-->

Breaking

logo

26 April 2022

Sebut Jokowi Bisa ‘Terjungkal’ Gegara Ulah Luhut, Masinton: Seperti Pisau Bermata Dua!

Sebut Jokowi Bisa ‘Terjungkal’ Gegara Ulah Luhut, Masinton: Seperti Pisau Bermata Dua!

Sebut Jokowi Bisa ‘Terjungkal’ Gegara Ulah Luhut, Masinton: Seperti Pisau Bermata Dua!

DEMOCRAZY.ID - Politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu kembali melayangkan kritik tajam kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.


Seperti diketahui, Masinton Pasaribu belakangan ini cukup vokal mengkritisi Menko Luhut. Ia bahkan menyebut Luhut sebagai dalang dibalik wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.


Tak hanya itu saja, Masinton Pasaribu bahkan pernah menyebut Luhut Binsar Pandjaitan sebagai brutus Istana.


Saat ditanya mengenai alasannya getol mengkritik Luhut, Masinton mengatakan bahwa ia hanya ingin pemerintah bekerja sesuai dengan tugasnya.


“Pemerintah itu kerja aja mengatasi permasalahan pandemi, nggak usah cawe-cawe urusan lain,” kata Masinton seperti dikutip dari kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored pada 26 April 2022.


Masinton bahkan membantah bahwa kritiknya terhadap Luhut ini karena suruhan dari Megawati selaku ketua umum PDIP.


Ia mengatakan bahwa kritik kepada Luhut ini murni ia sampaikan karena mendengar banyaknya keluhan dari masyarakat.


Masinton Pasaribu bahkan sikap Luhut yang terkesan terus mengupayakan perpanjangan masa jabatan Presiden justru bisa menjatuhkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


“Ketika kemudian cawe-cawe itu muncul, kita juga harus menyampaikan kritik kita secara tajam, kita ingin menjaga kerja Presiden ini bisa terselenggara sampai 2024,” ujar Masinton.


“Tapi kan lagi-lagi Presiden bisa terjungkal oleh orang-orang disekitarnya,” imbuhnya.


Menurut Masinton, Presiden Jokowi sudah memberikan sikap tegas mengenai adanya wacana penundaan pemilu hingga perpanjangan masa jabatan Presiden.


Namun, sikap tegas dari Presiden Jokowi ini justru ditanggapi berbeda oleh orang-orang yang berada disekitarnya, termasuk Luhut Binsar Pandjaitan.


Masinton Pasaribu bahkan menyebut sikap Luhut bak pisau bermata dua yang sewaktu-waktu bisa menikam Presiden Jokowi.


“Presiden sebenarnya sudah jelas mengatakannya kepada publik, kalau kemudian di lingkarannya mencoba menerjemahkan lain, itu kan bisa pisau bermata dua, bisa disatu sisi menikam Presiden, disatu sisi menikam konstitusi demokrasi, ini kan gak boleh,” jelasnya.


Lebih lanjut, Masinton Pasaribu meminta Luhut untuk menghentikan operasi wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden. [Democrazy/kabes]