Elit PDIP Maklum Gibran Banyak Gimik, Singgung Syarat Usia 40 Tahun: Pemikiran Tidak Matang & Dewasa - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Elit PDIP Maklum Gibran Banyak Gimik, Singgung Syarat Usia 40 Tahun: Pemikiran Tidak Matang & Dewasa

Elit PDIP Maklum Gibran Banyak Gimik, Singgung Syarat Usia 40 Tahun: Pemikiran Tidak Matang & Dewasa

Elit PDIP Maklum Gibran Banyak Gimik, Singgung Syarat Usia 40 Tahun: Pemikiran Tidak Matang & Dewasa


DEMOCRAZY.ID - Politikus PDI Perjuangan Aria Bima memaklumi sejumlah gimik dan gestur cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming selama debat keempat Pilpres 2024 pada Minggu (21/1) malam.


Aria mengaku maklum karena Gibran memang masih terbilang muda. Menurut dia, itulah alasan dalam UU Pemilu sebelumnya, capres cawapres harus berusia di atas 40 tahun.


Sebab, presiden dan wakil presiden bukan hanya dituntut untuk pintar namun juga dewasa. Saat ini, usia Gibran tercatat masih 36 tahun.


"Karena dia anak muda, ya mungkin ini alasan kenapa harus di atas 40 tahun ya, karena memang pemimpin tidak hanya pintar tapi harus matang dan dewasa," kata dia usai acara debat di JCC, Senayan, Jakarta.


Syarat usia capres dan cawapres ini sempat menjadi polemik setelah Mahkamah Konstitusi (MK), yang saat itu masih dipimpin oleh Anwar Usman, mengubah ketentuan syarat usia dari awalnya paling rendah 40 tahun menjadi paling rendah 40 tahun atau pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilu termasuk pilkada melalui Putusan 90.


Putusan MK itu menuai banyak sorotan publik karena dinilai memberi jalan Gibran yang juga anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sekaligus keponakan Anwar ikut serta di Pilpres 2024.


Lebih lanjut, Aria menilai kedewasaan dan kematangan bagi seseorang adalah proses karakter. 


Sedangkan, menurut dia, Gibran masih terlihat kekanak-kanakan saat menunjukkan sejumlah gestur dan gimiknya dalam debat.


Anggota DPR dari fraksi PDIP itu pun meyakini, alasan presiden dan wakil presiden harus berusia di atas 40 tahun, karena hal itu menentukan sikap kedewasaan dan kematangan seorang pemimpin.


"Saya semakin yakin itu, karena pemimpin untuk urus Indonesia ini perlu 'Wening' (Tenang) kalau orang Jawa. Kemudian matang dan dewasa. saya kira itu," katanya.


Cawapres nomor urut 1 dan 3, Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD sempat terlibat aksi saling sindir dengan Gibran dalam debat keempat pilpres yang mengusung tema soal lingkungan, energi, hingga pangan.


Cak Imin misalnya, menegaskan setiap diskusi memiliki etika. Hal itu ia sampaikan usai Gibran menanyakan maksud lithium ferro phosphate (LFP) yang menurutnya selama ini digaungkan Anies-Muhaimin.


"Termasuk kita diskusi di sini, bukan tebak-tebakan definisi atau singkatan. Kita levelnya policy dan kebijakan. Prinsipnya sederhana, semua kembali kepada etika pak Gibran, sekali lagi etika" kata Cak Imin.


Begitu pula Mahfud yang kecewa dan enggan menanggapi lebih jauh soal pertanyaan Gibran soal greenflation yang dianggap hanya menjebak.


"Kalau akademis itu, gampangnya kalau bertanya-tanya yang kayak gitu recehan. Oleh sebab itu, itu tidak layak dijawab menurut saya," ucap Mahfud.



Sumber: CNN

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: