidak jelas bisa menduduki jabatan tertinggi di republik ini. Pasti ada yang salah dari KPU dalam mekanisme verifikasi persyaratan calon presiden/wakil presiden.


Pastinya banyak orang yang terkecoh dengan penampilan Jokowi yang low profile , ndeso, sederhana, dan merakyat Semua pandangan positif tentang Jokowi ternyata keliru. Semuanya hanya kamuflsse dan pencitraan.


Masyarakat pendukung Jokowi banyak yang tidak tahu, atau tidak sadar bahwa sebenarnya Jokowi, sebagaimana juga banyak kepala daerah, sebagian besar anggota legislatif, dan sebagian para Ketum Parpol, adalah “boneka-boneka” oligarki taipan yang telah kehilangan kemerdekaan dan kemandiriannya. Celakanya, sebagai Kepala Negara, maka yang dipertaruhkan oleh Jokowi adalah negara Indonesia.


Ngeri, demi mendapatkan dukungan dan bantuan China, Jokowi rela “menggadaikan” Indonesia ke para oligarki taipan dan China komunis. 


Demi melayani mereka, Undang-undang yang telah jadi kesepakatan bangsa dirubah dan diacak-acak demi mengikuti kemauan China, semua kebijakan pemerintah demi melayani China, dan proyek-proyek Jokowi demi China China dan China. 


Dalam kaitan ini, Jokowi sebagai Presiden RI bukan saja telah kehilangan harga diri, tetapi juga telah berkhianat kepada negara dan bangsa


Dan bahkan, menjelang Pilpres 2024 arogansi Jokowi makin menjadi-jadi dengan membolehkan dirinya sendiri sebagai Presiden berkampanye dan memihak (termasuk para menteri) kepada paslon tertentu. 


Semua Undang-undang ditabrak, bahkan Tap MPR yang mengatur tentang etika bernegara juga diabaikan.


Jokowi telah kehilangan etika bernegara, kehilangan rasa malu, dan abai terhadap nilai-nilai moral.


Jokowi sebagai Presiden dengan seenaknya ikut cawe-cawe dengan terlibat langsung mengintervensi proses pencapresan dan pencawapresan yang menjadi hak parpol dan KPU. 


Tidak salah jika banyak orang yang menyebut Jokowi melakukan rangkap jabatan, selain sebagai Presiden, Jokowi juga terlibat sebaga Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Ketua Timses 02 dan bahkan Ketua MK. Sebuah satire untuk seseorang yang haus jabatan dan kekuasaan.


Berbagai problematika selama rezim Jokowi yang tidak akan kunjung terselesaikan hanya bisa teratasi apabila Jokowi digantikan oleh orang yang kompeten, lurus, jujur, amanah, memiliki problem solver, ikhlas, kapable, dan cinta terhadap rakyatnya.


Di antara problematika yang belum kunjung teratasi di era Jokowi adalah :


Pertama, Masalah ijazah palsu Jokowi


Sampai saat ini semua bukti tentang kepalsuan ijazah Jokowi sudah diserahkan ke Pengadilan, tapi hakim karena mungkin takut dipecat tidak berani ketok palu. 


Padahal konsekuensi daro ijazah palsu adalah tidak sahnya Jokowi sebagai Presiden dan sudah memenuhi syarat untuk dimakzulkan.


Kedua, Latar belakang keluarga Jokowi yang tidak jelas


Yang jadi sorotan bagi publik adalah sejauh mana keterlibatan keluarga Jokowi dengan PKI dan di mana sebenarnya posisi Jokowi dengan PKI karena terlalu membela keluarga PKI bahkan menyalahkan TNI dan umat Islam.


Ketiga, Kemenangan Jokowi melalui kecurangan Pemilu 2019


Sudah terlalu banyak bukti kalau Jokowi itu menang Pilpres 2019 melalui jalan kecurangan. Dan rupanya Jokowi akan mengulang kembali berbuat curang di Pilpres 2024. Tindakan Jokowi ini harus dihentikan.


Keempat, Selama rezim Jokowi hukum dikebiri dan jadi alat kekuasaan


Hukum dilakukan dengan tebang pilih, tumpul ke atas tajam ke bawah, galak kepada oposisi dan loyo kepada penguasa dan orang-orang di bawah kendali penguasa.


Kelima, Para pejabat baik dari eksekutif, legislatif maupun yudikatif seolah sengaja dijebak untuk melanggar hukum, untuk selanjutnya dijadikan sandera politik dan kekuasaan


Selain para pejabat, jebakan juga diterapkan kepada para Ketum Parpol agar mudah dikendalikan. Ini bagian dari taktik busuk Jokowi untuk mengendalikan semua orang dan partai-partai agar mau mengikuti kemauannya.


Keenam, Di era Jokowi ulama yang lurus dimusuhi dan dikriminalisasi


Motifnya mungkin kekuasaan (baca : kejahatannya) tidak mau diganggu. Bagi para ulama suu tentu bisa disogok sehingga bukan saja bungkam terhadap kebenaran, tapi bahkan mendukung kebatilan. 


Bagi ulama-ulama lurus yang istiqamah, cara mereka adalah dengan menyingkirkannya ; dipersekusi, dikriminalisasi, dipenjara, disiksa, bahkan bisa dibunuh.


Ketujuh, Mengkorupsi dana bantuan dan segala proyek dengan Asing dan Aseng


Di era Jokowi korupsi sangat meraja lela dan telah merasuk ke semua lini. Dan ada kesan seperti sengaja dibiarkan, sehingga lembaga-lembaga penegak hukum terlihat tumpul dan mandul. Ada apa gerangan di balik ini semua ?


Kedelapan, Membangun politik dinasti


Berbeda dengan semua Presiden sebelumnya yang membiarkan anak-anaknya tumbuh mengikuti alur lingkungannya, Jokowi terus memaksakan keluarganya untuk masuk kedalam politik dan mengincar posisi tertentu tanpa disertai dengan kemampuan dan kompetensi yang diperlukan. Semua menggunakan jalur pintas, nepotisme dan menyalahgunakan kekuasaannya.


Kesembilan, Selama rezim Jokowi akhlak, etika, norma-norma dan budaya malu telah hilang


Akibatnya setiap saat melanggar hukum rakyat pun telah menghukumnya secara sosial, tapi pelanggaran jalan terus. Nir etika ini juga diikuti oleh isterinya, anak-anaknya, mantunya, bahkan juga iparnya. Lengkap sudah keluarga Jokowi sebagai keluarga nir etika.


Kesepuluh, Rakyat hanya dijadikan korban dan sapi perah


Karena tujuan awal menjadi presiden adalah untuk memperkaya diri dan keluarga, sehingga apa yang terjadi kepada rakyat ya masa bodoh. 


Padahal rezim Jokowi yang dikendalikan oleh oligarki taipan dan China komunis hanya ingin mengeruk kekayaan alam Indonesia dan tidak peduli dengan nasib rakyat. Kekayaan hanya dinikmati oleh sekitar 1% saja dari rakyat Indonesia.


Sangat mengerikan bukan? Masih mau memperpanjang dinasti Jokowi melalui paslon 02?


Seharusnya rakyat sadar kalau selama ini hanya dieksploitasi oleh para penjarah kekayaan Indonesia. Saatnya perubahan secara fundamental.


Bandung, 13 Rajab 1445

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: