Gibran Klaim Food Estate Berhasil, Wakil Bupati Humbang Hasundutan: Tempat Kami Jadi Semak Belukar - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Gibran Klaim Food Estate Berhasil, Wakil Bupati Humbang Hasundutan: Tempat Kami Jadi Semak Belukar

Gibran Klaim Food Estate Berhasil, Wakil Bupati Humbang Hasundutan: Tempat Kami Jadi Semak Belukar

Gibran Klaim Food Estate Berhasil, Wakil Bupati Humbang Hasundutan: Tempat Kami Jadi Semak Belukar


DEMOCRAZY.ID - Dalam acara debat cawapres kedua Pilpres 2024, calon wakil presiden nomor urut dua, Gibran Rakabuming Raka, mengklaim bahwa program food estate yang dijalankan pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi berhasil panen. 


Gibran mencontohkan salah satu program lumbung pangan yang berhasil itu berada di wilayah Gunung Mas, Kalimantan Tengah.


Wakil Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, mengaku miris dengan klaim keberhasilan proyek food estate atau kawasan makanan dalam debat cawapres. 


"Kami sebagai wakil bupati miris mendengarkan. Jadi di tempat kami ini ada namanya food estate. Food estate itu seharusnya hanya komoditi kentang, bawang merah, bawang putih, namun sekarang hampir tiga tahun ini tidak dipedulikan," kata Oloan melalui sambungan telepon dengan Tempo, Selasa, 23 Januari 2024.


Menurut Oloan, mandeknya food estate di wilayahnya tidak terlepas dari minimnya penganggaran, baik dari Kementerian Pertanian maupun dari pemerintah kabupaten. 


"Bersyukurnya kami sempat dapat pembangunan infrastuktur jalan, kurang lebih sekitar 10 kilometer dari jalan raya," kata dia.


Oloan menjelaskan proyek food estate mulai bermasalah ketika luas pembukaan lahan tidak sesuai dengan nota kesepakatan. 


Dalam kesepakatan antara Kementerian Pertanian dan Pemkab Humbang Hasundutan tertera luas wilayah food estate sebesar 1.000 hektare. 


Oleh Bupati, yakni Dosmar Banjarnahor, kata Oloan, melaporkan luas lahan yang berhasil dibuka hanya 215 hektare. 


"Ketika kemarin itu (tahun 2022), Pak Menteri Pertanian masih Pak Yasin Limpo, saya ada di situ bersama Pak Danrem dan ada juga Pak Luhut (Binsar Pandjaitan). Beliau pernah pidato, Bupati kamu jangan bohong-bohongi kami lah, kamu bilang 1.000 hektare, tiba-tiba 215 hektare, itu pun begitu dicek melalui GPS, tidak sampai seperti itu," ungkapnya.


Pembukaan lahan yang rencananya 1.000 hektare, kata Oloan, merupakan konsensi milik PT Toba Pulp Lestari di Wila. 


Ketika pembukaan lahan, menurut Oloan, Pemkab dan masyarakat dijanjikan terdapat sembilan perusahaan yang bakal menanamkan saham di food estate.


Adapun perusahaan yang sempat dijanjikan itu, antara lain PT Indofood, PT Calbee Wings, PT Champ, PT Semangat Tani Maju Bersama, PT Agra Garlica, PT Agri Indo Sejahtera, dan PT Karya Tani Semesta. 


"Nyatanya tidak satu pun, tidak ada, sudah hengkang semua," ujar dia.


Oloan mengatakan Komisi IV DPR sempat melakukan kunjungan untuk memantau kawasan food estate pada tahun 2022 lalu. 


"Pada waktu itu ada kunjungan Komisi IV, Pak Dedi. Mereka hadir 24 orang, mereka menyatakan gagal total."


Sebagai wakil bupati, Oloan berharap kawasan food estate yang telah berubah jadi semak belukar kembali dimanfaatkan. 


Walaupun sudah ada beberapa masyarakat yang mulai kembali menanam seperti jagung dan kol, namun hal itu tidak sesuai dengan perencanaan awal, yakni kentang, bawang putih, dan bawang merah.


"Kemarin saya sudah komunikasi dengan Pak Djarot Saiful Hidayat, dan kementerian untuk jangan disia-siakan, sayang itu infrastukturnya dan anggaran yang sudah besar, sayang itu kalau tidak dikelola lagi sama masyarakat," katanya.


Sumber: Tempo

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: