Gus Nadir Beberkan Awal Mula Keretakan PBNU dengan PKB - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Gus Nadir Beberkan Awal Mula Keretakan PBNU dengan PKB

Gus Nadir Beberkan Awal Mula Keretakan PBNU dengan PKB

Gus Nadir Beberkan Awal Mula Keretakan PBNU dengan PKB


DEMOCRAZY.ID - Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir mengungkapkan awal mula gesekan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).


Menurut Gus Nadir, persoalan itu timbul seiring sikap politik PBNU di bawah Ketua Umum Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menjaga jarak dan mencabut hak-hak istimewa PKB selaku partai yang dilahirkan NU.


PKB yang sebelumnya memiliki hak khusus dari NU, kata Gus Nadir, tiba-tiba di masa kepemimpinan NU Gus Yahya dianggap sama seperti partai politik pada umumnya.


Sejumlah Pengurus Cabang NU (PCNU) yang mengizinkan pengurus PKB menggelar acara di kantor mereka juga mendapatkan surat peringatan (SP).


“Di situ mulai terjadi (keretakan),” kata Gus Nadir dalam wawancara eksklusif di program Gaspol! yang tayang di YouTube Kompas.com, Sabtu (20/1/2024).


Selain itu, Gus Yahya dan adiknya, Yaqut Cholil Qoumas juga sempat keberatan ketika Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan bahwa pemilih PKB yang berjumlah jutaan orang tidak terdampak oleh omongan Gus Yahya.


Dalam pernyataan itu, Gus Yahya dianggap tidak memiliki pengaruh ke akar rumput dan tidak mengakar.


“Dan ada masanya Cak Imin, ya kan ngomong kayak begitu antar kawan biasa, ‘Enggak ngefek lu lah’,” ujar Gus Nadir.


Selain itu, Cak Imin bercanda bahwa pihaknya “ber-PKB”, sedangkan persoalan NU terserah masing-masing.


Namun, hal itu memunculkan reaksi lain ketika dipublikasikan, meskipun pernyataan tersebut dilontarkan untuk bercanda.


“Tapi itu jadi timbul gesekan,” kata Gus Nadir.


Hubungan PKB dan NU menghangat seiring dengan keretakan Gus Yahya dan Cak Imin. Keduanya kerap saling berbalas intrik di depan publik.


Sikap Gus Yahya saat ini juga menjadi sorotan karena saat terpilih pada Muktamar 2021 di Lampung menyatakan PBNU tidak bisa ditarik ke politik praktis.


Namun, beberapa waktu terakhir petinggi PBNU justru menjadi pendukung capres-cawapres.


Sumber: Kompas

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: