Mengejutkan! Fahri Hamzah Sebut SBY - JK Pecah Gegara Jusuf Kalla Terlalu Ingin Berkuasa: Saya Tahu Betul Karena... - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Mengejutkan! Fahri Hamzah Sebut SBY - JK Pecah Gegara Jusuf Kalla Terlalu Ingin Berkuasa: Saya Tahu Betul Karena...

Mengejutkan! Fahri Hamzah Sebut SBY - JK Pecah Gegara Jusuf Kalla Terlalu Ingin Berkuasa: Saya Tahu Betul Karena...

Mengejutkan! Fahri Hamzah Sebut SBY - JK Pecah Gegara Jusuf Kalla Terlalu Ingin Berkuasa: Saya Tahu Betul Karena...


DEMOCRAZY.ID - Fahri Hamzah menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK) terpecah usai memimpin Indonesia bersama dari 2004-2009.


Menurut Fahri Hamzah, keduanya pecah karena Wakil Presiden yang saat itu dijabat oleh Jusuf Kalla terlalu ingin berkuasa.


Ia mengungkap hal ini ketika ditanya soal Gibran Rakabuming Raka yang maju sebagai Calon Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto.


Dalam wawancara dengan dr. Richard Lee tersebut, Fahri Hamzah mengambil kesempatan untuk membahas soal sikap yang semestinya diambil oleh seorang Wapres.


Politisi senior ini menekankan bahwa seorang Wapres merupakan pendamping yang hanya boleh berfungsi jika difungsikan oleh Presiden.


“Sistem ini mengatur bahwa wakil presiden pada dasarnya adalah pendamping presiden yang berfungsi apabila difungsikan,” kata Fahri Hamzah, seperti dikutip dari kanal YouTube dr. Richard Lee, MARS pada Senin, 22 Januari 2024.


Fahri Hamzah berpandangan bahwa Presiden dan Wapres semestinya tidak berbagi peran dengan konsep Dwi Tunggal sebab akan menimbulkan perpecahan.


Ia menyebut sudah banyak perpecahan antara pemimpin yangterjadi karena Wapres merasa punya wewenang yang sama dengan Presiden.


“Mohon maaf ini ya, SBY-JK pecah. Saya tahu betul kok. Kenapa? Pak JK pengin terlalu berkuasa. Dia bilang saya mengendalikan bidang ekonomi,” kata Fahri Hamzah.


“No, enggak ada. Lebih kuat menteri ekonomi daripada wakil presiden. Karena menteri ekonomi bisa bikin keputusan menteri, wakil presiden tidak ada keputusannya,” lanjutnya.


Fahri Hamzah mengibaratkan bahwa tidak boleh ada dua matahari di Lembaga Eksekutif. Maka, Wapres harus sadar sakan posisinya yang hanya wakil.


“Tidak boleh terlihat ada dua matahari di jantung eksekutif, tidak boleh.  Harus tahu diri bahwa saya hanya wakil, saya berfungsi apabila difungsikan, ada perintah Presiden,” tegasnya.


Fahri Hamzah mengaku mengetahui perpecahan-perpecahan yang terjadi sebab dirinya sudah berada di Pemerintahan selama sekitar 25 tahun.


“Saya tahu betul karena bisa dibilang seperempat abad ini kan saya dalam pemerintahan. Jadi saya tahu apa konflik-konflik antara pejabat yang ada,” katanya.


Sebelumnya, Jusuf Kalla juga sempat mennceritakan soal perannya ketika menjadi Wapres mendampingi SBY.


Jusuf Kalla mengaku sudah memiliki kesepakatan dengan SBY bahwa ia sebagai Wapres akan menangani bidang ekonomi.


“Waktu dengan Pak SBY, kita ada kesepakatan. Oke saya wakil, tapi saya akan bantu Bapak melaksanakan pelaksanaan bidang ekonomi,” kata Jusuf Kalla, seperti dikutip dari kanal YouTube Rhenald Kasali.


“Karena itu, zaman tahun 2004 sampai 2009 itu hampir semua masalah-masalah ekonomi saya tangani karena itu merupakan bahagian. Seperti itu,” lanjutnya.


Dalam kesempatan yang sama, Jusuf Kalla juga memberi tanggapan soal Gibran yang maju sebagai Cawapres di usianya yang belum mencapai umur 40 tahun.


Seperti diketahui, Gibran awalnya tidak memenuhi syarat untuk maju sebagai Cawapres. 


Ia baru memenuhi syarat usai Mahkama Konstitusi mengubah aturan soal batas minimal usia Cawapres.


Terkait ini, Jusuf Kalla lantas mengingatkan bahwa kualitas seorang Wapres semestinya sama dengan Presiden. Ia mengibaratkan Wapres dengan ban serep.


“Wapres itu atau ban serep itu harus sama kualitasnya dengan ban yang dipakai. Jangan dianggap bank serep itu hanya asal-asalan saja,” jelas Jusuf Kalla.


“Karena setiap saat, ban serep itu kalau ban kempis yang lainnya itu harus dipakai. Berarti ban serep itu kualitasnya harus sama dengan ban yang dipakai,” lanjutnya.


Oleh sebab itukah, Jusuf Kalla menilai bahwa Wapres juga harus memiliki kemampuan yang didapatkan dari pengalaman panjang.


“Maka diputuskan bahwa yang dimaksud pengalaman itu apabila Anda berdedikasi sudah sampai umur dengan sampai 40 tahun. Jadi bukan umur 40-nya yang penting, tapi pengalaman sampai 40 tahun itu yang penting,” katanya.


Sumber: HOPS

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: