7 Tahun Jadi Anak Buah Jokowi, Apa Saja Prestasi Tom Lembong? Simak! - DEMOCRAZY News | Berita dan Politik Indonesia

Breaking

logo

7 Tahun Jadi Anak Buah Jokowi, Apa Saja Prestasi Tom Lembong? Simak!

7 Tahun Jadi Anak Buah Jokowi, Apa Saja Prestasi Tom Lembong? Simak!

7 Tahun Jadi Anak Buah Jokowi, Apa Saja Prestasi Tom Lembong? Simak!


DEMOCRAZY.ID - Co-Captain Tim Nasional Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar, Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong tengah menjadi sorotan. 


Gara-garanya nama Tom Lembong disebut oleh calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka di dalam debat Pemilihan Presiden 2024.


Dikutip dari berbagai sumber, Thomas adalah profesional yang malang melintang di dunia investasi dan bisnis. 


Lulusan Universitas Harvard ini pernah berkarier di Deutsche Bank Jakarta 1998-1999, hingga menjadi wakil presiden senior di Badan Penyehatan Perbankan Indonesia (BPPB).


Tom mulai terjun ke dunia politik ketika menjadi penasihat ekonomi dan menuliskan pidato untuk Joko Widodo yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta. 


Kedekatan Tom Lembong dengan mantan Wali Kota Solo ini berlanjut ketika Jokowi terpilih menjadi Presiden periode 2014-2019.


Tom pernah menduduki jabatan sebagai Menteri Perdagangan pada 2015-2016. Jabatan terakhirnya di kabinet Jokowi adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2016-2019. 


Berikut ini merupakan sejumlah pencapaian yang pernah ditorehkan Tom lembong ketika menjadi bawahan Jokowi.


Pembisik Pidato Jokowi


Tom Lembong adalah sosok yang kerap kali membantu menyusun pidato Presiden Jokowi. 


Dari beberapa pidato, ada salah satu pidato Jokowi yang paling mengguncang dunia. Pidato tersebut disusun oleh Tom Lembong bersama Mensesneg Pratikno.


Pidato ini disampaikan dalam forum Annual World Bank - IMF Meeting 2018, di Bali, Indonesia. Pidato ini mengutip kata-kata terkenal dalam film seri Games of Thrones.


"Winter is Coming" digunakan oleh Presiden Joko Widodo saat menggambarkan mengenai banyaknya masalah perekonomian dunia. 


Hampir seluruh delegasi memberikan standing applause terhadap pidato yang diberikan oleh Presiden tersebut.


Dalam pidatonya, Jokowi menggambarkan hubungan negara-negara maju seperti persaingan antar kerajaan yang terjadi dalam film tersebut, "Seiring perputaran roda, satu Great House tengah Berjaya, sementara House yang lain menghadapi kesulitan dan setelahnya, House yang lain Berjaya, dengan menjatuhkan House yang lain" ungkapnya.


"Yang penting adalah kekuatan bersama untuk mengalahkan Evil Winter agar bencana global tidak terjadi. Agar dunia tidak berubah menjadi tanah tandus yang porak poranda yang menyengsarakan kita semua," kata Jokowi.


Ambil Alih OSS


Ketika menjabat Kepala BKPM, Thomas Lembong mengambil alih operasional sistem perizinan tunggal secara online (Online Single Submission/OSS) dari kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. 


OSS merupakan sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik yang diluncurkan pemerintah untuk memudahkan investasi di Indonesia.


Thomas mengatakan BKPM mengambil alih operasional OSS, karena tidak berjalan mulus dan menemui banyak kendala. 


"Kami akan segera ambil alih OSS dari Menko Ekonomi. Saya kira sudah diketahui bahwa penerapan OSS ini masih jauh dari mulus dan banyak masalah," kata Thomas di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (30/10/2018).


Thomas menceritakan pengambilalihan operasional ini bukan tanpa kendala. Menurut dia saat itu, BKPM telah mengajukan anggaran sebesar Rp 200 miliar untuk pengelolaan sistem ini, namun baru disetujui Rp 100 miliar. 


"Saya sudah tindak lanjuti soal anggaran ini langsung ke Menkeu, nanti akan dipenuhi langsung dari kantong anggaran lainnya," imbuh dia.


Realisasi Investasi Bagus


Di bawah Thomas Lembong, kinerja BKPM yang dilihat dari realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) ke Indonesia mengalami fluktuasi. 


Pada kuartal I 2018, PMA tumbuh 12,27% secara year on year. Namun, realisasi PMA di sisa tahun 2018 justru mengalami penurunan.


Pada Q2 2018, realisasi investasi turun 12,92%, lalu pada Q3 kembali turun 20,23% dan Q4 turun 11,61%. 


Tren investasi yang turun itu mulai membaik pada awal tahun 2019 dan pada triwulan ke-3 tahun 2019 baru naik menjadi 9,61%.


Thomas Lembong ketika itu mengungkapkan lesunya investasi akibat banyak faktor. Di antaranya pelemahan rupiah hingga defisit neraca dagang. 


"Penguatan dolar di pasar global, terjadinya negatif neraca perdagangan periode Januari-September 2018, perang dagang AS dengan Tiongkok dan negara lain menyebabkan investor bersifat wait and see dan menunda realisasi investasi yang sudah direncanakan sehingga realisasi triwulan III-2018 turun," Kata Tom di Gedung BKPM, Selasa (30/10/2018).


Lembong di Akhir Masa Jabatan


Di akhir masa jabatan periode pertama Presiden Jokowi, Thomas Lembong menyatakan puas dengan kinerja ekonomi pemerintahan. 


Dia mengatakan kondisi global dalam 5 tahun ini memang relatif sulit. 


"Mengingat 5 tahun terakhir kondisi global cukup sulit, saya sebenarnya cukup puas. Yah lumayan lah dengan prestasi-prestasi kita," ujar Lembong Kamis (17/10/2019).


Thomas menilai bagusnya kondisi ekonomi Indonesia itu dapat dilihat karena Indonesia berhasil menjadi negara tujuan investasi. Indonesia, kata dia, masuk menjadi 5 negara terbaik tujuan investasi.


"Hampir semua survei, Indonesia selalu masuk top 5 destinasi Investasi di dunia yang paling prospek. Minimum top 7 tapi hampir semuanya top 5," ujarnya.


Sumber: CNBC

BERITA TERKAIT

Tidak ada komentar: