Isi Pidato Dubes Israel Yang Buat Menlu Retno Marsudi Walk Out di PBB - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Isi Pidato Dubes Israel Yang Buat Menlu Retno Marsudi Walk Out di PBB

Isi Pidato Dubes Israel Yang Buat Menlu Retno Marsudi Walk Out di PBB

Isi Pidato Dubes Israel Yang Buat Menlu Retno Marsudi Walk Out di PBB


DEMOCRAZY.ID - Perwakilan dari berbagai negara Arab termasuk Indonesia meninggalkan pertemuan tingkat menteri Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai Palestina, Selasa malam waktu AS. Ini terjadi saat Duta Besar Israel Gilad Erdan memulai pidatonya.


Sejumlah video menunjukan bagaimana Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berjalan meninggalkan ruang sidang, sebagaimana yang didapat dari dokumen Kemlu. Ini pun diakui Juru Bicara Kemlu Lalu Iqbal.


Lalu apa isi pidato Erdan?


Erdan kala itu menyebut "tindakan dunia sedang berusaha untuk mengatasi masalah yang parah dengan Israel, sebagai sesuatu tindakan yang tidak memadai". 


Di mana Erdan kembali menempatkan Israel sebagai korban, padahal jumlah korban warga sipil telah mencapai 25.700 lebih.


Ia juga menolak gencatan senjata. Menurutnya Hamas akan tetap berkuasa.


"Ini bukanlah perang yang dipilih Israel. Tapi kami akan mempertahankan masa depan kami sama seperti Anda masing-masing membela masa depan negara Anda," muat media Arab, Al-Mayadeen, dikutip Kamis (25/1/2024).


Ia juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk kembali menegaskan narasi Israel atas dugaan ancaman Iran. 


Dikatakannya ada limpahan konflik yang tiba-tiba muncul karena satu negara.


"Limpahan konflik tidak terjadi secara ajaib. Itu sudah direncanakan dan diinstruksikan," klaimnya lebih lanjut.


Erdan pun menuduh bahwa intersepsi AS baru-baru ini terhadap sebuah kapal dalam perjalanan ke Yaman "adalah bukti nyata siapa yang mendalangi penyebaran ini". 


Menurutnya, Iran selalu berdiri di bawah bayang-bayang dan mengambil tindakan.


"Setiap negara di kawasan ini telah terkena dampak teror Iran. Mereka tidak akan berhenti untuk memperluas hegemoni Syiah," kata Israel menggeser pembahasan Palestina ke Iran.


Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menganggap penolakan Israel yang jelas dan berulang kali terhadap solusi dua negara tidak dapat diterima. 


Perlu diketahui ini jugalah yang membuat konflik terus terjadi di wilayah itu, sejak 1948.


Ia menyatakan kekhawatirannya bahwa sikap seperti itu dapat memperpanjang perang. Karenanya tindakan Israel tak bisa diterima.


"Penolakan yang jelas dan berulang-ulang pada minggu lalu terhadap solusi dua negara di tingkat tertinggi pemerintahan Israel tidak dapat diterima," tegas Guterres.


"Penolakan ini, dan penolakan terhadap hak kenegaraan rakyat Palestina, akan memperpanjang konflik yang telah menjadi ancaman besar bagi perdamaian dan keamanan global tanpa batas waktu," katanya.


Sumber: CNBC

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: