DEMOCRAZY.ID - Polisi menerapkan restorative justice dalam kasus anak ASN Kemhan berinisial MSK yang jadi tersangka usai mengemudi ugal-ugalan menabrak pria berinisial TR di Jalan Palmerah Barat II, Palmerah, Jakarta Barat, pada Senin (20/1) dini hari.
Korban tewas setelah sempat menjalani perawatan medis.
"Restorative justice, sudah selesai kekeluargaan," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, saat dikonfirmasi pada Kamis (30/1).
Joko menuturkan, korban dan pelaku memutuskan untuk berdamai pada Kamis siang. Status tersangka pun dinyatakan gugur.
Tak disebutkan secara rinci lokasi dilakukannya mediasi antara kedua belah pihak.
Tak dijelaskan pula ada atau tidaknya uang ganti rugi yang dibayarkan oleh pihak MSK kepada korban.
"Sudah selesai," ujarnya singkat.
Sebelumnya, MSK yang menabrak orang hingga tewas di Palmerah, Jakarta Barat, ditetapkan sebagai tersangka.
Pria berinisial TR yang menjadi salah satu korban penabrakan oleh tersangka MSK tewas pada Selasa (21/1) saat menjalani perawatan medis.
Adapun peristiwa itu bermula ketika kendaraan jenis minibus berpelat nomor 6504-00 yang dikemudikan MSK melaju dari arah Utara menuju ke Selatan di Jalan Palmerah Barat II.
Sesampainya di dekat Pasar Bintang Mas, mobil MSK menabrak korban bernama TR yang sedang berdiri di pinggir jalan yang baru saja selesai menurunkan barang. Usai menabrak TR, mobil tetap melaju.
Lalu, setibanya di dekat apotek di Rawa Belong, mobil yang dikemudikan MSK oleng ke kanan dan masuk ke jalur berlawanan arah hingga menabrak kendaraan minibus pelat nomor B-1631-DOD yang dikemudikan korban S.
Tabrakan beruntun itu pun mengakibatkan para para korban terluka serta kerusakan pada kendaraan yang terlibat.
[FLASHBACK] Anak ASN Kemhan yang Tabrak Orang-Kendaraan di Palmerah Babak Belur Diamuk Massa
Pengemudi mobil dinas Kementerian Pertahanan (Kemhan) berinisial MSK (23) sempat diamuk massa usai mobil Innova yang dikendarainya menabrak orang dan sejumlah kendaraan di Jalan Palmerah Barat, Jakarta Barat.
"Iya (diamuk massa)" kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, melalui pesan singkat pada Selasa (21/1).
Joko menyebut MSK menderita luka memar pada bagian wajahnya akibat dikeroyok massa. Kini, dia masih menjalani perawatan di RSUD Cengkareng.
Polisi bakal segera memintai keterangan dari MSK setelah kondisi kesehatannya sudah pulih.
"Sementara masih dirawat. Kita kerja dulu ya, biar penyidik menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya, biar kami kerja dulu," ujar dia.
Sebelumnya, MSK mengendarai mobil dinas milik Kemhan. MSK merupakan dari salah seorang ASN di Kemhan.
Peristiwa bermula ketika kendaraan yang dikemudikan oleh MSK melaju dari arah Utara ke Selatan.
Kemudian, setibanya di lokasi, kendaraan yang dikemudikan oleh MSK menabrak seseorang berinisial TR yang sedang menurunkan barang di sisi jalan lalu menabrak di satu unit motor dan mobil.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk dapat mengetahui penyebab kecelakaan. Penyelidikan dilakukan dengan memintai keterangan dari sejumlah saksi.
Sumber: Kumparan