Disinggung Gibran Saat Debat Cawapres, Tom Lembong Bongkar 'Fakta' Begini Soal Nikel Indonesia - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Disinggung Gibran Saat Debat Cawapres, Tom Lembong Bongkar 'Fakta' Begini Soal Nikel Indonesia

Disinggung Gibran Saat Debat Cawapres, Tom Lembong Bongkar 'Fakta' Begini Soal Nikel Indonesia

Disinggung Gibran Saat Debat Cawapres, Tom Lembong Bongkar 'Fakta' Begini Soal Nikel Indonesia


DEMOCRAZY.ID - Dalam debat keempat cawapres 2024, Gibran mengkritisi tim sukses pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.


Gibran menyebut eks Menteri Perdagangan 2014-2015, Tom Lembong, selalu menggaung-gaungkan Lithium Forre-Phosphate (LFP).


Putra presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mempertanyakan apakah timses Anies berpihak kepada asing.


Menurut Gibran, Indonesia punya stok cadangan nikel terbesar di dunia.


Gibran mengklaim ini adalah kekuatan Indonesia, yang dapat dimanfaatkan untuk kendaraan listrik.


"Ini agak aneh ya, sering bicara LFP, LFP, lithium ferro-phosphate, Tesla nggak pakai nikel. Ini kebohongan publik mohon maaf," ujar Gibran.


"Tesla itu pakai nikel, Pak. Kita sekarang, Indonesia adalah negara yang punya cadangan nikel terbesar di dunia.


"Ini kekuatan kita, ini bargaining kita. Jangan malah membahas LFP. Itu sama saja mempromosikan produknya China, Pak," kelakar Gibran.


Usai menjelaskan itu Gibran pun menyinggung keberadaan Tom Lembong yang menurutnya tidak memberi tahu Cak Imin.


Penjelasan Tom Lembong


Melansir tayangan CNBC Indonesia di YouTube, Thomas Lembong mengaminkan apa yang disampaikan Gus Muhaimin saat debat dengan Gibra.


Pria yang akrab disapa Tom Lembong menyebut, Indonesia menjadi korban atas kebijakan sendiri.


"Jadi yang disampaikan Pak Muhaimin tadi betul sekali, kita menjadi korban dari kebijakan yang kita bikin sendiri," katanya, dikutip Senin, 22 Januari 2024.


Tom Lembong mengklaim jika pihaknya tidak anti dengan hilirisasi.


Ia mengatakan, pihaknya hanya anti pada apa yang disebut Muhaimin saat debat.


Kebijakan pemerintah di bawah Presiden Jokowi terlalu ugal-ugalan sehingga Indonesia mengalami kerugian dalam mensuplai nikel.


"Kita sama sekali tidak anti hilirisasi. Jadi hilirisasi itu juga ada dalam visi misi Anies-Muhaimin juga.


"Yang kita anti adalah hilirisasi yang tadi disebut Pak Muhaimin ugal-ugalan," kata Tom Lembong.


Senjata Makan Tuan


Tom Lembong menjelaskan kebijakan pemerintah Indonesia di sektor nikel bak senjata makan tuan.


"Berujuk pada... konyol, karena senjata makan tuan," cetusnya.


Pasalnya, seperti disebut Gibran, Indonesia punya stok cadangan nikel terbesar di Indonesia.


Hanya saja, akibat harga nikel dunia anjlok, kebijakan yang dibuat justru merugikan Indonesia.


Di sisi lain, kata Tom Lembong, semua mobil Tesla yang diproduksi di Tiongkok, tidak menggunakan baterai nikel.


"Kita sakingnya menggenjot semelter nikel, kemudian membanjiri dunia dengan suplai nikel sampai harganya anjlok, itu malah berbalik kepada diri kita sendiri. Akhirnya itu merugikan diri kita sendiri.


"Semua yang saya sebutkan di podcast itu adalah semua mobil Tesla yang dibuat di Tiongkok, bukan semua mobil Tesla [general]," katanya.


Ia menegaskan, mobil Tesla yang diproduksi di Tiongkok, dan kemudian diekspor ke Asia dan Eropa, menggunakan baterai Lithium Ferro-Phosphate (LFP).


"Jadi semua mobil Tesla yang dibuat di Tiongkok, menggunakan baterai LFP.


"Jadi mohon dilihat lagi di podcast tersebut sangat jelas. Tentu saya tahu bahwa mobil Tesla di Amerika menggunakan baterai nikel," terangnya.


Sumber: Disway

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: