Adian Napitupulu Sebut Ada Capres Ambil Aparat dan Pejabat, Sindir Siapa? - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

Adian Napitupulu Sebut Ada Capres Ambil Aparat dan Pejabat, Sindir Siapa?

Adian Napitupulu Sebut Ada Capres Ambil Aparat dan Pejabat, Sindir Siapa?

Adian Napitupulu Sebut Ada Capres Ambil Aparat dan Pejabat, Sindir Siapa?


DEMOCRAZY.ID - Kader PDIP Adian Napitupulu membakar semangat massa Ganjar-Mahfud yang menghadiri kampanye akbar 'Hajatan Rakyat' di Lapangan Tegalega, Bandung, Minggu (21/1).


Ia menyinggung dinamika jelang Pemilu soal dugaan aparatur negara yang dipakai untuk menggaet suara ke salah satu capres.


"Lalu orang bertanya pada saya, bagaimana bang kalau gubernurnya ke sebelah sana. Kalau gubernurnya ke sebelah sana, masuk ke bupatinya, kalau bupatinya ke sebelah sana, masuk camatnya, kalau camatnya ke sebelah sana, masuk kepala desanya. Kalau kepala desanya di sebelah sana, masuk langsung ke rumah-rumah rakyat," ujar Adian di atas panggung, Minggu (21/1).


Adian mengaku langkah mereka pasti bila bersatu. Tidak ada yang bisa menghentikan Capres 03 Ganjar Pranowo.


"Mereka boleh ambil pejabat-pejabat, mereka boleh ambil aparat-aparat, kita ambil suara rakyat. Biarkan mereka merebut aparatur, bahkan merebut pejabat, kita rebut hati-hati rakyat. Jangan takut, jangan takut, Wiji Thukul katakan dulu, 'Ketakutan hanya akan memperpanjang barisan perbudakan'. Jangan pernah takut untuk alasan apa pun," sambungnya.


Kampanye akbar perdana ini hanya dihadiri Capres 03 Ganjar Pranowo. Dia tidak ditemani Cawapresnya Mahfud MD lantaran persiapan debat.


 Ganjar ditemani istri dan anak semata wayangnya, Siti Atiqoh dan Alam Ganjar. Juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyampaikan pidatonya.


Megawati: Baru Jadi Polisi, Tentara, Aparat, Sudah Intimidasi Rakyat


Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengikuti kampanye akbar perdana capres 03 Ganjar Pranowo di Lapangan Tegalega, Bandung, Jawa Barat, Minggu (21/1). Ia menyinggung soal aparat yang mengintimidasi rakyatnya.


"Ibu kan sakit di sini, Babinsa, alah-alah, dia juga makan di warung rakyat. Bhabinkamtibmas, kepala desa, apalagi ya, ya masa kepala desa ibu ini mikir, ini o kenapa yo," kata Megawati dalam pidatonya.


"Masa sekarang, baru jadi polisi, baru jadi tentara, baru jadi aparat, mengintimidasi rakyat," sambungnya.


Mega menyampaikan hal ini dengan berapi-api. Berdiri dan terlihat penuh semangat.


"Ini katanya Pemilu, Pemilihan Umum. Ini kok lawannya begitu, padahal mereka gajian dari siapa? Dari siapa? Tahu toh (rakyat)," ujar dia. 


Mega berpesan kepada pengunjung Ganjar-Mahfud tak takut lapor bila diintimidasi. Oleh aparat hukum maupun aparat desa.


"Jadi kenapa kalian takut? Ini negara kata Bung Karno hebat loh beliau, insyaallah dengan adanya kemerdekaan ini maka Indonesia Raya menjadi negara merdeka dan berdaulat," ujar Mega.


"Kepala desa jangan takut, RT jangan takut, karena kamu semua dibayar rakyat Indonesia," tutupnya.


Sumber: Kumparan

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: