POLITIK

UGM dan Kagama Beri Anugerah kepada 5 Alumni Inspiratif, Ada Jokowi?

DEMOCRAZY.ID
Desember 20, 2023
0 Komentar
Beranda
POLITIK
UGM dan Kagama Beri Anugerah kepada 5 Alumni Inspiratif, Ada Jokowi?

UGM dan Kagama Beri Anugerah kepada 5 Alumni Inspiratif, Ada Jokowi?


DEMOCRAZY.ID - Baliho bergambar wajah Presiden Joko Widodo atau Jokowi terpampang jelas di area bundaran kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat, 8 Desember 2023. Baliho besar tersebut bertuliskan menobatkan Jokowi sebagai Alumnus UGM Paling Memalukan.


Tertulis, “Penyerahan Nominasi Alumnus UGM Paling Memalukan” yang dibawahnya terdapat keterangan “Mr. Joko Widodo.” 


Pemasangan baliho ini diketahui dilanjut dengan acara Diskusi Publik dan Mimbar Bebas yang digelar BEM UGM di area bundaran UGM dengan tema “Rezim Monarki Sang Alumni: Amblesnya Demokrasi, Ambruknya Konstitusi, dan Kokohnya Politik Dinasti”. 


Baliho ini merupakan buntut dari kekecewaan pada Jokowi yang selama dua periode memimpin tak berhasil menuntaskan masalah-masalah fundamental bangsa, yang disampaikan langsung oleh Ketua BEM KM UGM, Gielbran Muhammad Noor.


Tak lama setelah itu, tepatnya 15 Desember 2023, kata "memalukan"  dalam baliho itu ditutup dan menjadi "membanggakan".


Lepas dari itu, kemudian pihak UGM dan Keluarga Alumni UGM (KAGAMA) memberikan anugerah penghargaan kepada 5 alumni inspiratif. 


Kelima alumni inspiratif yang menerima penghargaan ini merupakan mereka yang telah berkiprah dan memberi dampak di berbagai bidang kehidupan.


Penyerahan penghargaan ini dilakukan pada Malam Temu Alumni dalam rangka Dies Natalis ke-74 UGM, Sabtu, 16 Desember 2023.


Acara yang dilaksanakan di Graha Sabha Pramana ini menghadiahkan penghargaan kepada Pande Putu Setiawan sebagai alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang telah mendirikan Komunitas Anak Alam, Mukhanif Yasin Yusuf sebagai alumni Fakultas Ilmu Budaya yang aktif bergerak pada isu disabilitas.


Kemudian, Haris Fuadi sebagai alumnus Fakultas Peternakan yang menekuni pembinaan talenta muda sepak bola, Ritno Kurniawan sebagai alumnus dari Fakultas Pertanian yang bergerak dalam konservasi hutan lindung, dan Nadlrotus Sariroh, alumnus Fakultas Ilmu Budaya yang memperjuangkan hak-hak pekerja buruh gendong di Yogyakarta.


“Kami sangat bangga para alumni sekarang sudah lebih dari 500 ribu, tersebar di seluruh penjuru dan mengukir prestasi dalam berbagai jabatan dan posisi yang sangat membanggakan. Tentunya kiprah nyata ini merupakan hasil didikan karakter saat di UGM,” kata Rektor UGM, Ova Emilia.


Mengutip dari laman Universitas Gadjah Mada, pada tahun ini sebanyak 56 nama yang didaftarkan sebagai calon penerima penghargaan. 


Dalam menentukan lima orang terpilih ini, UGM membentuk tim khusus yang kemudian mengeluarkan tiga penilaian.


Pertama, mereka adalah alumni yang memiliki inisiatif, kemandirian, dan dapat berkolaborasi dengan pihak lain untuk mengembangkan gagasan menjadi praktik nyata dalam melindungi dan mensejahterakan masyarakat.


Kedua, alumni memiliki komitmen, dedikasi, dan konsistensi dalam menjalankan kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan rakyat. 


Ketiga, gagasan dan tindakan dalam membantu rakyat tersebut memiliki pengaruh nyata dan kehidupan sosial kemasyarakatan. 


Dengan diberikannya penghargaan ini, pihak UGM mengharapkan bahwa ini dapat dijadikan inspirasi dan penggerak bagi para alumni UGM untuk terus menjadi agen perubahan yang positif di masyarakat. 


Selain itu, penghargaan ini juga diselenggarakan untuk mendokumentasikan apa saja kiprah para alumni UGM dalam bidang pengabdian masyarakat.


Pande menyebutkan bahwa apa yang ia lakukan merupakan salah satu cara untuk membagikan hal baik yang telah mereka dapatkan selama berkuliah di UGM. 


Para penerima penghargaan juga mengaku bahwa apresiasi ini memberikan motivasi dan semangat lebih untuk terus menebarkan kebaikan. [Democrazy/Tempo]

Penulis blog