Breaking

logo

24 Juni 2022

Dakwah di Klub Malam, Gus Miftah ke Pemandu Karaoke: Nggak Ada Satu LC Pun Yang Melirik Saya

Dakwah di Klub Malam, Gus Miftah ke Pemandu Karaoke: Nggak Ada Satu LC Pun Yang Melirik Saya

Dakwah di Klub Malam, Gus Miftah ke Pemandu Karaoke: Nggak Ada Satu LC Pun Yang Melirik Saya

DEMOCRAZY.ID - Pendakwah Gus Miftah memang dikenal sebagai seorang ustaz yang kerap menyampaikan dakwah di sebuah klub malam.


Bahkan terlihat Gus Miftah melakukan dakwah dengan santai di hadapan para wanita pemandu karaoke (LC).


Gus Miftah melakukan dakwah di klub malam yang sudah sekitar 10 tahun lalu pernah juga ia sambangi.


Tidak diketahui secara persis di mana lokasi dari klub malam yang dijadikan tempat dakwah Gus Miftah itu.


Gus Miftah mengatakan bahwa dia mengambil banyak pelajaran dari pemilik klub malam tersebut bernama Babeh Tuning.


Babeh Tuning disebut dulu pernah ngomong dengannya soal sedekah setelah ada istilah persepuluhan di gereja dan di Islam ada istilah zakat dua setengah persen.


"Waktu itu Koh Tuning bilang gini ke saya 'Gus, saya itu punya prinsip orang itu kalau makan terus nggak ada yang keluar nggak sehat'," kata Gus Miftah, dikutip dari kanal Youtube DH Entertainment News pada Jumat, 24 Juni 2022.


"Orang itu kalau minum terus nggak ada yang keluar nggak sehat. Demikian juga dengan harta, harta itu masuk terus nggak ada yang keluar, nggak sehat," sambungnya.


Gus Miftah mendengar dari kawan-kawannya di gereja bahwa Koh Tuning ini merupakan salah satu pria yang sangat terkenal dermawan.


Bahkan kedermawanan yang dimiliki Koh Tuning sampai bisa menjadi inspirasi Gus Miftah untuk bersedekah.


"Saya ingat betul, (dulu) saya punya motor itu va*** biru. Jadi kalau saya ngaji sama Mas Rona di sini dalam keadaan hujan itu saya masuk sudah kehujanan," tuturnya.


Kemudian Gus Miftah mulai guyonannya alias candan bahwa saat dia kehujanan tidak ada satupun pemandu karaoke wanita yang meliriknya.


"Dan nggak ada satu LC pun yang melirik saya beh, huh kere. Pokoknya kalau lihat orang naik motor nggak mau lah," pungkasnya.


Singkatnya, Gus Miftah meminta agar orang-orang bisa membedakan antara keinginan dengan kenyataan.


Ia menilai kebanyakan manusia lebih mementingkan keinginan daripada kenyataannya. [Democrazy/DW]